Dituntut Membuktikan Diri

DI 02092026

Lukas 4:6-7
Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”

Knpa iblis berani utk menyuruh Yesus agar Dia menyembah iblis? Ini karena sdh dapat izin dr Roh Kudus karena Roh Kuduslah yg membawa Yesus ke padang gurun.

Tapi bkn itu yg jadi pembahasan kita, tetapi ini yg sering jg terjd pd diri kita yaitu bahwa kita dituntut utk membuktikan diri kita pdhal itu sebuah jebakan! Seandainya Yesus saat itu mengikuti tuntutan iblis utk menyembah dia, maka Yesus sdh kalah, ditambah lg dgn tuntutan kedua supaya terjun dr bubungan Bait Allah, dan mengubah batu menjadi roti. Ketuhanan Yesus tentu sesuatu yg tdk perlu utk diragukan, tetapi inilah jebakan iblis yg kelihatannya biasa, tp kedua Yesus tunduk pd keinginan iblis, maka Yesus ada di bhw kedaulatan iblis. Mgkin kita pernah ada dlm situasi spt itu, org meragukan kita dan ingin menjebak kita, kalau kita mengikuti apa yg mereka suruh, berarti kita tunduk pd semua keinginan mereka. Kelihatannya hal itu hrs dilakukan, tetapi ada niat jahat terselubung di balik semuanya, jgn sampai kita terseret dlm strategi lawan.

Apa salahnya kita membuktikan diri? Tidak salah, tetapi lihat situasinya. Ada saat kita memang hrs membuktikan sesuatu, tp ada saat lain kita tdk perlu membuktikan yang org lain ragukan. Misalnya kalau ujung dari pembuktian itu mengarah pd kesombongan, jelas harus kita hindari. Apalagi pihak lawan sdh bersiap utk menjebak kita, tujuannya itu utk mempermalukan kita, jgn kita ikuti yang jadi strategi mereka. Membuat org lain jadi senang biasanya tdk cukup sekali dua kali, malah kita bs trs dituntut utk ‘melayani’ apa yg membuat mereka percaya dan senang. Kadang tdk penting utk menjelaskan siapa kita yg sebenarnya, tdk penting untuk dipuji, utk disanjung, jd terkenal dan banyak fans, kadang semuanya itu mendorong kita untuk berbuat sesuatu yg tdk pantas, memalukan dan jahat demi tetap merasa dipentingkan.

Org rendah hati kadang tidak memberitahu ttg identitasnya, yg penting yang dilakukan dan diberikan bermanfaat bagi org lain, biar nama Tuhan saja yg diagungkan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.