Hati Yang Sehat

DI 08092026

Amsal 14:30 ILT3
Hati yang sehat adalah kehidupan bagi tubuh, tetapi iri hati adalah pembusukan bagi tulang-tulang.

Ibarat tubuh, hati jg punya ‘penyakit’nya yg bs membahayakan kondisi hati, salah satu di antaranya adalah iri hati, yang kalau tidak disingkirkan akan merusak tubuh jasmani.

Iri hati seseorang dimulai dari adanya org yg ‘lebih’ drpd dirinya sendiri, apakah orang lain itu lebih hebat, lebih kaya, lebih sukses, dan sejenisnya. Bahkan org yg hanya beruntung saja bs membuat org lain jd iri hati, apalagi punya ‘hoki’ yg beruntun, kemudian dilanjuti dgn pemikiran yg ke arah curiga, orang lain dituduh main curang, ada org ‘dalam’, punya niat jahat terhadap dirinya, dsbnya. Dari sini kemudian muncul niat jahat, dr sekedar tdk suka sampai ingin melenyapkan org lain dg cara apapun. Bahaya iri hati hrs diwaspadai karena bs dialami oleh siapa saja selama ia tdk menjaga ‘kesehatan’ hatinya, jika terus dipelihara, bs merusak tubuh, mental menjd terganggu, dan bs berujung gangguan jiwa. Sebagian penyakit tubuh disebabkan oleh ‘kesehatan’ hati yg terganggu, dicemari oleh pikiran-pikiran negatif yg mengarah pd niat jahat hingga berbuah tindakan jahat.

Harusnya tdk perlu iri hati, tp jadikan semua kelebihan org lain itu jadi pemicu motivasi bagi kita utk jadi pribadi yg lebih baik. Kalau org lain bs, kita jg mgkin bs, koreksi diri knp pencapaian kita tdk sebaik org lain. Selama kita tdk tahu kekurangan dan kelemahan yg kita miliki, maka kita tdk akan pernah bisa utk melampaui pencapaian kita di kemudian hari, tetap sama, tetap tertinggal, dan pasti ujungnya adalah kejenuhan pd diri sndri. Yg hrs kita lakukan adalah ini: “Bersukacitalah dgn org yg bersukacita, dan menangislah dg orang yang menangis! (Roma 12:15). Dapat ikut senang org lain bahagia, bs ikut empati dgn org yg sedang berdukacita. Memelihara irr hati hanya spt menyimpan ‘bom waktu’ yg bs meledak kpn saja. Pikiran jd penuh dg pikiran jahat, hati timbul niat jahat, akhirnya pikiran dan niat menyatu jd perbuatan jahat yang pasti merusak hati, mental, dan moral kita sbg org percaya, miliki rasa cukup yang takarannya tepat utk diri kita.

Iri hati bs merubah perilaku seseorg menjd jahat dan melahirkan dosa yg beruntun, jadi jgn pelihara iri hati, buanglah semuanya itu karena kita perlu menjaga ‘kesehatan’ hati.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.