DI 01102026
Amsal 22:24-25 ILT3
Hendaklah engkau tidak bergaul dengan si pemilik amarah, dan engkau tidak berkumpul dengan orang yang panas hati,
agar engkau tidak mempelajari jalannya dan memasang jerat bagi jiwamu.
Berteman boleh dengan siapa saja, tp untuk teman yg diajak bergaul, hrs selektif dan tdk sembarangan teman, dlm ayat ini disebut 2 jenis org yaitu pemarah dan panas hati.
Mudahnya kita sebut dgn org yg mudah utk emosian, emosi itu sesuatu yg dimiliki oleh semua org, sesuatu yg wajar, tp jika tdk bisa dikendalikan, ini bs menjd emosi yg ‘liar’ dan tdk terkendali. Marah itu emosi setiap orang dan siapa saja pasti pernah marah, tp orang yg pemarah ini sdh menjd sifat, hal yg kecil, yg biasa, bs membuat dia marah, asal orang lain tdk menyenangkan dirinya, dia marah & membuat kegaduhan. Kecerdasan emosi di zaman ini menjd satu penilaian khusus dlm berbagai bidang, umumnya saat seseorang melamar pekerjaan, hal yg dilihat dan dinilai adalah bgmna org ini nantinya bs memakai atau menggunakan emosinya secara positif dan ini ada kaitannya dgn level kedewasaan tiap org. Demikian jg dgn org yg panas hati, yg mudah iri, dendam, dsbnya, kedua jenis org ini jgn dijadikan teman bergaul, karena akan berdampak buruk pd kita.
Kadang kita berpikir bhw kita bs suatu saat merubah sifat buruk seseorg, pelan-pelan berjalan dgn waktu, org itu bs berubah. Tapi pd realitanya, siapa yg berubah? Ini yg hrs jadi pertimbangan kita, meskipun maksud kita baik, tp jgn sampai apa yg baik dlm diri kita justru berubah. Mereka perlu dibimbing tp yg membimbing hrs kuat karakternya, jika tdk maka org itu yg akan menularkan sifat buruknya pd org lain. Parahnya lagi jika saat dia sdg bermasalah dan marah, kita terseret dlm situasinya, sebenarnya kita tidak perlu masuk dlm situasi org lain, tp yg terjd justru sebaliknya, kita terbawa-bawa dlm masalah yg dia hadapi. Tiap org punya jalan pikiran masing-masing, kita jgn ikut dlm pikiran yg keliru, tetap hargai prinsip yg org lain dapat memegangnya, tp kita tetap memilih jalan pikiran yang benar, dgn tetap menunjukkan niat baik utk berteman biasa.
Pilihlah teman bukan saja dr manfaat yg bs kita dapat dr mereka, tp pertimbangkan juga karakter dan sifatnya, pilihlah teman yg bisa membangun karakter baik kita.