Tawar Hati

DI 02102026

Amsal 24:10
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Banyak hal yg bs membuat hati seseorg jadi tawar, selain beratnya masalah yg dihadapi, jg minimnya support dr org-org terdekat, ini membuat seseorg menjd lemah.

Memang tak selalu tiap orang menghadapi sesuatu selalu didampingi, ada yg terpaksa hrs dihadapi seorg diri. Di sinilah kekuatan seseorg sangat menentukan apakah dia bs melewati semuanya dgn baik, ataukah akan kalah dan terkurung dlm masalah. Ini biasa dikenal sbg masa kesesakan, masa di mana kita sangat terjepit, terpuruk, sendirian, dan sebagainya. Masa yg menentukan apakah kita naik level atau justru turun level hidup kita, dan daya tahan kita menjd kunci utama dlm situasi berat ini. Seberapa kita kuat dlm bertahan, sangat bergantung pd kondisi dari iman kita pd Tuhan. Saat manusia tak dapat menolong kita, hanya tangan Tuhan menjd satu-satunya harapan kita yg tersisa, dalam situasi ini, tak ada pilihan lain, hrs kuatkan hati kita, iman kita, supaya daya tahan kita menjd cukup utk bertahan.

Bgmna supaya kita jgn tawar hati? Secara rohani tentu kita mendekat pd Tuhan, tidak mengandalkan kemampuan diri sndri. Tidak ada yg paling bs kita andalkan selain Tuhan, manusia punya keterbatasan dlm menolong dan mendampingi. Secara sosial, kita perlu berkomunikasi dgn org-org yg kompeten di bidang yg berhubungan dgn situasi yg sdg kita hadapi. Berkonsultasi itu baik, tp tetap serahkan semuanya pd Tuhan, biar Dia yg atur semuanya dgn sempurna. Istilah yang sering kita dengar: “Jangan malu bertanya” menjd suatu hal yg baik, cari informasi yang valid tentang apa yg ingin kita tahu. Jangan isi waktu kita dgn melamun atau berpikir yg tdk-tdk, kuatkan hati dengan membaca dan merenungkan Alkitab, dengar pujian rohani serta khotbah-khotbah yg membangun, isi pikiran dan hati kita dgn yg rohani supaya iman kita lebih kuat.

Jangan sampai kita tawar hati, isi waktu dg kegiatan yg positif dan membangun rohani kita, jgn menyendiri dan menyalahkan siapa saja, kuatkan iman kita.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.