DI 16032015
Pengkhotbah 9:4 NLT
There is hope only for the living. As they say, “It’s better to be a live dog than a dead lion!”
Tersedia sebuah harapan hanya bagi yang hidup. Sebagaimana mereka berkata: “Adalah lebih baik menjadi seekor anjing yang hidup daripada seekor singa yang mati!”
Singa itu ‘sang raja hutan’, semua hewan lainnya gentar ketika tahu kehadiran singa di dekat mrka, tp siapa yg akan takut dg singa yg sudah mati? Burung-burung pemakan bangkai pasti ‘berpesta’ menikmati daging singa yg mati ini.
Salah satu ‘gelar’ Tuhan Yesus adalah ‘singa dari suku Yehuda’, walaupun iblis jg digambarkan sbg ‘singa yang mengaum-aum’, singa menggambarkan kekuatan dan kekuasaan Tuhan Yesus yg mengalahkan semua musuh-Nya. Dan kita sbg anak-anak Tuhan seharusnya menjd ‘anak-anak singa’ dlm pengertian mewarisi kekuatan dan kekuasaan yg ada dlm diri Tuhan spt anak singa yg mewarisi sifat dan kekuatan sbg seekor singa.
Namun pd kenyataannya bnyk ditemukan anak-anak Tuhan itu spt ‘singa mati’, punya kekuatan dan kuasa tapi justru mengalami ‘kelumpuhan’, tdk bs menggunakan kekuatan dan kuasa yg Tuhan berikan. Masalah, godaan, tekanan seringkali melumpuhkan iman kita, membingungkan pikiran kita dan membuat nyali dlm hati kita ‘ciut’ alias kehilangan keberanian. Sebagian org memilih jalan yg salah: bunuh diri, sebagian lg menjual dirinya pd iblis serta kuasa gelap. Seharusnya bs mengatasi masalah, tp mentalnya sdh dibuat ‘lumpuh’ lebih dahulu.
Anjing yg hidup lebih baik dr singa yg mati, ada waktu di mana kita sangat kuat, percaya diri dan tampil sbg pemenang, tp ada waktu jg kita lemah, kehilangan percaya diri dan tak berdaya, dari ‘singa’ menjd ‘anjing’, tp jgn sampai kita ‘lumpuh’, selama kita masih hidup, masih ada harapan utk sesuatu yg lebih baik, meskipun kelihatannya mustahil dan buntu, selama kita punya iman pd Tuhan, mujizat bisa terjd dan kita alami.
Di saat kita tak sanggup lagi, beralihlah pd kuasa Tuhan.