Wajah Orang Berhikmat

DI 14032015

Pengkhotbah 8:1 NKJV
Who is like a wise man? And who knows the interpretation of a thing? A man’s wisdom makes his face shine, And the sternness of his face is changed.

Siapa yang seperti seorang bijaksana? Dan siapa yang mengetahui tafsiran dari sebuah hal? Hikmat seseorang membuat wajahnya bersinar, dan kekerasan wajahnya diubah.

Kita lahir dg wajah yg diciptakan Tuhan, bentuknya dan raut wajah merupakan kombinasi dr wajah ayah dan ibu kita. Khususnya para wanita sangat menginginkan punya wajah yg terlihat cerah, cantik dan sehat.

Ayat ini memberi kita sebuah pengetahuan baru yaitu bhw hikmat seseorg bs ‘merubah’ wajah aslinya (tanpa operasi dan tindakan medis lainnya). Hikmat bs membuat wajah seseorg jd bersinar/kinclong dan jg merubah kekerasan pd raut wajahnya, artinya pny wajah yg ‘lembut’, tdk suka dg semua yg berbau tindakan kekerasan.

Ada wajah yg terlihat ‘galak’ tp ternyata ketika diajak bcra orgnya tdk segalak wajahnya. Inilah pengaruh dahsyat dr hikmat, bkn cuma membuat kita bijaksana, pandai, pny wawasan luas saja, tp jg merubah raut wajah kita menjd wajah yg ‘enak dilihat’.

Wajah yg ‘bersinar’ mengisyaratkan seseorg pny sesuatu yg ‘positif’ dlm hati dan pikirannya. Bersinar berarti pny sumber cahaya, tdk gelap, hikmat membuat seseorg tdk mampu dikuasai kegelapan, bs mengalami ujian, masalah, godaan atau jebakan, tp bs melewati semuanya dg baik. Ibaratnya punya genset, listrik padam dr PLN bs diatasi dg listrik hasil genset, yg lain padam, kita tetap ‘terang’.

Hikmat itu penting dan ‘menyempurnakan’ pengetahuan yg kita miliki. Jd bkn saja kita pintar, tp jd bijaksana, bs menggunakan pengetahuan dg baik dan menghasilkan sesuatu yg baru, yg membawa dampak lebih baik dr sblumnya. Hikmat membuat seseorg bs mengatur hidupnya dg tepat, membuat kita bs memenuhi tujuan hidup kita, bkn sekedar menjalani hidup tp menemukan arti hidup kita shga kita bs berdampak positif bagi lingkungan kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.