Cara Pandang Yang Benar

DI 14102026

2 Samuel 1:17
Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya,

Daud meratapi kematian Saul dan Yonatan, berkabung dan menganggap mereka bagian dr para pahlawan kerajaan, suatu sikap yg tdk dimiliki semua org.

Setiap org punya 2 sisi dr hidupnya, saya bs sebut saja sisi ‘Saul’ dan sisi ‘Yonatan’. Dua sisi ini pasti kita temui dlm diri setiap orang bahkan yg dikenal sbg org baik sekalipun. Di satu sisi, tiap org punya sisi ‘Saul’, kita bisa sebut saja sbg sisi negatif dr seseorang. Di dlm keseharian kita, bs kita dengar sebuah ungkapan: dia sih orgnya memang baik, tapi mulutnya itu lho, ‘tajam’ banget, ‘pedes’ kalo ngomong’. Baik, dermawan, tapi ada hal yg kurang disukai, inilah gambaran sisi ‘Saul’ di dlm diri seseorg. Sedangkan sisi ‘Yonatan’ mgkin lebih enak kita sebutkan: biar begitu orangnya, tp suka banget nyumbang, kasih pertolongan. Tdk ada satu orgpun di dunia ini hanya punya sisi ‘Yonatan’ saja, tdk ada yg sempurna, jadi pandanglah org lain dgn cara yg benar, hargai sisi baiknya, tp sadar jg ada sisi buruknya dr setiap org, yg wajar saja dlm menilai org.

Di bagian lain, terkadang penilaian org tidak selalu mengikuti cara pandang Tuhan. Kita cenderung memberi ‘label’ PD seseorg dan sulit mencopotnya. Kesalahan sekali dapat menjd label seumur hidup yg menempel pd diri seseorg. Misalnya org yang melakukan kesalahan pd saat tertentu, pdhal biasanya dia berbuat baik, maka penilaian orang dpt berubah karena hal itu, dan ke depannya bs sulit mendapat citra baik lagi. Sebaliknya, seorg yang sdh dikenal kurang baik citranya, begitu dia berbuat baik, org akan ragu, org ini berubah jadi baik atau ada maksud jahat yg terselubung di balik kebaikan. Memang ada oknum yg spt itu, tetap jahat, jadi ini bs kita nilai kasus per kasus, tiap org berbeda kasusnya, tetapi kita jgn sampai punya satu pandangan kaku yg memanggang org lain tak mgkin berubah, selama masih manusia, perubahan sikap bs saja terjadi.

Jgn cepat memberi ‘label’ pd seseorg, nanti kita kaget dan kecewa, pandanglah seseorg dgn sewajarnya, manusia bs berubah, ikuti saja bgmna mereka hidup.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.