DI 15102926
2 Samuel 3:1
Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah.
Dendam pribadi berkembang jadi dendam keluarga, memang yg diperebutkan adalah sesuatu yg sangat besar yaitu tahta raja, ini sesuatu yg menarik utk direnungkan.
Menjd raja memang punya keuntungan yg besar, selain kekuasaan, ada bbrpa hal lain yg jg menguntungkan raja dan keluarganya. Di mata Tuhan, Daud menggantikan Saul yg dinilai tdk layak lagi menjd raja. Tp di dalam pandangan manusia, keturunan Saul yg jadi penggantinya. Belum lagi intrik politik yang terjadi di hari-hari itu. Dari dendam antara Saul dgn Daud, berubah menjd dendam yg melibatkan keluarga. Keturunan Saul menjd raja menggantikan dia, yaitu Isyboset, ini be kita baca dlm 2 Samuel 2:9), sementara di tempat lain, Daud menjd raja atas Yehuda (2 Samuel 4:4). Perpecahan telah terjd dalam kerajaan Israel, dan tentu saja perang tidak terelakan lagi, dan keluarga Saul semakin lemah, sementara keluarga Daud semakin kuat, dan tentu ini ada penyebabnya selain faktor politik dan militernya.
Tuhan yg memilih Daud utk menggantikan Saul, jd saat keluarga Saul memusuhi Daud, itu secara tdk langsung menentang apa yg jadi kehendak Tuhan, melawan Tuhan sndri. Maka tak heran, kekuatan keluarga Saul jadi semakin lemah, siapa yg sanggup melawan Tuhan? Tapi keluarga Saul memandang ini hanya sbg permusuhan politik, tp Tuhan tdk memandangnya demikian, ini soal siapa yg dipilih-Nya menjd raja atas kerajaan Israel. Org yg memusuhi kita, apabila kita di pihak Tuhan, Dia akan membela kita & membuat mereka semakin lemah. Tentu saja kita jgn berbuat yang melawan perintah Tuhan, tapi selama kita taat dan setia, penyertaan yang Tuhan janjikan pasti Dia tepati. Istilah yang sering kita dengar: jgn buka celah, ini dapat menggambarkan betapa pentingnya untuk kita berdoa dan berjaga-jaga, jgn kita sndri yg keluar dr penyertaan Tuhan.
Kita mgkin dihadapkan dgn org yg tdk suka dgn kita, jgn sampai berkembang jadi satu dendam antar keluarga, jgn lupa bhw Tuhan yg akan menghakimi perkara kita.