DI 04112026
Matius 22:37-39
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Kadang sebagian org hanya melakukan 1 dr 2 hukum utama ini, ada yg hanya religius & mengasingkan dirinya, atau yg berbaur dgn sesama tp tdk religius.
Apakah itu kasih yg Tuhan maksud? Hal ini hrs kita lihat sebagai 1 kesatuan yaitu jika seseorg mengasihi Tuhan, Dia jg mengasihi sesamanya. Intinya adalah bhw dia memiliki kasih yg dr Tuhan, dg adanya kasih ini maka dia sanggup mengasihi Tuhan sekaligus jg mengasihi sesama. Jd tdk benar mengasihi Tuhan tp tdk mengasihi sesama, atau juga sebaliknya, kasih hrs dipandang sbg sebuah kesatuan, dia bisa mengasihi Tuhan, berarti bs jg mengasihi sesama. Tp ada jg kasih yg asalnya dr diri manusia itu sendiri, kasih yg tdk sempurna, karena org cenderung hanya membalas kasih org lain yg menurut jalan pikirannya itu pantas dikasihi balik. Sebuah ayat menerangkan hal ini: Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? (Matius 5:47).
Aturan duniawi berkata sayangi org yg baik terhadap kamu dan balaslah org yang jahat terhadap km, tp Tuhan mengajarkan untuk berbuat baik jg pd yg jahat, jadi kasih Tuhan berbeda dg kasih manusia. Memang tidak mudah mengasihi org yg jahat pd kita, tapi jika kasih Tuhan ada pada kita, kita sanggup utk melakukannya. Jgn kita menghakimi yg lain, mereka yg blm bs mengampuni bukan berarti tdk punya kasih, mengampuni harus rela dan tahu akibatnya, berikan waktu utk org itu berpikir dan kapan dia siap utk bisa memberi pengampunan, kita tunggu waktu yg tepat. Pengampunan yg hanya di mulut tp tdk dr hati, itu hanyalah kemunafikan yg dibalut dgn hal rohani. Jgn paksa org lain utk segera mengampuni sesuai kemauan kita saja, apakah kita mau bertanggung jwb kalau org itu trs menjadi munafik? Benar itu hal yg indah jika pengampunan diberikan, tp kalau tdk dr hatinya, itu suatu jerat baginya.
Mengasihi Tuhan dan sesama, ini sepaket, tdk terpisahkan dan keduanya hrs nampak dlm keseharian kita, jgn jadi org munafik yg menjd batu sandungan bagi org lain.