Pikiran Hati

DI 24032015

Matius 9:4 NKJV
But Jesus, knowing their thoughts, said, “Why do you think evil in your hearts?

Tapi Yesus, mengetahui pikiran-pikiran mereka, berkata: “Mengapa kalian berpikir jahat di dalam hati kalian?”

Umumnya kita diajari bahwa pikiran kita ada di dlm kepala kita yaitu ada di otak kita, dan hati itu cuma bisa merasakan dan bersuara terhadap diri sndri. Tapi ternyata hati juga bisa ‘berpikir’, ayat di atas menjelaskannya.

Jd ada pikiran di otak kita dan jg pikiran di dlm hati kita, inilah sebabnya kita sering mengalami ‘peperangan’ dlm pikiran kita, antara otak dg hati kita. Kita sering berpikir dilema dan menimbang mana yg hrs diikuti, suara hati atau pikiran di otak kita.

Kalau sampai kita berpikir yg jahat sampai di dlm hati, berarti sesuatu yg jahat sdh masuk dlm hati, ada ‘celah’ yg terbuka. Kalau hanya berpikir yg jahat di otak saja, mgkin suara hati nurani masih bs membantah atau menangkalnya. Sdh berpikir jahat dlm hati berarti pikiran di otak sdh sepenuhnya dikuasai yg jahat.

Hati hrs dijaga, dijaga spya tdk ada yg masuk tanpa diketahui. Spt satpam dg metal detector dan kamera cctv yg menjaga pintu masuk, siapa saja dan barang jenis apapun akan bs diketahui dg pasti. Apakah kita menjaga hati kita? Atau kita membiarkan hati kita tanpa penjagaan? Hati-hati!

Biasanya iblis menipu kita lewat pikiran dan perasaan, dia coba membuat ‘celah’ spya bs memasukkan semua yg jahat, buruk dan negatif ke dlm hati. Kita dibuat tertekan, diintimidasi, terluka perasaan spya kita jd takut, stress berat hingga luka batin shga kita jd lemah, lelah dan akhirnya menyerah pd keadaan dan bertindak sembrono.

Biarlah hati kita memikirkan apa yg baik dan memberkati org lain. Masukkan yg baik dan usir keluar yg jahat, jgn buat celah dan jgn berkompromi dg ‘suara-suara’ yg bs memancing emosi kita. Begitu emosi kita tdk terkendali, di situlah awal kekalahan kita oleh dosa, tinggal menunggu waktu dosa itu muncul dan jd besar.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.