Jangan Mengutuk

DI 13042015

Roma 12:14
Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

Di dlm diri seseorg, hanya ada 1 sumber saja, apakah itu sumber yg isinya berkat atau sebaliknya isinya kutuk, tdk bs dlm diri seseorg ada berkat dan juga ada kutuk, ini yg hrs kita pahami.

Selama masih ada kutuk dlm diri seseorg, dia blm dlm keadaan sbg org yg diberkati. Mgkin ini sulit diterima, tp coba renungkan ini : mgkinkah Tuhan dan iblis ‘diam bersama’ dlm hidup seseorg? Mgkinkah org yg penuh Roh Kudus namun jg penuh dg tipu daya iblis? Jd hanya ada 1 kondisi : sbg org yg diberkati atau sbg org yg pny kutuk dlm hidupnya.

Berkatilah org yg menganiaya kita, sbnarnya ini sebuah ‘warning’ atau peringatan utk menjaga diri kita agar jgn sampai ada kutuk yg masuk dlm diri kita, krna kalau sampai kita mengutuki seseorg, artinya dlm diri kita ada persediaan kutuk dlm jumlah tertentu. Sama halnya ketika kita memberkati seseorg, ada berkat yg kita punya lalu kita berikan berkat itu pd org lain, jd dlm diri kita ada persediaan berkat dlm jumlah tertentu.

Keinginan utk mengutuk adalah pintu bagi kutuk itu masuk dlm diri seseorg. Sakit hati, luka batin, kekecewaan, dosa, dsbnya adalah ‘jalan pembuka’ bagi kutuk utk masuk, meskipun br berupa niat utk mengutuk, itu spt membuka pintu lebar-lebar utk kutuk menguasai diri kita. Itulah sebabnya jgn sampai timbul niat utk mengutuk, jaga hati dan pikiran kita.

Kesadaran dr dlm diri seseorg utk ‘membuang’ kutuk keluar dr dlm dirinya adalah awal sebuah pemulihan yg utuh. Bkn cuma luka batinnya yg ‘diobati’, tp kutuk yg sdh berakar dlm dirinya itu yg hrs ‘dicabut’ dan dibuang keluar, shga nanti berkatlah yg akan memenuhi hidupnya dan terbebas dr belenggu kutuk.

Org yg diberkati tdk pantas utk mengutuki org lain krna dia sepantasnya utk memberkati org lain. Makin diberkati maka makin memberkati juga. Sebaliknya makin sering mengutuk maka makin bnyk kutuk lain yg masuk dlm hidupnya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.