Harta Bertambah

DI 16042015

Mazmur 62:10 NKJV
Do not trust in oppression, Nor vainly hope in robbery; If riches increase, Do not set your heart on  them.

Jangan percaya dalam kezaliman/penindasan, juga jangan percaya sia-sia dalam perampokan, jika kekayaan bertambah/meningkat, jangan menaruh hatimu di atasnya.

Mazmur 62:10 NLT
Don’t make your living by extortion or put your hope in stealing. And if your wealth increases, don’t make it the center of your life.

Jangan membuat hidupmu oleh pemerasan atau menaruh harapmu dalam mencuri. Dan jika kekayaanmu bertambah/meningkat, jangan membuatnya menjadi pusat hidupmu.

Harta yg bertambah hampir sama dg bertambahnya anak. Dulu 1 anak masih bs kita mengurusnya dg penuh perhatian, ketika anak bertambah menjd 2 atau 3, maka perhatian terpecah utk 2 atau 3 anak kita. Biaya hidup bertambah dan hrs pandai mengatur waktu utk suami dan anak-anak, apalg jika memang jg bekerja.

Tambah kaya kelihatannya enak, hidup mewah dan layak, bs beli apa saja yg dibutuhkan dan diinginkan, namun di sisi lain kita bs merasa tambah beban pikiran, usaha berkembang jd perlu penanganan ekstra. Kadang waktu utk Tuhan dan keluarga dikorbankan demi pekerjaan dan usaha kita.

Kalau kita mau ‘menggali’ kebenaran Firman Tuhan, kita akan menemukan sekian ayat yg berisi hukum-hukum Tuhan ttg keuangan dan perekonomian. Salah satunya ayat ini, diingatkan spya memperoleh uang jgn dg cara ‘menindas, merampok dan mencuri’. Mgkin kita tdk merampok toko emas atau bank, tp ketika kita menipu ‘kompetitor’ atau saingan kita dg cara halus, shga yg sbnarnya mrka miliki lalu berpindah menjd milik kita. Alkitab ingatkan agar jgn memperoleh kekayaan dg cara-cara yg ‘kotor’.

Walaupun kekayaan bertambah dg cara yg ‘bersih’, diingatkan kembali agar uang jgn sampai memikat hati kita dan menjd pusat hidup, artinya kekayaan menggeser posisi Tuhan sbg yg terutama dlm hidup kita. Jgn uang menjd ‘tuhan’, kitalah yg hrs jd ‘tuan’ atas kekayaan kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.