DI 28042015
2 Samuel 19:21, 23
Lalu berbicaralah Abisai, anak Zeruya, katanya: “Bukankah Simei patut dihukum mati karena ia telah mengutuki orang yang diurapi TUHAN?”
Kemudian berkatalah raja kepada Simei: “Engkau tidak akan mati.” Lalu raja bersumpah kepadanya.
Simei mengutuki Daud sewaktu dia keluar meninggalkan istana krna pemberontakan Absalom, anaknya. Namun ternyata stlah Absalom mati, Daud tdk dendam pd Simei, bahkan bersumpah tdk akan membunuhnya.
Sbg raja, Daud berhak membunuh org yg tdk berpihak kepadanya, tp kekuasaan yg ada di tangannya tdk digunakan sewenang-wenang tp ada pertanggung jawabannya kpd Tuhan, bahkan tdk perlu sampai bersumpah sbnarnya. Hati Daud bebas dr dendam, itu membuatnya diperkenan Tuhan.
Di saat kita terpuruk, mgkin ada omongan org yg negatif ttg kita, ada yg mgkin jg mengutuk kita, apa respon kita? Marah, dendam dan balas mengutuk? Jgn lakukan itu, Tuhan tdk suka. Tuhan pasti membela org pilihan-Nya, keadilan Tuhan akan nyata, yg benar akan terbukti.
Sebaliknya, jgn kita menjelek-jelekkan org yg sdg terpuruk keadaannya, mgkin memang Tuhan sdg menghukum dia, jgn kita ‘syukurin’, tp doakan biar semuanya mendtgkan kebaikan. Kalau kita kaya, jgn menghina yg menengah dan miskin, jgn kekayaan yg kita pny mengubah hati dan sikap kita menjd angkuh. Kalau Tuhan mau buat kita miskin, semudah membalikkan telapak tangan. Kita dibuat Tuhan kaya bkn utk menghina org lain tp utk memberkati bnyk org.
Kalau Tuhan percayakan sesuatu di tangan kita, apakah itu kekuasaan, kekayaan, karunia, dsbnya, pergunakan utk kepentingan bersama, bkn utk dinikmati sendiri atau menguntungkan diri sndri. Ingat bhw semua itu Tuhan yg beri, ada pertanggung jwban yg akan Dia minta dr kita. Salah menggunakannya maka akan fatal akibatnya, plg parah adalah masuk neraka, jgn main-main dg apa yg Tuhan percayakan.
Ampunilah org yg menyadari kesalahan yg dia perbuat, kalau Tuhan saja mengampuni, knp kita tdk mau?