Jiwa Yang Sombong

DI 12052015

Habakkuk 2:4
“Behold the proud, His soul is not upright in him; But the just shall live by his faith.

Lihatlah si angkuh, jiwanya tidak jujur di dalam dia; tapi orang adil akan hidup oleh imannya.

Bangga itu sesuatu yg baik, tp ketika berlebihan, kebanggaan bs berubah jd keangkuhan/kesombongan. Bangga tapi tetap bersyukur pd Tuhan itu baik, tp bangga dan tdk mengakui keterlibatan Tuhan dlm keberhasilannya, itu sebuah kesombongan.

Dlm ayat ini dikatakan bhw jiwa org yg angkuh itu tdk jujur terhadap dirinya sndri. Tdk jujur berarti tdk mengatakan yg sebenarnya, menutupi kebenaran atau mengelabui hati nurani. Jd sebenarnya org sombong sdg membohongi dirinya sndri, menganggap yg terjd semuanya krna kehebatannya sndri, tdk ada peran org lain di dlmnya, bahkan tdk mengakui peran Tuhan di dlmnya. Org yg sombong itu ‘lupa diri’.

Menjd sombong itu bs tiba-tiba, atau ada yg perlahan-lahan. Org yg karakternya lemah biasanya bisa tiba-tiba menjd sombong ketika mengalami sesuatu yg luar biasa. Kelihatan sekali perubahannya, tp yg lebih berbahaya adalah mrka yg karakternya kuat, tdk langsung kelihatan sombongnya, sekian lama waktu kemudian, mulai perlahan-lahan muncul kesombongan, bahkan si org itupun bs tdk menyadarinya. Perubahannya sedikit demi sedikit.

Setiap org bs menjd sombong, hanya ada yg lebih cepat menyadarinya, ada yg terlambat menyadarinya. Ada baiknya mendengar kesan org-org di sekitar kita: “Sorry ya, kamu koq kelihatannya berubah, mulai kelihatan sombong …” Koreksi diri kita, tak ada ruginya. Mgkin saja yg dikatakannya itu benar, walaupun tdk benar, tak ada salahnya jd peringatan utk kita. Terbuka terhadap pendapat org lain itu tanda tdk sombong, menganggap diri sdh sempurna, tdk butuh org lain, itu sebuah kesombongan.

Rendah hati hrs nyata bkn dr ucapan saja, tp terlihat dr sikap dan perbuatan, menjaga nama baik diri sndri dan nama baik seseorg. Jadilah pribadi yg rendah hati terhadap siapapun.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.