Berasal Dari Hati

DI 18052015

Matius 15:18-19 NKJV
But those things which proceed out of the mouth come from the heart, and they defile a man.
For out of the heart proceed evil thoughts, murders, adulteries, fornications, thefts, false witness, blasphemies.

Tapi hal-hal itu yang mana dihasilkan keluar dari mulut datang dari hati; dan itu mencemarkan seseorang.
Karena keluar dari hati dihasilkan pikiran-pikiran jahat, pembunuhan-pembunuhan, perzinahan-perzinahan, percabulan-percabulan, pencurian-pencurian, saksi-saksi palsu, penghinaan-penghinaan pada Tuhan.

Apa yg ada dlm hati seseorang bkn hanya nantinya terlihat dr tindakan nyata, tp ternyata dimulai dr apa yg keluar dr mulut seseorang. Sederhananya adalah perkataannya.

Setiap org butuh berkomunikasi, namun dr komunikasi ini seringkali terjd hal-hal yg kurang baik: salah paham hingga melukai perasaan seseorg. Hati yg terluka membuat terciptanya celah bagi yg jahat utk masuk, bisa jg spt lobang yg membocorkan isi hati, hati menjd dlm keadaan ‘sakit’ dan ini disukai oleh si jahat.

Perkataan bs membangun jg meruntuhkan. Itu sebabnya jgn sembarangan bcra, dipikir dulu sblum bcra. Ini bkn berarti jd org yg ‘plin plan’, tp org yg bs mempertanggung jwbkan apa yg dikatakan.

Hindari perkataan yg negatif : ejekan, penghinaan, kata-kata kotor, mengutuk, melecehkan, dsbnya. Kalau ini sempat keluar dr mulut kita, berarti sumbernya ada dr dlm hati, hati kita penuh dg hal-hal spt yg kita ucapkan.

Hati kita perlu dijaga, tp mampukah kita menjaga hati kita sndrian? Walau mgkin tanpa sadar kita mengucapkan sesuatu yg efeknya kurang baik, itu tanda bhw kita tdk mampu sepenuhnya menjaga hati kita. Tetap kita butuh Tuhan, bkn berarti kita serahkan penjagaan hati kita pd Tuhan, tp kita tetap menjaga hati dan Tuhan yg menjd perisai hati kita. Bersama dg Tuhan kita bs trs menerus menjaga hati kita tetap sehat dan bebas dr semua yg negatif dan merusak.

Periksalah kesehatan hati kita secara berkala.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.