Cinta Uang

DI 13062015

1 Timotius 6:10 NKJV
For the love of money is a root of all kinds of evil, for which some have strayed from the faith in their greediness, and pierced themselves through with many sorrows.

Karena cinta uang adalah sebuah akar dari semua jenis kejahatan, karena beberapa yang telah disimpangkan dari iman di dalam keserakahan, dan menusuk diri mereka sendiri melalui banyak penderitaan.

Hidup kita butuh biaya dan perlu uang utk membiayai hidup. Ayat ini memperingatkan kita utk terjerat dlm cinta uang. Mengapa? Karena justru akan mengalami bnyk penderitaan.

Bgmna penjelasannya? Bknkah bnyk uang itu membuat hidup jd nyaman dan tdk menderita?

Kalau cinta uang selalu dikaitkan dg bnyk uang itu salah besar, cinta uang jg ketika hanya punya uang sedikit. Bkn hanya yg boros tp jg yg pelit, bkn hanya yg kaya tp jg yg miskin. Bkn jumlah uangnya tp ‘cintanya’ pd uang.

Setiap org Tuhan beri kesempatan yg sama utk diberkati dlm hal keuangan, masalah jumlah uangnya itu bergantung pd ‘jatah’ yg Tuhan sediakan.

Misalkan, jatah uang si A seumur hidupnya 100 milyar, saat mulai berusaha, dia ‘memaksa’ dirinya cari bnyk uang, hingga umur 40 tahun, dia ambil jatahnya 95 milyar. Sisa 5 milyar, pdhal jatah umurnya masih 30 tahun lg. Melewati 30 tahun hanya dg 5 milyar tentu berbeda dg melewati 40 tahun dg 95 milyar. Masa tuanya mgkin tdk senyaman masa mudanya, penuh penderitaan. Keserakahannya dlm mengambil ‘jatah’ berkat keuangannya itu penyebabnya.

Keserakahan bs membuat iman kita disimpangkan: bkn beriman pd Tuhan lagi tp beriman pd uang. Ingin cepat kaya dan rakus kemewahan bs membuat seseorg melakukan apa saja, segala cara dilakukan walaupun Tuhan tdk suka. Org yg beriman teguh pd Tuhan tdk akan kuatir dlm hal keuangan dlm situasi apapun, yakin bhw jatah berkat keuangannya pasti Tuhan berikan sesuai dg cara yg Tuhan sukai.

Uang pny daya tarik yg luar biasa, jgn terpesona dg itu, cintailah Tuhan yg adalah sumber hidup kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.