Kita Hidup Untuk Hidup

DI 16062015

Matius 8:22 NKJV
But Jesus said to him, “Follow Me, and let the dead bury their own dead.”

Tapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku, dan biarkan yang mati menguburkan kematian mereka sendiri.”

Kematian org yg dikasihi memang mendukakan hati, namun Yesus memberi sebuah peringatan keras melalui ayat ini. Apa itu?

Biarkan org mati menguburkan kematian mereka sendiri, maksudnya adalah bhw org yg telah mati sudah ‘masuk atau berpindah’ ke alamnya sendiri yaitu alam atau dunia di mana semua roh org mati dikumpulkan bersama sblum semuanya diadili di depan ‘tahta putih’ pengadilan terakhir Tuhan, tempat ini terbagi 2: tempat yg enak dan satu lg tempat penuh siksaan. Tapi ini blm surga dan neraka kekal.

Dunia org mati itu terpisah dg dunia yg kita hidupi skrg. Artinya, kalau ada org yg kita kasihi meninggal, tak ada gunanya berduka terus menerus. Sedih dan berduka sesaat itu wajar, tp jgn larut dlm kedukaan krna itu berbahaya. Apa bahayanya?

Ulangan 18:10-11 ILT
Janganlah didapati di antaramu … seorang yang bertanya kepada arwah atau seorang ahli nujum atau seorang yang mencari petunjuk kepada yang mati.

Tuhan murka bila ada org yg mencoba berhubungan dg dunia org mati. Ini sbnarnya membuka celah bagi iblis utk menipu kita. Org yg mati, rohnya tak bs kembali ke dunia org hidup. Kalau ada irg yg coba berhubungan dg dunia org mati, maka iblis dan malaikatnyalah yg mengambil rupa spt roh org yg mati itu shga org itu ‘tertipu’ iblis.

Jgn ajak bcra foto org yg sdh meninggal, itu bodoh dan salah. Merayakan ulang tahun org yg sdh mati jg sebuah kebodohan, mati berarti umurnya ‘stop’, tak bertambah. Lalu bgmna dg budaya sebagian org utk mengadakan doa 7, 40, 100 hari utk org yg mati? Kalau mengenang itu wajar, tp berdoa utk org mati jelas tdk perlu dan tdk boleh, krna org yg mati, rohnya sdh ‘diurus’ Tuhan, tak perlu kuatir bgmna keadaan dia di dunia org mati. Itu urusan Tuhan dan malaikat-Nya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.