DI 17062015
Mazmur 23:2
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ada saat di mana kita merasa sangat lelah, letih, lesu, lemah lunglai, hati rasanya takut, kuatir, pikiran tak terkendali, emosi naik turun, rasanya kita bkn menjd diri kita yg sebenarnya. Apa reaksi Tuhan?
Daud menggambarkan dirinya sbg domba yg digembalakan oleh seorg gembala, gembala itu menggambarkan Tuhan. Salah satu yg dilakukan gembala adalah memimpin atau membimbing kawanan domba ke air yg tenang. Jiwa kita butuh ketenangan.
Dlm Tuhan kita dapati ketenangan, namun mengapa di saat kita butuh ketenangan, kita merasa Tuhan jauh dr kita? Ini masalah pengenalan kita dg Tuhan bgmana kualitasnya.
Domba mengenal suara gembalanya. Krna mengenal gembalanya dg baik, domba akan mengikuti kemana gembala memimpinnya berjalan. Apakah kita mengikuti apa yg Tuhan instruksikan, baik secara langsung atau melalui org-org yg Dia pakai utk menolong kita dan jg melalui ayat firman Tuhan? Ini bergantung percaya kita pd Tuhan.
Tekanan, masalah dan godaan bs melumpuhkan iman, rasanya sulit percaya bhw Tuhan akan bertindak, mgkin kita kecewa pd Tuhan, ragu dan mulai menilai Tuhan spt ini dan itu. Sbg gembala yg baik, Dia tetap akan memimpin kita ke air yg tenang, tp tergantung kita, mau ikut atau tidak.
Kalau kita pikir bhw Tuhan akan menyelesaikan semuanya, tentu tdk selalu demikian yg terjd. Ada saatnya Dia yg menyelesaikannya, ada saatnya jg Dia hanya memberi petunjuk dan kitalah yg menyelesaikan semuanya. Jgn punya pikiran yg salah ttg Tuhan, ini yg seringkali membuat kita kecewa dan menjauh dr Tuhan.
Sekalipun kita menjauh dr Tuhan, Dia akan mencari kita krna Dia adalah gembala yg baik. Dia tetap mengasihi kita sekalipun kita kecewa terhadap-Nya. Menjauh dr Tuhan bukanlah jalan keluar yg terbaik, justru itu menambah masalah baru, krna iblis memang ingin kita kecewa dan menjauh dr Tuhan. Tetaplah berdoa, tetap percaya.