Salah Bersekutu

DI 06102021

2 Tawarikh 20:37
Tetapi Eliezer bin Dodawa dari Maresa bernubuat terhadap Yosafat, katanya: “Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu.” Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tak dapat berlayar ke Tarsis.

Bukan saja kita hrs memilih siapa saja yg akan menjd teman kita, pergaulan hrs benar, namun dgn siapa kita akan bersekutu, bekerja sama, mendampingi kita, itupun hrs dg org yg tepat mnrut pandangan Tuhan.

Mgkin kita pernah dengar kesaksian dr seorg pengusaha, dia ingin berkompani atau bekerja sama dg perusahaan yg saat itu diprediksi pny kekuatan dan jg masa dpn yg luar biasa, namun ketika dia berdoa pd Tuhan ternyata diberikan impresi atau satu kesan bhw rencana itu akan berdampak buruk di masa dpn, terpaksa gagal bekerja sama. 1 tahun kemudian perusahaan ini kolaps dan akhirnya bangkrut. Kita hrs ingat bhw Tuhan menginginkan kita diberkati, bkn dikutuk, dan ini ditentukan oleh dengan siapa kita akan bersekutu atau bekerja sama. Dlm kisah ayat ini raja Yosafat mengalami hal buruk ketika bermitra dg raja Ahazia, anak raja Ahab, hidup tdk takut akan Tuhan, dlm pandangan Tuhan hal ini sesuatu yg salah, akibat yg terjd spt dlm ayat yg kita baca.

Apa yg buruk bs merusak apa yg baik, hal ini perlu kita sadari sejak awal. Kita bebas ingin berkenalan dg siapa saja, namun tdk semua org yg kita kenal itu pantas utk kita jadikan teman, org yang akan sering bergaul dg kita. Ingat bhw dlm sebuah pergaulan, ada interaksi yg terjd, bs saling mempengaruhi satu sama lainnya. Kalau yg ‘ditularkan’ itu sesuatu yg baik dan positif, tentu ini adalah sebuah ‘berkat’ bagi kita, tapi kalau yg ditularkan itu suatu yg buruk dan negatif, ini nantinya bagi kita bisa menjd sebuah ‘kutukan’ di masa depan. Dlm hal berbisnis dan bermitrapun, hrs dg org yg benar, yg punya takut akan Tuhan dan disetujui oleh Tuhan sndri. Sesuatu yg kelihatan kuat dan profit, blm tentu tetap kuat dan profit di masa depan, apapun di dunia ini bs berubah sewaktu-waktu.

Lebih baik punya sedikit teman tapi berkualitas, drpd punya bnyk teman yg punya bnyk kebiasaan buruk, kita hrs lihat apakah mrka membuat kita nanti beruntung atau justru membuat kita bernasib malang di masa depan.

Posted in Renungan | Comments Off on Salah Bersekutu

Pujian Penyembahan

DI 05102021

Matius 26:30
Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

Hanya sedikit ayat dlm Alkitab menulis ttg kebiasaan Yesus dan para murid ketika mereka berkumpul bersama, ada pujian yg dinyanyikan utk Tuhan.

Zaman skrg kita mengenal ttg ‘pujian penyembahan’ sbg bagian dr ibadah dan jg doa pribadi pd Tuhan. Sebagian kalangan percaya bhw saat melakukan pujian penyembahan maka ada hadirat Tuhan yg turun dan Tuhab menjamah umat-Nya dlm bbrpa cara. Bagi kaum apostolik profetik’, saat melakukan doa peperangan rohani, maka sebelumnya dimulai dg pujian penyembahan. Dlm Kisah Para Rasul 16:19-40, saat Paulus dan Silas ada dlm penjara, menaikkan pujian bagi Tuhan, maka terjadi gempa bumi shga mrka akhirnya terbebas dari belenggu dan pintu penjara terbuka, dan kemudian mrka menginjili kepala penjara dan keluarganya, membaptis mrka shga seisi rumahnya percaya pd Kristus. Ada kuasa Tuhan yg bekerja saat pujian penyembahan dinaikkan pd Tuhan.

Dlm bbrpa peperangan, bangsa Israel menempatkan para imam di barisan terdepan, dlm 2 Tawarikh 20, kita lihat saat para org Lewi mulai memuji Tuhan maka Tuhan berperang bagi mrka dan membuat Bani Amon dan Moab kalah dlm peperangan. Tentunya tujuan dari kita memuji Tuhan adalah sbg bentuk penghormatan kita pd Tuhan, krna Dia layak utk dipuji dan disembah. Bkn ttg suara kita apakah bagus atau tdk, tapi memuji Tuhan adalah suatu kewajiban bagi kita, mengekspresikan kasih kita pd Tuhan dlm bentuk nyanyian. Pujian tertentu menjd sebuah ‘berkat’ bagi org yg dijamah Tuhan: ingin bertobat saat mendengar pujian, mengingatkan ttg firman Tuhan lewat pujian, dsbnya. Jd biasakan utk menaikkan pujian jg sbg wujud ucapan syukur kita, kesaksian dan jg saat moment kedukaan.

Naikkan pujian pd Tuhan dg segenap hati, berikan yg terbaik utk Tuhan, lagu rohani lebih baik didengarkan krna ada kuasa Tuhan yg bekerja melaluinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Pujian Penyembahan

Pengajarannya Tidak Salah

DI 04102021

Matius 23:3
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Ayat ini Yesus sampaikan utk para ahli Taurat dan orang Farisi, golongan org yg tahu pasti ttg hukum Taurat serta mengajarkannya, tp perbuatan mrka itu ternyata tdk didasari jg oleh pengajaran mrka sndri.

Sbg org Kristen, kita hrs pny paham yg benar ttg siapa itu ‘pelaku firman’, krna yg sering terjd adalah bnyk tuntutan yg diarahkan hanya pd org yg bnyk bicara ttg firman Tuhan: para hamba Tuhan, org-org yg terlibat dlm plynan, atau yg biasa membawakan sharing renungan firman Tuhan. Selain itu mrka yg punya posisi tertentu dlm komunitas rohani jg menjd ‘sasaran’ tuntutan utk sempurna dlm melakukan apa yg mrka ajarkan atau sharingkan. Tp sadarkah kita bhw bukan mrka saja yg wajib utk menjadi pelaku firman? Anda dan saya, setiap org Kristen pny kewajiban yg sama dlm hal ini. Bedanya hanya mrka itu punya kemampuan utk mengajar, kita mgkin tdk pny kemampuan spt itu. Memaknai ayat yg kita baca, maka kita perlu untuk berpikir scra jernih dan sesuai dg apa yg Tuhan ajarkan pd kita.

Pertama, yang diajarkan adalah firman Tuhan, bkn ‘firman’ mereka sndri. Tentu ini beda dg ajaran sesat yg di dalamnya ada hal yg benar dan dimasukkan juga hal-hal yg salah. Dlm konteks para ahli Taurat dan org Farisi, yg mrka ajarkan adalah isi dr kitab Taurat, jd bkn ajaran sesat, walaupun dlm bbrpa hal mereka sdkit mencampurkannya dg adat dan budaya di zaman itu. Kita dengarkan yg diajarkan para hamba Tuhan, apakah perbuatan mrka sejalan dg ajarannya atau tdk, itu hak Tuhan utk menghakimi mrka, bkn bagian kita. Mrka dan kita jg dituntut Tuhan utk menjd pelaku firman Tuhan, jd belum tentu kalau kelakuan mrka yg buruk atau jahat itu berarti apa yg mrka ajarkan itu salah, sekali lg kita hrs bedakan mrka dg pengajar sesat. Lebih baik kita mengkoreksi diri sndri apakah sdh menjd pelaku firman atau belum, kalau belum, apa bedanya kita dg mrka?

Setiap dr kita adalah pelaku firman Tuhan, apa yg kita ajarkan atau yg kita terima dr para pengajar firman Tuhan, haruslah terlihat dr perbuatan kita dlm keseharian.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengajarannya Tidak Salah

Tuhan Memerlukannya

DI 02102021

Matius 21:2-3
dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.
Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.”

Kalau kita terbiasa teliti dlm membaca, maka ada hal menarik yg bs kita temui dlm kisah ini, yaitu para murid sesuai dg perintah Yesus membawa 2 keledai, keledai betina dan anaknya.

Ini gambaran ttg keluarga, ada orgtua dan anak, dan ini bcra ttg Tuhan ingin memakai keluarga utk melayani apa yg menjd kebutuhan Tuhan. Knpa disuruh membawa keledai betina dan anaknya sekaligus? Krna anak keledai itu masih membutuhkan induknya, dan Yesus tdk ingin memisahkan keduanya. Kalau bs kita aplikasikan dlm dunia pelayanan, Tuhan ingin memakai semua anggota keluarga utk memenuhi kebutuhan-Nya yg kita sebut sbg pelayanan utk Tuhan. Mgkin sang ayah punya kemampuan di bidang musik, sang ibu pny karunia dlm hal doa, anak-anak mgkin jg pny bakat yg bs Tuhan gunakan dlm pelayanan, dsbnya. Dlm melayani tentu saja butuh pengorbanan waktu, dana dan tenaga, inilah yg kadang-kadang menjd hal yg dipertimbangkan ketika ada anggota keluarga yg ingin dipakai Tuhan.

Bgmna nanti dg keluarga kalau saya melayani? Bgmna soal keuangannya? Bgmna soal waktu bersama keluarga? Anak-anak kan hrs diawasi belajarnya, kalau saya pelayanan, takut studi mrka jd buruk, dsbnya. Ini hal yg wajar dan mgkin pernah terlintas dlm pikiran kita saat ingin memenuhi panggilan Tuhan utk melayani Dia. Namun ingatlah ttg keledai betina dan anaknya, mrka tdk dipisahkan oleh Yesus, artinya Dia akan jg memantau keadaan si anak keledai ini, dan pasti ada yg menjaganya. Bkn salahnya Tuhan jika seseorg melayani Tuhan tp keluarganya berantakan. Ada hal yg perlu kita perhatikan: benarkah ini adalah panggilan Tuhan utk saya? Benarkah cara saya mengatur waktu utk keluarga dan pelayanan? Tepatkah porsi pelayanan yg saya ikuti tanpa hrs mengorbankan kepentingan keluarga? Tuhan pasti menjamin hidup org dan keluarganya saat mrka memenuhi panggilan Tuhan utk melayani.

Tuhan mau pakai profesi, talenta dan karunia yg kita miliki, jgn ragu utk ikut dlm pelayanan, namun perhatikan porsi yg tepat dlm pelayanan kita shga kita dan keluarga dijamin Tuhan tetap dlm keadaan baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Memerlukannya

Hidup Damai

DI 01102021

Ibrani 12:14
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Hidup damai dlm istilah umumnya kita kenal sbg ‘hidup rukun’, tentu tdk lepas dr masalah dan konflik yg terjadi dalam sebuah lingkungan maupun kelompok, yg terdekat tentu dg tetangga kita.

Kita sbg anak-anak Tuhan mengemban tanggung jwb sbg org yg membawakan damai di manapun kita berada, artinya kita menjd org yg ramah, terbuka, tidak ekslusif dan jg tdk ingin ‘ribut’ dg siapa saja. Namun dlm sebuah lingkungan tentunya sifat dan karakter org berbeda satu sama lain, blm lagi ttg perbedaan status sosial dan ekonomi, kadang bs memicu iri hati, fitnah, pertengkaran, dsbnya, krna memang ada saja org-org yg tdk suka damai, ingin mengambil keuntungan dr keadaan org lain. Inilah pentingnya kita bertoleransi, menerima perbedaan sbg sebuah realita, apapun yg terjd, jgn sampai kitalah yg menjadi pemicu pertengkaran atau keributan, sbg org Kristen tentunya kita hrs tetap mengedepankan kasih pd sesama di manapun kita berada.

Berusaha hidup damai tentu tdk mudah karena tdk semua org mengerti bgmna hidup berdampingan dg org lain. Ada yg bertindak seenaknya sndri tanpa peduli dg kepentingan org lain, atau ada yg iri shga menyebarkan fitnah ttg seseorg yg membuat lingkungan menjd resah shga menimbulkan keonaran. Kalau kita yg menjd ‘korban’, apa yg hrs kita lakukan? Tentunya perlu bantuan pihak penengah utk menyelesaikan apa yg sdg terjd. Bangun komunikasi shga penyebab sbnarnya dr masalah yg ada bs diketahui dan diselesaikan. Kitapun bila diminta menjd pihak penengah, ini kalau sesuai dg kapasitas diri kita, hrs memberi bantuan utk menyelesaikan masalah yg ada. Perlu waktu, proses dan kedewasaan dlm mencari damai di tengah-tengah lingkungan kita, namun kita hrs selalu menunjukkan niat baik kita utk hidup berdampingan dg org lain.

Jgn jd penyebab masalah, tp jadilah org yg membawa damai, krna dengan keadaan damai yg kondusif, kita bisa melakukan keseharian kita dg baik dan lancar.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Damai

Hak-Nya Tuhan

DI 30092021

Matius 20:15
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

Perumpamaan tentang upah pekerja kebun anggur ini mengajar kita untuk paham bhw Tuhan pny hak memakai apa yg adalah milik-Nya sndri tanpa perlu mempertimbangkan pendapat org lain ttg itu.

Upah pekerja dibayar sama walaupun ada yg sdh bekerja sejak pagi maupun yg baru bekerja 1 jam saja. Pasti ini tdk adil menurut penilaian manusia, dan ini manusiawi sekali, namun mengenai hal upah tentu diberikan sesuai perjanjian kerjanya dan tuan dlm perumpamaan ini menepati janji-Nya membayar upah sesuai dg perjanjian kerja yg dibuat. Jd tdk ada yg salah, tdk ada yg tdk adil, dan tdk ada yg pilih kasih. Di sini yg hrs kita pahami adalah bhw seorg tuan pny hak khusus utk mengatur para pekerja atau hambanya, dan ini tdk bs diubah oleh siapapun kecuali si tuan itu sndri. Kalau kita sadar bhw ‘tuan’ dlm hidup kita adalah Tuhan, maka kita hrs sadar diri dan paham bhw kedaulatan Tuhan itu bersifat mutlak dan Dia punya hak penuh utk menggunakannya sesuai dg kehendak-Nya.

Kalau Tuhan menunjukkan kemurahan hati-Nya pd org lain, kita tdk boleh utk protes akan hal itu krna antara Tuhan dan org itu ada ‘kesepakatan’ yg telah Tuhan atur utk org itu. Kita tdk boleh iri hati apalg menggugat tindakan Tuhan dg dalih bhw hal itu tdk adil, kita kurang dikasihi Tuhan, dsbnya. Malahan kita hrs ikut bersyukur bila org itu diberikan hal yg ‘lebih’ oleh Tuhan. Bukankah kita jg pernah menikmati kemurah harian Tuhan dan bersukacita karenanya? Hal yg penting adalah bgmna kita berbuat hal-hal yg lebih mendptkan perkenanan Tuhan shga tentu ‘upah’ atau berkat yg nantinya kita terima jauh lebih banyak dan besar drpd yg skrg kita nikmati. Justru kita hrs berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas diri, menambah kapasitas dan semakin rendah hati di hadapan Tuhan shga kita nantinya bisa menikmati kemurah hatian Tuhan scra bersama-sama.

Daripada mengomentari keadaan org lain, lebih baik mengoreksi diri dg jujur dan mendapatkan diri kita jauh lebih baik dibandingkan sekarang ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Hak-Nya Tuhan

Ada Saatnya Menghindar

DI 29092021

Matius 12:14-15
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.

Menghindar seringkali diartikan sbg rasa takut utk berhadapan, tdk berani utk melawan, dsbnya. Bisa disamakan spt tindakan seorg yg pengecut, lemah dan tdk berdaya.

Yesus pernah menghindari bertemu dg org-org Farisi yg ingin membunuh Dia. Apakah Yesus takut pd mrka? Tentu bukan krna takut, pasti ada sebab lain yg menjd alasannya. Pastinya Yesus tahu bhw kpn Dia akan mati, caranya bgmna dan oleh siapa. Jd ini hanya masalah menyesuaikan dg waktu yang telah ditentukan. Ingat bhw Yesus itu Mahatahu, pasti Dia tdk sembarangan bertindak, ada pertimbangan matang dan ada maksudnya. Jd menghindar itu bkn selalu berarti takut dan lemah, tapi sebuah tindakan yg didasari pemikiran yg matang ttg situasi yg sdg dihadapi. Kita hrs tahu siapa yg perlu kita hadapi, kpn waktunya dan apakah itu berguna bagi kita jika berhadapan dg mrka. Tdk selalu segala sesuatunya hrs dihadapi skrg ini, ada yg dihadapi nanti di waktu yg tepat dan sesuai dg ketentuan Tuhan.

Mengikuti ego dan emosi bs berakibat buruk pd masa depan kita, walaupun kita pny keberanian yg khusus, tp kita hrs berpikir matang sblum bertindak. Untung ruginya perlu jd pertimbangan utama, dan paling penting jgn sampai kita terjebak dlm pancingan iblis lewat org-org yg berniat jahat terhadap kita. Mengikuti emosi tp kehilangan banyak hal tentu sebuah kebodohan yg perlu dihindari, jadilah bijaksana dan cermat dlm pengendalian diri kita sepenuhnya. Emosi hanya memicu gengsi kita, tapi itu bs membuat kita kehilangan kendali diri, dan inilah celah bagi iblis utk mulai masuk merusak kehidupan kita, tentu ini tdk boleh terjd. Tetap tenang dalam menghadapi sikap mrka yg memusuhi kita, walaupun mrka memancing dgn kata-kata yg menyinggung ego kita.

Mgkin org lain menilai kita pengecut, biarkan saja org berkata apapun ttg kita, yg terpenting adalah kita bisa utk tetap mengendalikan diri sepenuhnya dan tdk mengalami kerugian yg fatal.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Saatnya Menghindar

Ujian Hati

DI 28092021

Yeremia 12:3
Ya TUHAN, Engkau mengenal aku, Engkau melihat aku, dan Engkau menguji bagaimana hatiku terhadap Engkau. Tariklah mereka ke luar seperti domba-domba sembelihan, dan khususkanlah mereka untuk hari penyembelihan. —

Salah satu hal yg Tuhan uji dr hati kita adalah bgmna sikap hati kita pd Tuhan, sesuatu yg tdk bs terlihat oleh org lain, krna Tuhanlah yg tahu persis hati kita spt apa kondisinya.

Apakah hati kita masih tertuju pd Dia? Atau ada hal-hal lain yg mulai menarik hati kita lebih condong ke sana? Itulah sebabnya kita diperingatkan utk selalu berhati-hati dg ‘berhala zaman ini’, yang bisa membuat hati kita tdk lg terarah pd Tuhan dan lebih menyukai yang lain. Apakah hati kita masih sepenuhnya bs mengasihi Tuhan? Mgkin ada sesuatu yg mengganjal di hati kita ttg Tuhan, itu bs berupa kekuatiran, kekecewaan krna Tuhan tdk mengabulkan permintaan yg kita doakan, dsbnya. Kita kehilangan kasih yg mula-mula pd Tuhan, masih tetap berdoa, beribadah, namun semua itu hanyalah rutinitas rohani saja, tidak lagi didasari oleh kasih pd Tuhan, cuma ingin org lain melihat kita masih aktif dlm kerohanian, dan lama kelamaan kita berubah menjd org yg munafik.

Apakah hati kita tetap percaya penuh pd Tuhan? Di saat kerasnya kehidupan yg kita jalani, iman tdk selalu tegak dan kuat, masalah dan pencobaan serta tekanan hidup bs membuat kita tawar hati dan takut, kita mulai bimbang dan mencari solusi alternatif di luar Tuhan. Apakah hati kita msh menyukai firman Tuhan? Bergairah utk lebih mengerti & melakukannya dlm keseharian? Atau kita lebih menyukai hiburan-hiburan yg ditawarkan oleh dunia ini? Apakah hati kita masih mencari Tuhan setiap hari? Ataukah kita mulai malas utk datang ke hadirat Tuhan, krna kita stress, mumet, dan mulai kurang percaya bhw firman itu berkuasa mengubah keadaan yang sdg terjd? Suasana hati sangat mudah utk berubah, kita yg hrs bisa menjaga serta memeliharanya dg baik.

Bagaimana hati kita terhadap Tuhan di hari-hari ini? Jagalah hati jgn sampai menjd tawar, pahit dan terluka, tetaplah bangun hubungan yg intim dg Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ujian Hati

Jangan Sombong

DI 27092021

Yeremia 9:23
Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,

Bangga dg pencapaian tentu sesuatu yg wajar, menghargai jerih payah sndri dan berhak menikmati hasilnya, namun rasa bangga ini tentunya jgn kelewat batas berubah menjd kesombongan.

Dlm kesombongan ada peninggian diri, artinya merendahkan org lain, bahkan sampai level menghina org lain. Ada 3 hal yg bs membuat seseorg itu menjd sombong, dlm ayat ini disebutkan ttg kebijaksanaan, kekuatan, dan kekayaan yg dimiliki. Bgmna org bijak bs berubah menjd sombong? Bukankah org bijak itu pikirannya jernih dan hatinya baik? Ini terjd krna seseorg tdk lagi menjaga hati dan pikirannya dg baik. Merasa diri lebih baik drpd org lain, menerima bnyk pujian dan sanjungan yg berlebihan, ini membuat kita merasa diri hebat, mulai utk berpikir bhw kita bs tanpa org lain bahkan tanpa Tuhan. Inilah yg hrs kita waspadai, ingin menjd hebat seringkali adalah benih kesombongan yg masuk dlm pikiran dan hati kita melalui celah keinginan ingin dipuji dan disanjung tinggi.

Org yg kuat, bukan hanya kuat fisiknya, tp jg dlm arti memiliki kuasa, bertemu dg mrka yg lemah dan tak berdaya, bs membuat dirinya sombong. Ketika org itu berpikir dirinya tdk spt org yg lemah, kelihatannya dia bersyukur, tp sbnarnya dia sdg menyombongkan diri. Kita kuat krna Tuhan yg menguatkan kita. Hal yg selanjutnya adalah kekayaan, bnyk org yg beranggapan bhw kepintaran diukur dg sbrpa harta yg dimiliki, makin kaya berarti otaknya makin pintar. Memang ada org yg pintar mencari uang, tp dia tdk pintar dlm membina keluarga yang bahagia. Org miskin dipandang sbg org yg bodoh dan dungu, dan berpikir bisa bebas utk merendahkan mrka. Ingatlah bhw Tuhanlah yg memberi kekayaan utk kita miliki dan ini tdk utk digunakan semau kita, ada tanggung jwb nantinya pd Tuhan ketika tiba hari penghakiman.

Tdk ada org yg sempurna, kita butuh org lain utk melengkapi hidup kita, kita mgkin unggul di satu bidang, tp org lain jg pny keunggulan di bidang yg kita lemah di dlmnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sombong

Mendua Hati

DI 25092021

Yeremia 7:9-10
Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal,
kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!

Perzinahan yg terjd dlm pernikahan itu sesuatu yg hampir tdk terampuni, tentu sangat menyakiti pasangan yg merasa dikhianati sekian waktu lamanya, dan bnyk yg berakhir dg perceraian.

Menyembah berhala itu disamakan dg tindakan perzinahan, istilah yg sering dipakai adalah ‘perzinahan rohani’, sbg bentuk ketdk puasan dan tdk setia pd Tuhan. Perzinahan itu adalah menodai kesucian dr pernikahan yg dikuduskan Tuhan, bkn hanya mengkhianati cinta pasangannya tp jg berkhianat pd janji nikah yg diucapkan pd Tuhan. Bangsa Israel pd zaman itu seringkali jatuh dlm dosa penyembahan berhala, pdhal dlm sejarah jelas Tuhan sangat mengasihi bangsa Israel, menjaga mrka dr musuh yg ada di sekelilingnya, berulang kali Tuhan mengampuni ketdk setiaan yang mrka lakukan, bbrpa kali Tuhan biarkan menderita demi memberi kesempatan mrka utk bertobat, namun dr generasi ke generasi, ada saja yg ‘kumat’ dan bahkan memancing murka Tuhan utk bangkit, tdk ada rasa takut akan Tuhan.

Hidup kita jgn mendua hati, ingin bisa masuk surga, rajin ke gereja, ikut dalam plynan, tp di sisi lain masih bermain dg dosa dan keinginan daging. Dlm pikiran mrka ada pikiran sesat mengenai ‘cuci dosa’, hr Minggu beribadah spt sedang cuci dosa yg dilakukan dr Senin hingga Sabtu. Yg penting masih ke gereja, kan tdk pindah agama, cuma ‘lirik’ sedikit apa yg ada di ‘tetangga’, maka kita lihat ada saja org Kristen yg masih ke dukun dan tukang ramal, melakukan ritual yg katanya ‘ilmu putih’, yg penting kan tdk menjahati org lain, cuma ‘ngisi’ tubuh saja biar kuat dan sakti, tdk sampai utk menyangkal Tuhan, dsbnya. Di mata Tuhan, jelas ini hal yg jahat dan pasti Tuhan murka karenanya. Ingat utk bisa masuk surga, ada syarat-syarat yg hrs kita penuhi, bkn jd org Kristen jd pasti masuk surga.

Kalau ada ‘berhala’ dlm hidup kita, hrs segera disingkirkan, jgn bermain-main dg kasih karunia Tuhan, ada waktunya kesabaran Tuhan itu sampai pd batasnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mendua Hati