Merubah Nasib

DI 16102021

Amsal 17:2 KJV
A wise servant shall have rule over a son that causeth shame, and shall have part of the inheritance among the brethren.

Hamba yang bijaksana akan berkuasa atas anak laki-laki yang membuat malu, dan akan mendapat bagian dari warisan di antara saudara-saudaranya.

Hamba atau budak, kita sebut pelayan, pd zaman dulu itu status sosialnya di pandangan masyarakat sangat rendah, hampir dipersamakan spt (maaf) hewan peliharaan, itulah realitanya.

Dlm kisah bbrpa tokoh Alkitab yg dlm hidupnya pernah menjd budak, mereka mengalami perubahan nasib krna cara mrka bekerja yg bs membuat majikan mrka puas dan bs mempercayai harta benda atau tugas penting. Yusuf, anak Yakub, anak emas yg krna ketentuan Tuhan nantinya akan menjd penguasa nomor 2 di Mesir, hrs menjalani proses Tuhan dg menjd budak, namun karena penyertaan Tuhan dan jg cara dia dlm bekerja, maka promosi demi promosi Yusuf alami hingga akhirnya menjd org nomor 2 di Mesir. Daniel dan 3 teman yg sama-sama diangkut ke Babel sbg tawanan, krna penyertaan Tuhan dan hikmat serta cara mrka bekerja yg baik, mendpt posisi penting di kerajaan Babel, dari tawanan menjd penguasa di kerajaan yg menjajah bangsa mereka.

Budak yg bijaksana, ini yg perlu utk kita perhatikan 2 kata ini: budak dan bijak. Nasib sbg budak itu sebuah realita yg memang bs krna ketentuan Tuhan, atau krna situasi yg terjd dlm keluarga atau dirinya sndri. Tapi apakah sampai mati tetap jd budak? Dlm ayat ini kita temukan bhw ada ‘kesempatan’ untuk merubah nasib, bahkan mengubah apa yg sebagian org percaya sbg ‘takdir’, ini terjd jika anak majikannya berlaku jahat dan membuat malu keluarganya. Ada satu aturan pd zaman itu bhw jika tidak punya anak, maka warisan bs diberikan pd pelayan yg dikasihi oleh tuannya:

Kejadian 15:3
Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.”

Jadi dlm dunia ini, posisi kita skrg bisa saja suatu saat Tuhan gantikan dg org lain yang menduduki posisi kita, kalau kita ini ‘membuat malu’ Tuhan, apa yg Tuhan janjikan semula, akhirnya Dia berikan utk org lain. Ingat bhw Daudlah yg akhirnya menerima janji Tuhan bhw dia dan keturunannya akan menjd raja atas Israel, yg semula itu dijanjikan pd Saul.

Yakub mendpt hak kesulungan dan Esau hanya menerima sdkit berkat dari ayahnya, ingatlah bhw nasib dan takdir bs berubah dlm keKristenan.

Posted in Renungan | Comments Off on Merubah Nasib

Jauh atau Dekat?

DI 15102021

Amsal 15:29
TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.

Kadang kita terlena dg perkataan yang menyejukkan hati namun lupa bahwa ada kondisi yg menyertainya, misalnya mengenai ‘Tuhan itu dekat dengan kita’.

Tuhan itu tdk jauh, tapi dekat di hati, ini sering kita dengar dan tentunya sangat menghibur hati kita, tapi nanti dulu, dlm ayat di atas ternyata dekatnya Tuhan itu dg kita ada kondisi atau syaratnya: Tuhan jauh kalau kita hidup scra fasik, tahu firman Tuhan tp tdk mempercayai apalg melakukannya. Inilah gunanya kita membaca Alkitab dan belajar utk memahaminya scra benar, apa yg kita dengar dr khotbah di gereja, dr sharing renungan, dsbnya, terkadang tdk scra lengkap menerangkan ttg apa yang jadi topiknya, shga yg kita terima itu hanya sebagian saja kebenaran. Mencatat itu baik dilakukan, tp memperdalam lagi apa yg dicatat itu justru sangat penting karena kita akan menemukan sisi lain dr materi yg dibahas, shga kita melihat secara lebih utuh apa yg Tuhan ingin kita mengerti ttg firman Tuhan.

Tuhan dekat dg org yg hidup benar di hadapan-Nya, jd yg kita hrs perhatikan adalah bgmna caranya kita bisa hidup benar di hadapan Tuhan. Tentu saja ini perlu membaca Alkitab krna ada bnyk ayat yg menggambarkan org benar itu hidupnya bgmna, apa yg hrs dilakukan, apa yg hrs dijauhi dan bgmna cara kita utk mendekat pd Tuhan. Belajar dr apa yg kita baca dlm Alkitab, tokoh-tokoh yg hidupnya berkenan di hati Tuhan, jg belajar dr hidup tokoh-tokoh yg hidup scra fasik, spya kita tahu apa yg Tuhan tdk suka utk kita lakukan. Jadi tahu apa yg Tuhan suka dan yang Dia tdk sukai, shga kita bs hidup sesuai dg apa yang Tuhan ajarkan lewat firman-Nya, shga waktu kita berdoa, doa kita didengar Tuhan dan waktu-waktu doa kita menjd waktu yg penuh dg damai dan sukacita serta kita bergairah utk trs berdoa.

Jika kita ingin Tuhan dekat dg kita, hiduplah sbg org benar, bkn org fasik, krna Tuhan itu jauh dr kehidupan org yg fasik, doanya tdk akan didengar Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jauh atau Dekat?

Orang Munafik

DI 14102021

Amsal 11:9 KJV
An hypocrite with his mouth destroyeth his neighbour: but through knowledge shall the just be delivered.

Orang Munafik dengan mulutnya menghancurkan sesamanya, tapi melalui pengetahuan, orang benar akan diselamatkan

Kata ‘hoax’ baru populer bbrpa tahun ini, digunakan utk kabar atau berita yg isinya kebohongan, kejadian lama dibilang sbg kejadian yg update, dsbnya.

Berita hoax ttg seseorg bisa berakibat merusak nama baik org itu bahkan bisa utk ‘membunuh karakter’ seseorg, bila dipercaya org bnyk, maka bs terjadi hal yg buruk, misalnya karier org terjegal, bisnisnya terpuruk krna hoax ttg produk andalannya dipercaya bnyk org, rumah tangga yg harmonis bs hancur karena adanya hoax yg berhembus dan masuk ke telinga anggota keluarga, dsbnya. Dlm ayat ini ternyata pelaku hancurnya hidup org lain ternyata salah satunya adalah jenis org yg munafik. Orang yg kelihatannya baik, pdhal jahat sekali, yg kelihatannya religius tapi perbuatannya mirip penghuni neraka, yg katanya tdk mgkin melakukan yg negatif, malah dia sering melakukannya. Setiap kita pasti punya definisi masing-masing ttg apa itu org munafik.

Org munafik menghancurkan sesama dg mulutnya, lebih detailnya itu melalui perkataannya. Wujudnya bs gosip, kata makian, menyebarkan berita hoax, adu domba lewat perkataan, dsbnya. Kita jgn bergaul dg mrka, kenal tp jgn dekat dan bnyk menghabiskan wkt dg mrka. Mrka kelihatannya manis dan baik di depan kita, tapi di hadapan org lain, dia justru menjelek-jelekkan kita shga org bs terpengaruh dan membenci kita. Mrka tipe org-org yg ingin punya citra baik di hadapan org-org tertentu, tapi ternyata dia jg melakukan hal yg sama spt org lain lakukan, spt istilah ‘maling teriak maling’, menghakimi org lain pdhal dirinya jauh lebih parah dr org itu. Kemunafikan seringkali digambarkan sbg ‘topeng’ yg menutupi keaslian sifat seseorg.

Jgn sampai kita menjd org yg munafik, pergunakan mulut dan lidah kita untuk mengucapkan hal-hal baik, memberi semangat dan menghibur.

Posted in Renungan | Comments Off on Orang Munafik

Harapan Orang Benar

DI 13102021

Amsal 10:28 KJV
The hope of the righteous shall be gladness: but the expectation of the wicked shall perish.

Harapan orang benar akan menjadi kegembiraan, tetapi ekspetasi orang fasik akan binasa

Semua orang boleh punya harapan, ada sebagian org menyebutnya sbg ‘mimpi’ atau impian ttg masa depan, namun bgmna ujung atau akhir dr harapan itu? Tdk semua org menerima hasil yg sama.

Harapan itu sesuatu yg kita rindukan itu akan terjadi atau menjd kenyataan, sedangkan ekspektasi adalah sesuatu yg diyakini pasti akan terjadi nantinya. Walaupun kelihatannya sama namun ternyata berbeda. Harapan org benar itu terarah pd Tuhan, jd bukan hasil dari prediksi atau usaha kemampuan diri sndri atau kelompok. Yg mewujudkan harapan org benar itu Tuhan, sdgkan ekspektasi itu bersumber pd keahlian yg dimiliki manusia. Dr ayat ini ternyata faktor yg jg menentukan harapan kita itu akan berakhir dg kegembiraan ialah cara hidup kita, apakah kita ini hidup sbg org benar atau org fasik. Tuhan yg pny kedaulatan mengabulkan atau tdk harapan kita, dan dr pihak kita sndri hrs hidup sbg org benar di hadapan Tuhan. Jd ada 2 faktor yg menentukan.

Org fasik tentunya tdk mengandalkan Tuhan, misalnya mrka mengandalkan teknologi yg canggih, pdhal selalu ada kemungkinan kegagalan yg terjd walau sdh menggunakan teknologi yg paling mutakhir atau canggih. Peluncuran dr roket atau satelit saja kadang gagal, barang elektronik jg bs rusak, dsbnya. Sehebat-hebatnya manusia, tdk pernah bs menyamai kuasa Tuhan, kita perlu berharap pd Tuhan, shga yg kita terima adalah kesukaan bhw harapan itu sdh menjd kenyataan. Sekali lagi ini perlu cara hidup kita sbg org benar, jgn hidup sbg org fasik. Tetap percaya bahwa Dia sanggup melakukan segala perkara, tentunya memberikan apa yg baik bagi setiap umat-Nya, dan kalau yang kita harapkan itu berlawanan dg kehendak Tuhan, sadarlah bhw itu pasti tdk akan Tuhan wujudkan menjd kenyataan.

Peganglah harapan kita pd Tuhan dgn kuat, berharap pd Tuhan tdk pernah mengecewakan, asalkan itu sesuai dg kehendak Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Harapan Orang Benar

Mengapa Berbohong?

DI 12102021

Amsal 10:18
Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat adalah orang bebal.

Bnyk penyebab knpa seseorg memilih utk berbohong dan mengucap dusta, satu di antaranya disebutkan dlm ayat ini yaitu krna menyimpan kebencian.

Org yg sering membohongi kita itu bisa dipastikan krna dia benci terhadap kita, apakah krna sesuatu yg kita perbuat terhadapnya, atau ada penyebab lain yg hanya org itu tahu. Tdk semua orang menyatakan kebencian yg ada dlm hati dan pikirannya, bahkan ada orang yang menyimpannya hingga meninggal. Ini hal yg mengerikan tentunya, bersikap manis di depan, tp di belakang penuh dg rencana jahat yg didasari dendam yg amat sangat. Kita mgkin tdk tahu ada org yg sdg membenci kita, namun waspadalah jika ada org yg mendustai kita trs menerus, menyebarkan berita hoax ttg kita, atau bahkan sebaliknya, bersikap seolah-olah teman terbaik, tp pd akhirnya menjatuhkan kita suatu saat tanpa kita perkirakan sebelumnya. Musuh dlm selimut yg luput dr pikiran kita.

Menyimpan kebencian tentu bukan hal yg baik, membuat kita kehilangan apa yg baik dlm hati kita: damai sejahtera, dan ketenangan batin. Pikiran selalu mengingat peristiwa yg menyakitkan, emosi mudah terpancing hingga tubuh kita ikut terganggu kesehatannya. Kita yg dulunya org jujur bisa berubah jadi org yg mulai terbiasa berbohong dan berdusta. Kalau ada kebencian, lebih baik diungkapkan pd org yg kita benci, selesaikan secepatnya shga hidup kita ada dlm damai sejahtera. Langkah kita jd tdk terasa berat, hati kita gembira dan tubuh kitapun sehat. Mgkin sedikit cekcok mulut, tp setelahnya ada jabat tangan perdamaian, dan Tuhan senang kita hidup dlm damai sejahtera, doa yg kita naikkan menjd doa yg tulus, bukan doa seorg yg munafik, mengasihi Dia tp tdk mengasihi sesama. Mgkin doa yg tdk terkabul krna doa itu dinaikkan dg hati yg penuh dg kebencian.

Buanglah dusta dr bibir kita, buanglah kebencian dr dlm hati kita, maka kita kembali menjd org yg tulus hati dan org yg terbiasa berkata jujur.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Berbohong?

Tidak Berbuat Jahat

DI 11102021

Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Wujud kasih yg biasa kita kenal adalah dlm hal berbuat kebaikan, tapi ada satu sisi lainnya yg kadang kita lupa, yaitu bhw kasih itu tdk berbuat jahat kepada sesama.

Berbuat baik berarti tdk berbuat jahat, ini br setengah pengertian benarnya, setengah pengertian lg adalah mampu menahan diri utk membalas kejahatan dg kejahatan jg walaupun ada peluang atau kesempatan utk itu. Konsep dunia membolehkan membalas kejahatan dg kejahatan jg, dan itu sering diartikan sbg ‘karma’ atau akibat dr perbuatan jahat yg dilakukan. Dlm Kristenpun kita tahu ada hukum ‘tabur tuai’, tp bedanya adalah org yg berbuat jahat blm tentu dibalas dg yg jahat jg, krna kasih Tuhan maka org yg dijahati justru membalas dg kebaikan, shga yg menabur yg jahat justru menuai yg baik. Adilkah ini? Bagi sebagian org jelas tdk adil, apakah org yg jahat dibela Tuhan? Tidak, yg Tuhan bela justru org yg dijahati, Dia tdk ingin org yg dijahati nantinya mengalami apa yg buruk akibat membalas kejahatan dg kejahatan jg: menuai apa yg jahat pd akhirnya.

Berbuat kebaikan dg tulus itu jauh lebih mudah drpd menahan diri utk berbuat yg jahat, apalg ada kesempatan utk itu. Berbuat baik dilakukan dg hati gembira, tdk ada ganjalan atau beban dlm hati, tp saat menahan diri utk berbuat jahat itu butuh perjuangan, hrs melawan hati dan pikiran kita sndri: mau tunduk pada firman Tuhan atau mengikuti emosi diri sndri? Jika pd akhirnya memilih untuk membalas dg kebaikan, itupun setelah melewati proses yg kadang ‘memaksa’ kita utk berkorban: korban perasaan, uang bahkan harga diri. Bagi saya, org yg mampu menahan diri berbuat jahat pd sesama itu jauh lebih diapresiasi drpd org yg melakukan spt baksos, dan kegiatan sosial lainnya. Tentu hal spt itu jg pantas diapresiasi, namun bagi saya sesuatu yg dilakukan dg berjuang dan berkorban, itu satu hal yg jauh lebih berharga dr yg lain.

Tdk selalu kita mampu menahan diri utk berbuat yg jahat, tp jgn sampai kita kalah oleh kejahatan, tetap jaga hati dan pikiran kita tetap jernih dan tulus.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Berbuat Jahat

Biar Kehendak Tuhan Yang Jadi

DI 09102021

Kisah Para Rasul 21:13-14
Tetapi Paulus menjawab: “Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.”
Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: “Jadilah kehendak Tuhan!”

Reaksi kita saat melihat org yg dikasihi akan menjalani penderitaan, kita pasti berusaha utk mencegahnya dan kalau bisa menyelamatkannya dr apa yg hrs terjadi, ini manusiawi sekali.

Kisah rasul Paulus yg dinubuatkan oleh nabi Agabus bhw dia akan mengalami penderitaan saat nanti berada di kota Yerusalem, membuat para jemaat dan para murid di Kaesaria berusaha untuk menahan Paulus pergi. Namun reaksi rasul Paulus adalah menolak usulan mrka dan tetap akan pergi krna dia rela mati demi Kristus, dia yakin bhw apa yg Tuhan telah tentukan atas dirinya itu pasti tdk dpt dihindari dan pasti terjd. Melihat hal itu maka mrka menyerah dan berkata bhw kehendak Tuhanlah yg terjadi nantinya. Inilah sebuah ‘perang’ dlm pikiran manusia yg seringkali kita alami jg: perang antara kemanusiawian kita dg ketetapan Tuhan dlm hidup kita. Mgkin spt perasaan seorg istri tentara yg melepas kepergian suaminya demi tugas negara, ada kemungkinan suami akan kembali tdk lg dlm keadaan hidup.

Kadang kita merasa sok pintar, saat memberi nasehat yg bagus, kita ingin org itu menerimanya, kalau nasehat kita ditolak, kita tersinggung dan marah karenanya. Ada kalanya nasehat yg baik sekalipun tdk diterima krna alasan tertentu yg mgkin sifatnya personal. Tiap org pny kebebasan utk memilih apa yg menurut pikirannya itu adalah yg terbaik baginya. Kita pd akhirnya hrs menghargai pilihan itu dan berkata spt dlm ayat ini: Jadilah kehendak Tuhan, artinya kita berserah pd Tuhan yg telah mengatur sedemikian rupa apa yg akan terjd pd org itu. Apalg jika itu berupa satu nubuatan yg dr Tuhan, sesuatu yg pasti akan terjd dan tdk bs terhindari, maka kita hrs tunduk pd kedaulatan Tuhan yg mutlak. Yg penting ialah bhw ada penyertaan Tuhan di dlmnya.

Jgn tersinggung kalau nasehat kita ditolak, belajar menghargai pilihan org lain walaupun itu tdk sesuai dg apa yg kita pandang baik, berserah pd Tuhan sepenuhnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Biar Kehendak Tuhan Yang Jadi

Tidak Perlu Menghujat

DI 08102021

Kisah Para Rasul 19:37
Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya.

Kisah ini berlatar belakang resahnya pengusaha pembuat kuil dewi Artemis di Efesus akibat pemberitaan Injil di sana dan mengancam kelancaran dari usaha yg mrka rintis sekian lama.

Menarik sekali yg dicatat dr penginjilan ini adalah bhw tdk terjd penghujatan atau jg perusakan terhadap berhala yg disembah di sana. Penginjilan yg benar seharusnya berfokus pd pembuktian yg akurat mengenai Yesus itu Tuhan, bkn malah lebih ke arah perdebatan untuk membuktikan bhw apa yg disembah itu bukan Tuhan. Penginjilan hrs dilakukan dg niat membw perdamaian, beritakan ttg keselamatan di dlm nama Yesus, yakinkan dg pembuktian yg akurat, baik melalui Alkitab maupun kesaksian yg pernah dialami. Tentu bertobat atau tdknya org yg diinjili, itu adalah utusan Roh Kudus, kita hanya memberitakan saja dan Tuhanlah yg menjamah org yg mendengarnya. Bila org itu menolak utk percaya, jgn dianggap spt musuh, tetap bangun komunikasi yg baik.

Memang kadang tdk bs dihindari utk berdebat membuktikan yg org itu yakini dan disembah itu adalah tuhan, tentu kita jg hrs bs mengarahkan org itu utk menemukan sndri kebenaran ttg siapa Tuhan yang benar. Tdk perlu menghujat krna itu hanya membuat org berpikir bhw niat kita itu tdk tulus dan cuma ingin tahu siapa yg menang atau kalah dlm berdebat. Pertobatan sejati lahir dr jamahan Tuhan dlm hidup seseorg, bkn dr hasil perdebatan. Jd andalkan kuasa Tuhan bekerja saat penginjilan, bukan kemampuan intelektual kita berdebat, yg diutamakan adalah kesadaran org itu mengenai dosa dan apa yg Yesus telah lakukan utk menebus dosa kita. Kita jg hrs ingat bhw tdk semua org yg mendengar ttg Injil akan percaya, ada jg yg menolaknya.

Bawalah penginjilan sbg misi yg damai, perhatikan cara kita dlm melakukannya terutama dlm cara berbicara dan tetap berdoa sementara kita sdg menginjili seseorg shga kuasa Tuhan menjamah org itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Perlu Menghujat

Memahami Alkitab

DI 07102021

Kisah Para Rasul 18:28
Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.

Bersyukur kita hidup di zaman yg tidak lagi hanya segelintir org yg bisa punya Alkitab scra pribadi, zaman dulu hanya para rohaniawan saja yg bs memilikinya.

Kita bs mempelajari Alkitab dg bebas dan mudah, bnyk referensi pengajaran Alkitab yg bs kita akses dg bebas dari internet. Namun tdk semua org yg bisa menghargai kemudahan ini dg sebaik mgkin, Alkitab tdk dibaca scra rutin dan mgkin hanya dibaca saat mengikuti kegiatan ibadah atau kelas PA saja. Ini tentu sangat disayangkan, sesuatu yg mudah didapat seringkali kurang kita hargai dan gunakan. Dlm penginjilan tentu penguasaan materi ttg firman Tuhan menjd syarat mutlak utk mereka yg terpanggil sbg pemberita Injil, bukan hanya kemampuan bicara atau debat, tapi mampu jg menggunakan Alkitab utk membuktikan kebenaran yg telah kita sampaikan shga org yg mendengar bs menjd percaya dan bertobat. Bukan hanya bermodalkan keberanian, tapi jg perlu hikmat yg bersumber dr Tuhan itu sndri.

Ada bagian-bagian dr Alkitab yg mudah utk ditafsir dan dipahami, tp ada juga bagian yg tdk boleh sembarangan utk ditafsir dan dijadikan sbg dogma dan jg doktrin. Yg paling perlu kita pahami adalah bhw bgmna Alkitab bicara ttg keTuhanan Yesus, krna di luar sana masih bnyk org yg belum diyakinkan bhw Yesus adalah Tuhan, kita hrs bcra dg ada dasar Alkitabnya, bkn argumen atau pemikiran pribadi. Mengikuti kelas Pendalaman Alkitab tentu hal yg baik, dan jika punya kerinduan yg lebih, bisa mengikuti kuliah teologi yg tentunya akan belajar lebih detail lg ttg Alkitab. Asah jg kemampuan kita dlm berbicara pd org lain maupun di depan umum. Bangun komunikasi yg baik dulu sblum kita mulai bcra ttg Tuhan dan Alkitab, bersikap ramah dan tdk memaksakan org lain utk percaya.

Alkitab yg kita miliki jgn sampai hanya menjd buku pajangan, atau aplikasi yg ada di HP kita, gunakan dan pelajari isi Alkitab, shga iman kita makin kuat dan kokoh di dlm Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Memahami Alkitab

Salah Bersekutu

DI 06102021

2 Tawarikh 20:37
Tetapi Eliezer bin Dodawa dari Maresa bernubuat terhadap Yosafat, katanya: “Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu.” Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tak dapat berlayar ke Tarsis.

Bukan saja kita hrs memilih siapa saja yg akan menjd teman kita, pergaulan hrs benar, namun dgn siapa kita akan bersekutu, bekerja sama, mendampingi kita, itupun hrs dg org yg tepat mnrut pandangan Tuhan.

Mgkin kita pernah dengar kesaksian dr seorg pengusaha, dia ingin berkompani atau bekerja sama dg perusahaan yg saat itu diprediksi pny kekuatan dan jg masa dpn yg luar biasa, namun ketika dia berdoa pd Tuhan ternyata diberikan impresi atau satu kesan bhw rencana itu akan berdampak buruk di masa dpn, terpaksa gagal bekerja sama. 1 tahun kemudian perusahaan ini kolaps dan akhirnya bangkrut. Kita hrs ingat bhw Tuhan menginginkan kita diberkati, bkn dikutuk, dan ini ditentukan oleh dengan siapa kita akan bersekutu atau bekerja sama. Dlm kisah ayat ini raja Yosafat mengalami hal buruk ketika bermitra dg raja Ahazia, anak raja Ahab, hidup tdk takut akan Tuhan, dlm pandangan Tuhan hal ini sesuatu yg salah, akibat yg terjd spt dlm ayat yg kita baca.

Apa yg buruk bs merusak apa yg baik, hal ini perlu kita sadari sejak awal. Kita bebas ingin berkenalan dg siapa saja, namun tdk semua org yg kita kenal itu pantas utk kita jadikan teman, org yang akan sering bergaul dg kita. Ingat bhw dlm sebuah pergaulan, ada interaksi yg terjd, bs saling mempengaruhi satu sama lainnya. Kalau yg ‘ditularkan’ itu sesuatu yg baik dan positif, tentu ini adalah sebuah ‘berkat’ bagi kita, tapi kalau yg ditularkan itu suatu yg buruk dan negatif, ini nantinya bagi kita bisa menjd sebuah ‘kutukan’ di masa depan. Dlm hal berbisnis dan bermitrapun, hrs dg org yg benar, yg punya takut akan Tuhan dan disetujui oleh Tuhan sndri. Sesuatu yg kelihatan kuat dan profit, blm tentu tetap kuat dan profit di masa depan, apapun di dunia ini bs berubah sewaktu-waktu.

Lebih baik punya sedikit teman tapi berkualitas, drpd punya bnyk teman yg punya bnyk kebiasaan buruk, kita hrs lihat apakah mrka membuat kita nanti beruntung atau justru membuat kita bernasib malang di masa depan.

Posted in Renungan | Comments Off on Salah Bersekutu