Perlihatkan Pada Tuhan

DI 26092019

Yakobus 5:13 KJV
Is any among you afflicted? let him pray. Is any merry? let him sing psalms.

  • Adakah di antaramu yang menderita? Biarlah dia berdoa. Adakah yang bergembira? Biarlah dia menyanyikan mazmur.

Nasehat rasul Yakobus ttg keadaan yg sdg dialami seseorg dlm ayat di atas bertujuan spya kita menjd pribadi yg jujur di hadapan Tuhan. Saat menderita, kita berdoa, saat bergembira, kita menyanyikan mazmur.

Isi hati seseorg tdk ada yg tahu kecuali Tuhan, Dia Mahatahu. Berdoalah saat menderita, knpa bkn mencari tempat curhat? Krna di dlm Tuhan ada jwban dr masalah yg kita hadapi. Dia tahu penyebab kita mengalami penderitaan, Dia sanggup melepaskan dan membebaskan kita. Kalaupun kita hrs menanggung penderitaan itu, Dia memampukan kita utk menanggungnya. Makin bnyk org yg tahu penderitaan yg kita alami blm tentu dampaknya selalu positif. Jgn sampai iman kita pd Tuhan bergeser pd mengandalkan kemampuan manusia.

Bernyanyi mazmur saat bergembira merupakan ekspresi syukur kita pd Tuhan. Jgn jd org yg tdk tahu berterimakasih pd Tuhan. Dgn menyanyikan mazmur bagi Tuhan, bkn saja kita memuliakan nama Tuhan, tp jg menjd sebuah kesaksian bagi org yg mendengarnya. Tak ada org yg menahan kegembiraan dlm hatinya, pasti ada luapan emosi yg positif yg terlihat oleh org lain. Muliakan Tuhan dan saksikan ttg kebaikan Tuhan pd semua org. Tapi hrs mawas diri, jgn sombong dan pamer, jgn diri kita yg kita agungkan, tapi agungkanlah kebesaran Tuhan dlm hidup kita.

Biarlah Tuhan melihat ekspresi kita saat mengalami penderitaan maupun saat bergembira. Dia menghargai kejujuran kita, meskipun Dia tahu, tp Dia ingin kita menunjukkannya pada Dia, sbg ungkapan dan bukti dr iman kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Perlihatkan Pada Tuhan

Memahami 1 Korintus 10:13

DI 25092019

1 Korintus 10:13
There hath no temptation taken you but such as is common to man: but God is faithful, who will not suffer you to be tempted above that ye are able; but will with the temptation also make a way to escape, that ye may be able to bear it.

  • Tidak ada pencobaan yang mendekatimu tapi seperti biasanya terhadap manusia, tapi Tuhan adalah setia, yang tidak akan menderitakanmu untuk dicobai melampaui apa yang kamu mampu, tapi akan dengan pencobaan itu juga membuat sebuah jalan untuk melarikan diri, supaya kamu mampu menanggungnya.

Ayat ini biasanya digunakan utk sbg nasehat ketika seseorg sdg mengalami masalah, sakit, krisis, dsbnya. Tapi benarkah semuanya itu adalah pencobaan?

Pencobaan itu bkn berasal dr Tuhan (Yakobus 1:13), pencobaan itu dr si jahat asalnya. Tapi Tuhan bs menguji seseorg dg menggunakan pencobaan yg dilakukan si jahat, misalnya dlm kasus Adam dan Hawa di Taman Eden, serta apa yg menimpa Ayub. Konteks ayat ini ternyata mengenai penyembahan berhala (1 Korintus 10:7,14). Jd kita hrs memahaminya dg tepat. Pencobaan itu dialami ketika org menyembah berhala, tp bagi kita yg menyembah Tuhan, pencobaan ini tdk akan kita alami.

Tuhan tdk sembarangan menguji org, artinya Dia tdk akan membuat kita menderita utk dicobai, krna Dia tahu bhw manusia cenderung mudah bersungut-sungut ketika sdg lemah. Tuhan menguji perlu ada tujuan dan alasannya. Jd mgkin saja Tuhan membuat kita menderita, tp tdk melampaui kemampuan kita sbg sebuah ujian, artinya semua dlm kendali Tuhan. Tuhan bahkan menggunakan pencobaan yg kita alami utk menyelamatkan kita keluar dr situasi sulit dan buruk dg membuat sebuah jalan bagi kita utk melarikan diri dr pencobaan itu. Artinya kita keluar sbg pemenang. Bisa menanggung semuanya spt seorg atlet angkat besi yg sanggup mengangkat beban berat dg kekuatan tangannya. Kekuatan kita melebihi beban kita.

Jgn menjd penyembah berhala krna nantinya kita akan jatuh dan mengalami bnyk pencobaan karenanya. Sembahlah Tuhan dan hiduplah selalu takut akan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Memahami 1 Korintus 10:13

Mematikan Logika

DI 24092019

2 Tawarikh 25:14-15
Ketika Amazia kembali, setelah mengalahkan orang-orang Edom itu, ia mendirikan para allah bani Seir, yang dibawanya pulang, sebagai allahnya. Ia sujud menyembah kepada allah-allah itu dan membakar korban untuk mereka.

  • Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Amazia; Ia menyuruh seorang nabi kepadanya yang berkata: “Mengapa engkau mencari allah sesuatu bangsa yang tidak dapat melepaskan bangsanya sendiri dari tanganmu?”

Memang sulit dipahami mengapa raja Amazia justru menyembah para allah dr bani Seir yg telah dikalahkannya. Logika pikirannya disindir oleh Tuhan melalui perkataan seorang nabi kepadanya.

Tak bs dipungkiri memang berhala memiliki daya tarik yg biasanya menyenangkan nafsu liar manusia. Apa yg tdk boleh dilakukan menurut hukum Tuhan, boleh dilakukan menurut aturan para berhala. Inilah yg membuat logika manusia pd akhirnya tdk lg digunakan, lebih mengikuti kata hati yg sdh terpikat oleh daya tarik berhala itu. Bangsanya saja sdh ditaklukkan, tp malah berhalanya disembah, logika pikiran raja Amazia telah ‘mati’.

Mengasihi Tuhan salah satunya dg segenap pikiran (Matius 22:37). Logika perlu digunakan utk mengasihi Tuhan, spya kita bs tahu apa yg menyenangkan hati Tuhan dan mana yg tdk. Melalui pembaharuan pikiran (metanoia), logika kita dipertajam utk mempertimbangkan semua hal dlm hidup ini. Jd mengasihi Tuhan bkn sekedar dlm area perasaan, tp logika jg digunakan. Benarkah apa yg ditawarkan oleh berhala itu bs dipahami oleh logika pikiran kita? Tuhan menjanjikan sesuatu yg nyata dan terpercaya, bs dipahami bahkan scra logika manusia. Kita hidup masih ‘menginjak bumi’, masih perlu menggunakan logika utk memahami bnyk hal.

Jgn berpaling dan tergoda oleh daya tarik berhala yg bs memuaskan nafsu liar manusia, kelihatannya penuh kebebasan melakukan apapun, tapi ujungnya ternyata kebinasaan. Tetap beriman dan percaya pd Tuhan Yesus Kristus.

Posted in Renungan | Comments Off on Mematikan Logika

Selalu Ada Orang Benar

DI 23092019

1 Raja-raja 18:3-4
Sebab itu Ahab telah memanggil Obaja yang menjadi kepala istana. Obaja itu seorang yang sungguh-sungguh takut akan TUHAN.

  • Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka.

Obaja dlm kisah ini beda dg Obaja yg adalah seorg nabi yg kita temui dlm kitab Obaja. Obaja ini seorg kepala istana di zaman raja Ahab dan Izebel, istri Ahab. Dia melindungi 100 nabi saat Izebel melakukan pembantaian atas para nabi Tuhan.

Obaja tetap hidup takut akan Tuhan sekalipun di istana ada Izebel yg berpengaruh besar bahkan mampu ‘menyetir’ raja Ahab demi kepentingannya. Izebel adalah putri dr raja Etbaal, raja Sidon dan Tirus, penyembah Baal. Di istana raja terdpt bnyk nabi Baal krna pengaruh dr Izebel. Obaja tetap mempertahankan imannya sekalipun bnyk org yg menyembah berhala, tdk menyembunyikan identitasnya sbg penyembah Tuhan. Ini teladan yg baik bagi kita yg hidup di tengah-tengah dunia yg dipenuhi bnyk penyembah berhala.

Obaja menggunakan apa yg dia miliki utk melindungi 100 nabi Tuhan dr rencana jahat Izebel, ini pelajaran penting bagi kita. Obaja pasti seorg yg sangat kaya dan sbg kepala istana, dia punya kuasa dan pengaruh yg lumayan besar pastinya. Dia gunakan utk kepentingan Tuhan. Bgmna dg kita? Apakah kita hanya menikmati sndri yg kita miliki tanpa peduli dg kepentingan Tuhan? Pernahkah harta kita gunakan utk hal-hal yg berkaitan dg Tuhan: menolong org kesusahan, mensupport dana gereja dan hamba Tuhan yg minim pendapatannya, dsbnya? Belajar dr Obaja, dia gunakan yg dia punya utk kepentingan Tuhan.

Jgn egois, krna kasih tdk mementingkan diri sndri, tp mementingkan kepentingan bersama. Hidup spt Obaja, di tengah bnyk penyembah berhala, dia tetap menjd penyembah Tuhan, tdk tergoda utk meninggalkan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Selalu Ada Orang Benar

Perlu Waktu Untuk Pemulihan

DI 21092019

Ayub 42:10-11
Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

  • Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.

Ada yg aneh kalau kita perhatikan 2 ayat ini, kalau menurut saya pribadi, ayat 10 semestinya menjd ayat 11, dan sebaliknya. Krna kalau sdh dipulihkan, knpa saudara-saudara Ayub datang dg tujuan ikut prihatin dan menghibur Ayub?

Di sinilah justru kebenaran Tuhan dinyatakan, bhw pemulihan itu bkn terjd spt permainan sulap, walaupun Tuhan sanggup melakukannya, tp justru Tuhan tetap memulihkan Ayub tahap per tahap. Pemulihan itu spt sesuatu yg ‘minus’ dan hrs melalui titik ‘nol’ dan bergerak menuju yg ‘plus’. Jd ini yg hrs kita pahami, meskipun baru sdkit kita mengalami perubahan, sbnarnya kita sdh masuk dlm proses pemulihan dr Tuhan. Bnyk org tdk menyadarinya dan menganggap bhw Tuhan blm melakukan pemulihan atas hidupnya.

Hal pertama yg dipulihkan Tuhan adalah hubungan Ayub dg saudara-saudaranya. Bahkan mrka memberi Ayub sejumlah uang, artinya saat itu Ayub masih blm memiliki apa-apa lg. Tuhan butuh ‘benih’ utk sebuah pemulihan, utk memulihkan harta Ayub, pemberian uang dr saudara-saudara Ayub itu menjd ‘benih’ bagi Tuhan utk membuat Ayub nantinya mengalami pelipatgandaan kekayaan 2x lipat dr sblumnya. Ingat spt mujizat memberi mkn lebih dr 5000 org membutuhkan 5 roti dan 2 ikan sbg ‘benih’ dr mujizat. Jd Tuhan bekerja tdk dpt ‘tukang sulap’, ada proses dan waktu yg dibutuhkan.

Apakah kita sdg mengalami pemulihan? Sabar dan setia, perlu wkt hingga semuamya dipulihkan kembali dg sempurna.

Posted in Renungan | Comments Off on Perlu Waktu Untuk Pemulihan

Supaya Tuhan Berkenan

DI 20092019

Keluaran 37:25

  • Dibuatnyalah mezbah pembakaran ukupan itu dari kayu penaga, sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, empat persegi, tetapi dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya seiras dengan mezbah itu.

Mengapa semua benda yg diperlukan utk peribadatan pd zaman itu semuanya diatur secara detail oleh Tuhan, mulai dr jenis, bahan, ukuran hingga hrs diletakkan di mana? Apakah ada maksud Tuhan dr semuanya ini?

Tentu Tuhan tdk pernah ‘iseng’ dlm memerintahkan sesuatu. Dlm ayat ini ada jawabannya:

Ibrani 9:24
Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Tuhan guna kepentingan kita.

Jd bait suci maupun tarbenakel itu merupakan gambaran dr apa yg berlaku di surga. Tuhan ingin kita mengetahui ttg ibadah pd Tuhan hrs dg cara yg berkenan dan mengikuti aturan yg ada, termasuk dlm semua benda yg hrs ada di dlm rumah ibadat. Spt sebuah lambang itu mewakili pengertian dr sesuatu, kita hrs paham ttg surga melalui gambaran dr semua hal ttg bait suci atau tarbenakel yg Tuhan perintahkan utk dibuat.

Bgmna kita memperlakukan Tuhan, akan menentukan perkenanan kita di hadapan Tuhan. Ikuti apa yg Dia mau dan perintahkan, jgn ditambah atau dikurangi, spt semua benda di bait suci Tuhan tentukan masing-masing ukurannya. Belajar utk trs taat dan trs berusaha utk menyenangkan hati Tuhan. Ikuti arahan dan petunjuk-Nya, jgn menyimpang dan tetap tekun beribadah pd Tuhan. Ibadah kita tdk pernah sia-sia.

Posted in Renungan | Comments Off on Supaya Tuhan Berkenan

Tidak Mau Taat

DI 19092019

Yeremia 43:7 KJV
So they came into the land of Egypt: for they obeyed not the voice of the LORD: thus came they even to Tahpanhes.

  • Demikianlah mereka datang masuk ke tanah Mesir, karena mereka tidak mentaati suara TUHAN, dengan demikian mereka datang pula ke Tahpanhes.

Pd awalnya bangsa Israel meminta nabi Yeremia agar menghadap Tuhan dan meminta petunjuk-Nya. 10 hari kemudian dtglah firman Tuhan yg melarang bangsa Israel utk pergi ke Mesir. Namun pd akhirnya mrka tetap pergi ke Mesir atas hasutan para perwira tentara.

Ini hal yg mgkin pernah kita alami, saat kita minta petunjuk Tuhan dan ternyata firman Tuhan berseberangan dg logika dan pemikiran kita, mana yg mau kita gunakan sbg pedoman? Hal yg salah ketika kita mencoba menguji firman yg berasal dr Tuhan, apakah Tuhan tdk lebih pintar dr kita shga kita hrs menguji firman-Nya? Bnyk org yg pd akhirnya memilih melakukan hasil pemikirannya sndri yg dinilai lebih baik dr apa yg Tuhan katakan. Ketidak taatan pd firman Tuhan selalu akan mendatangkan hukuman atas kita.

Hal yg paling bnyk diributkan adalah benarkah itu dr Tuhan atau bkn? Kita menunggu komfirmasi dtg, namun pd akhirnya justru kita semakin ragu dan bingung. Jgn minta manusia mengkomfirmasi firman Tuhan yg kita terima. Urusan mengkomfirmasi, itu bagian Tuhan, bagian kita hanyalah taat saja dan percaya. Jgn sampai ‘waktu Tuhan’ jd terlewati dan keadaan sdh berubah menjd tdk terkendali. Komfirmasi kadang muncul justru setelah kita melakukan apa yg Tuhan perintahkan. Jgn atur Tuhan utk selalu mengkomfirmasi apa yg telah Dia katakan pd kita. Justru krna kita ragu, kita butuh komfirmasi, ragu itu berarti tdk beriman.

Apapun yg Tuhan perintahkan, lakukan sbg bukti ketaatan kita. Sejalan atau berlawanan dg jln pikiran kita, tetap lakukan, nanti hasilnya akan membuktikan bhw itu berasal dr Tuhan atau bkn.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mau Taat

Tidak Merusak Suasana

DI 18092019

Roma 12:15

  • Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Apa maksud dr nasehat rasul Paulus ini? Sptnya ada sesuatu yg ingin dia tekankan melalui ayat di atas.

Dlm hidup ini kita mengenal istilah ‘tenggang rasa’ yg maknanya adalah maklum dan berusaha memahami keadaan maupun perasaan yg sdg dialami org lain. Org sedang senang atau sedih, jgn diganggu, biarkan mrka menikmati sukacita atau larut dalam kesedihannya. Namun bs saja kita masih ada ‘di luar’ situasi dan perasaan yg sdg mrka alami. Jd jelas berbeda dg kasih. Kasih malah menyuruh kita ‘masuk’ dlm situasi dan perasaan yg mrka sdg rasakan: ikut bersukacita atau ikut menangis jg.

Namun bgmna jika situasi dan keadaan kita sndri bertolak belakang dg org lain? Misalnya kita sdg bersukacita tp ada org lain yg sdg sedih? Sesuai ayat ini maka kita jg ikut menangis. Bkn pura-pura menangis, tp mulai menjd tempat curahan hati, menjd teman yg memahami kesedihan yg sdg dia alami, istilahnya spt ‘teman sepenanggungan’. Lalu bgmna jika kita yg sdg sedih sdgkan org lain sdg bersukacita? Ikutlah bersukacita jg, cari tahu penyebab dia bersukacita, dari situ mgkin kita menemukan alasan utk kembali bersemangat dan keluar dr kesedihan.

Kita hrs pandai dan bijak bersikap di manapun kita berada. Jgn di rumah duka kita bersikap spt di tempat pesta, bgtu jg sebaliknya. Jaga sopan santun di manapun kita berada, jgn merusak suasana dan menyinggung perasaan org lain dg sikap kita yg tdk tepat. Jaga perasaan org lain sesuai dg tempatnya dan jg situasinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Merusak Suasana

Tuhan Bicara Lewat Siapa Saja

DI 17092019

2 Tawarikh 35:22 (KJV)
Nevertheless Josiah would not turn his face from him, but disguised himself, that he might fight with him, and hearkened not unto the words of Necho from the mouth of God, and came to fight in the valley of Megiddo.

  • Meskipun demikian Yosia tidak memalingkan wajahnya dari dia, tapi menyamarkan dirinya, supaya dia bisa berperang melawannya, dan tidak mendengarkan pada perkataan Nekho yang berasal dari mulut Tuhan, dan datang untuk berperang di lembah Megido.

Kalau saya hidup di zaman raja Yosia ini, pasti sangat menyayangkan mengapa akhirnya raja Yosia hrs mati pdhal sdh Tuhan peringatkan melalui Nekho, raja Mesir, spya dia tdk ikut masuk dlm peperangan. Raja sesaleh Yosia hrsnya mati dlm damai dan msh bs berbuat bnyk utk bangsanya.

Dari kisah ini ada 2 pelajaran penting yg kita dapati, pertama, Tuhan bs bcra melalui siapa saja, dlm kisah ini Tuhan bcra melalui raja Nekho, seorg raja Mesir yg tentunya tdk mengenal Tuhan. Ini yg perlu kita sadari bhw Tuhan tdk hanya bcra melalui para hamba Tuhan atau sdr seiman saja, tp dia jg bs bcra melalui org non Kristen jg. Jd sbnarnya jgn terpaku pd siapa org yg menyampaikan perkataan Tuhan, tp isi dr pesan Tuhan itu sndri. Tuhan bcra melalui bnyk cara, kita yg hrs pandai meresponinya.

Kedua, Yosia berhasil memahami firman Tuhan yg tertulis, namun gagal memahami firman Tuhan scra verbal. Semua yg tertulis dlm kitab Taurat dg setia dia lakukan tp dia gagal menangkap pesan Tuhan scra verbal, pesan Tuhan yg langsung diucapkan, dia tdk menyadari bhw ucapan raja Nekho itu berasal dr mulut Tuhan, shga pd akhirnya dia tetap pd rencananya semula namun berujung pd kematiannya sndri. Kita jgn sampai mengalami hal serupa itu. Bgmna kita tahu bhw ucapan seseorg itu berasal dr Tuhan? Kalau Roh Kudus ada di dlm kita, maka Roh Kuduslah yg akan menyakinkan kita bhw yg diucapkan seseorg itu berasal dr Tuhan atau bkn.

Jgn memandang rendah org-org di sekitar kita, mrka bs dipakai Tuhan utk bcra pd kita, memperingatkan kita akan sesuatu, belajar rendah hati utk mendengar ucapan org lain. Tetap hidup dipimpin oleh Roh Kudus spya hidup kita tetap berjalan dlm tuntunan Tuhan di jln yg ditunjukkan-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Bicara Lewat Siapa Saja

Menerima Perintah Tuhan

DI 16092019

1 Raja-Raja 17:9 KJV
Arise, get thee to Zarephath, which belongeth to Zidon, and dwell there: behold, I have commanded a widow woman there to sustain thee.

  • Bangkitlah, pergi ke Sarfat, yang adalah bagian dari Sidon, dan menetap di sana, lihatlah, Aku telah memerintahkan seorang janda di sana untuk menyokong engkau.

Kalau kita masuk dlm kisah ini dan menjd si janda di Sarfat, apa yg ada di pikiran kita saat tiba-tiba Tuhan menampakkan diri lalu berfirman utk menyokong Elia dlm hal mknan? Sedangkan persediaan bahan mknan yg tersisa sdh sangat sedikit?

Mgkin kita berpikir: “Ah, Tuhan, knpa saya? Saya ini janda dan miskin, mknan saja cuma cukup utk bbrpa hari saja, setelah itu nanti saya dan anak mati. Sdh punya tinggal sdkit hrs berbagi mknan pula? Tuhan main-main ya dg keadaan saya?” Ini pikiran manusiawi kita bila ada di posisi si janda di Sarfat ini. Kalau kita baca perkataan janda ini saat bertemu Elia, nampak jelas tdk ada iman dlm hatinya krna sptnya Tuhan tdk menjanjikan apa-apa saat memperintahkan si janda ini utk menyokong Elia. Bingung tp mau taat.

Sbnarnya Tuhan sdg berencana menolong si janda Sarfat ini melalui kedatangan Elia, namun Tuhan menuntut sesuatu utk dia lakukan, sesuatu yg mnrut pikiran manusia justru memperparah situasi yg ada. Jika tdk berbagi dg Elia, mrka mgkin masih bertahan hidup 1 hari lg. Tp Tuhan ingin mrka hidup bkn hanya 1-2 hari lg, tp utk jangka wkt yg panjang. Di saat kita punya sedikit, ada wktnya justru Tuhan minta utk kita berbagi. Hukumnya adalah: melayani nabi Tuhan itu dihitung sama spt melayani Tuhan scra langsung, krna nabi adalah utusan Tuhan. Walaupun berat, si janda ini tetap lakukan apa yg Tuhan perintahkan. Dampaknya justru terjd mujizat, mrka bertahan hidup lebih lama dr perkiraan dan perhitungan manusia.

Dg menolong org, Tuhan sdg menolong kita. Ini yg kadang tdk kita sadari, kita pikir Tuhan sdg menghukum kita dg menyuruh melakukan sesuatu yg justru mempercepat situasi menjd semakin buruk. Jauhi pikiran spt itu, apa yg Tuhan perintahkan, justru itu demi kebaikan kita. Usir rasa kuatir dan takut dg percaya bhw kuasa Tuhan sanggup menyediakan yg kita butuhkan. Taat saja walau hati masih berat dan bingung utk melakukannya, lihat bgmna Tuhan bekerja utk kebaikan org yg dikasihi-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menerima Perintah Tuhan