Istirahat Jiwa

DI 05112018

Matius 11:29 KJV
Take my yoke upon you, and learn of me; for I am meek and lowly in heart: and ye shall find rest unto your souls.

  • Pikulkah kuk-Ku, dan belajarlah dari-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan kamu akan menemukan istirahat untuk jiwamu

Jiwa kita itu apa? Dlm bhsa aslinya, jiwa dlm ayat ini adalah ‘psuchē’ yg berarti nafas kehidupan. Jiwa jg adalah tempat bagi perasaan, hasrat, kasih sayang, ketdk sukaan, dsbnya. Jiwa yg tdk ‘sehat’ bs mempengaruhi tubuh dan roh kita.

Ayat ini berkaitan dg perkataan Yesus sblumnya mengenai bgmna cara org yg letih lesu dan berbeban berat spya bs mendptkan kelegaan. Caranya adalah memikul kuk yg Tuhan berikan dan bljar dr Yesus. Kuk adalah palang kayu dengan jepitan kayu vertikal yang memisahkan kedua binatang penarik sehingga bersama-sama dapat menarik beban berat. Jd kuk bukan utk digunakan seekor binatang (lembu jantan), minimal berdua. Ini melambangkan perjalanan hidup kita dg Tuhan, kita tdk mampu sndrian, perlu Tuhan, dan Dia akan mengajari kita.

Dlm perjalanan hidup kita, ada wkt di mana kita bs kehabisan tenaga dan menjd lelah, kehilangan semangat dan putus asa, di saat spt ini, kita perlu wkt utk beristirahat. Kata istirahat dlm bhsa aslinya adalah ‘anapausis’ yg berarti ‘waktu turun minum’. Ini spt dlm sebuah pertandingan di mana ada sdkit wkt utk bs minum sambil mengatur strategi dan menerima pengarahan dr pelatih yg semenjak awal mengamati pertandingan. Jd memang butuh wkt sdkit utk ‘turun minum’, mengevaluasi diri, menentukan apa yg tepat utk dilakukan, dan bgmna bs menang.

Kalau sdh jenuh, mengalami kebuntuan, sulit menguasai emosi, dsbnya, itu adalah tanda kita butuh wkt utk ‘turun minum’, kembali mengisi kehidupan kita dg energi yg baru. Kalangan umum melakukannya dg pergi piknik, berlibur panjang dan memanjakan diri spya relax, namun kadang justru scra fisik malah capek krna perjalanan panjang. Scra rohani, kita lakukan dg mendekat pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Istirahat Jiwa

Taat Sebagian

DI 03112018

1 Samuel 15:24 KJV
And Saul said unto Samuel, I have sinned: for I have transgressed the commandment of the LORD, and thy words: because I feared the people, and obeyed their voice.

  • Dan Saul berkata pada Samuel: “Aku telah berdosa, karena aku telah melampaui perintah Tuhan, dan firman-Nya, karena aku takut pada rakyat, dan mentaati suara mereka.

Raja Saul diperintah Tuhan utk membasmi bangsa Amalek, semua hrs dibunuh dan tdk boleh ada yg dibiarkan hidup. Namun raja Amalek yaitu Agag beserta hewan-hewan yg tambun dibiarkan hidup, sptnya alasannya boleh dibenarkan mnrut pikiran Saul, hewan-hewan itu utk persembahan bagi Tuhan.

Sbnarnya Saul lebih takut pd rakyatnya drpd takut pd Tuhan. Kekuatan rakyat atau ‘people power’ seringkali menjd faktor seseorg atau sekelompok org ‘terpaksa’ melakukan yg salah dan melanggar perintah Tuhan. Takut kehilangan jabatan, harta, kehormatan, fasilitas, kemudahan, promosi, dsbnya, membuat org lebih memilih mentaati manusia lebih drpd taat pd manusia.

Taat pd Tuhan tdk bs setengah-setengah, sebagian dilakukan, sebagian tdk dilakukan, di mata Tuhan hal demikian tetap saja sebuah ketdk taatan yg kita tunjukkan. Melakukan yg kurang atau justru menambahi dr apa yg Tuhan perintahkan sama saja itu sebuah pemberontakan. Saul akhirnya akan kehilangan jabatannya sbg raja, dia lupa bhw bkn rakyat yg menjadikan dia sbg raja, tp Tuhan.

Ingat bhw semua yg kita miliki dan jalani adalah dr Tuhan, itu bs diberi tp jg bs diambil Tuhan kembali, kalau kita tdk taat dan tdk setia, cepat atau lambat apa yg Tuhan telah berikan dan percayakan akan Dia ambil dan Dia berikan pd org lain. Seberapapun kita coba mempertahankanjya, akan sia-sia saja. Jgn pernah kita memakai alasan kita lakukan utk Tuhan pdhal itu krna raaa takut kita pd org lain. Alasan yg kelihatannya rohani tdk akan pernah membuat pelanggaran kita dimaklumi oleh Tuhan. Dosa tetaplah dosa, tdk bs ditutupi dg sesuatu yg kelihatannya baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Taat Sebagian

Menolak Firman Tuhan

DI 02112018

Keluaran 6:9 KJV
And Moses spake so unto the children of Israel: but they hearkened not unto Moses for anguish of spirit, and for cruel bondage.

  • Dan Musa berbicara demikian terhadap anak-anak Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena roh menderita, dan perbudakan yang kejam.

Kita mgkin pernah mengalami situasi yg sangat menekan shga kita sulit utk bs mendengar nasehat yg berasal dr Firman Tuhan, krna kita mulai tdk percaya.

Ini disebabkan karena 2 hal yaitu roh kita menderita dan adanya ‘perbudakan’ yg kejam. Kata menderita dlm ayat ini berasal dr kata ‘qôtser’ yg artinya sesak (shortness), ketdk sabaran (impatience). Jd ciri roh seseorg yg sdg menderita adalah sgala sesuatunya membuat dia sesak dan menjd tdk sabar. Akibatnya jelas timbul keluhan, mudah dikuasai amarah, ceroboh, dsbnya. Berpikir bhw jika mengikuti apa kata Firman Tuhan, butuh wkt yg lama utk keluar dr situasi yg menekan, krna sdh putus asa lebih memilih cara di luar Tuhan.

Hal kedua adalah krna perbudakan yg kejam, artinya kita tdk pny hak utk melakukan ini dan itu, ada dlm kendali org lain dan tdk berani utk melawan. Kita alami ini saat menghadapi masalah yg sdh sifatnya mgkin tahunan, sdh lakukan ini itu tp gagal. Diperbudak oleh kegagalan shga pikiran kita sdh didoktrin bhw kita tdk akan pernah berhasil dan selalu akan gagal bila trs mencoba. Bnyk org hidup sangat dipengaruhi masa lalu yg kelam dan pahit shga tdk berani berpikir utk bangkit dlm hidup dlm situasi yg berbeda dr masa lalu.

Percayalah pd Firman Tuhan apapun situasi yg sdg kita alami. Tuhan membutuhkan iman kita utk membuat rencana-Nya atas kita terwujud. Tanpa iman dr kita, sulit utk Tuhan membuat kita bergerak melawan situasi dan realita yg ada. Bkn Tuhan tdk sanggup tanpa kita, tp Dia ingin membuat kita kuat, tangguh dan tampil sbg penakluk dan pemenang. Tuhan tdk pernah gagal dan Firman Tuhan itu ya dan amin. Tdk ada alasan utk tdk percaya akan Firman-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menolak Firman Tuhan

Mati Adalah Keuntungan

DI 01112018

Filipi 1:21 KJV
For to me to live is Christ, and to die is gain.

  • Karena untuk aku, untuk hidup adalah Kristus, dan untuk mati adalah keuntungan

Pernyataan ini mgkin sdkit sulit dipahami, bnyk org takut saat menghadapi kematian, tp mengapa justru rasul Paulus mengganggap utk mati adalah keuntungan?

Kata keuntungan berkaitan dg dunia bisnis, maka kita aplikasikan pernyataan rasul Paulus ini dlm dunia bisnis. Keuntungan adalah hasil yg kita dptkan dr selisih antara modal dg nilai jual, modal 10 ribu kita jual 15 ribu, keuntungannya adalah 5 ribu. Hidup kita itulah ‘modal’ sekaligus yg kita miliki. Diri kita yaitu tubuh, jiwa dan roh diumpamakan sbg ‘produk’ yg Tuhan ciptakan. Produk unggulan biasanya dihasilkan melalui bbrpa proses penelitian dan pengujian, diproses spya menjd spt produk yg diinginkan dan pny kualitas baik. Itulah sebabnya mengapa kita mengalami bnyk proses dlm hidup ini, spya kita menjd ‘produk’ yg sempurna dan berkualitas.

Setelah proses selesai, kita spt ‘diupgrade’ dr keadaan sblumnya, ada hal baru, penambahan kemampuan, dsbnya. Utk apa kita diproses? Kasih itu pd Tuhan, diri sndri dan sesama. Artinya kita diciptakan, diproses, bkn utk jd ‘pajangan’, tp utk memberi bnyk manfaat buat sesama, bkn cm utk keluarga kita sndri.

Lalu keuntungannya apa?

Lukas 18:22
Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Keuntungannya adalah kita pny harta di surga, setelah kita mati, modal kita habis, apa yg dihasilkan dr hidup kita, akan menjd harta di surga. Rasul Paulus bertahan dlm penderitaan, krna dia tahu, selama masih hidup, dia bs melakukan kehendak Bapa, sbg upahnya adalah harta di surga. Utk apa kaya di dunia tp tdk kaya di surga? Selama kita hidup, upgrade trs diri kita, berikan bnyk manfaat.

Posted in Renungan | Comments Off on Mati Adalah Keuntungan

Bukan Doa Yabes

DI 31102018

1 Tawarikh 4:10 KJV
And Jabez called on the God of Israel, saying, Oh that thou wouldest bless me indeed, and enlarge my coast, and that thine hand might be with me, and that thou wouldest keep me from evil, that it may not grieve me! And God granted him that which he requested.

  • Dan Yabes berseru pada Tuhan Israel, berkata: “Oh bahwa Engkau sesungguhnya akan memberkati aku, dan memperluas wilayahku, dan bahwa tangan-Mu boleh menyertai aku, dan bahwa Engkau akan menjagaku dari yang jahat, supaya itu tidak menyedihkan hatiku! Dan Tuhan mengabulkan dia apa yang dia minta.

Sebenarnya ini sebuah permintaan, bkn doa, jd tdk tepat dikatakan sbg ‘doa Yabes’, walaupun mgkin saja permintaan dinaikkan ketika berdoa, tp tdk selalu kita berdoa saat meminta sesuatu pd Tuhan.

Dlm bhsa aslinya, kata memanggil atau berseru adalah ‘qârâ’ yg jg memiliki arti proclaim yaitu mengumumkan sebuah pernyataan spya diketahui, kalau dlm bhsa profetik dikenal sbg ‘deklarasi iman’. Jd sbnarnya yg Yabes lakukan adalah sebuah tindakan iman yaitu mengumumkan apa yg dia yakini Tuhan akan lakukan dalam hidupnya. Dasar imannya adalah apa yg sdh Tuhan lakukan sblmnya yaitu membuat dia lebih dihormati di antara saudara-saudaranya. Jd deklarasi ini bkn ketika keadaan Yabes sdg susah, tp justru ketika dia sdh sangat mapan dan diberkati. Kalau boleh meminjam istilah skrg, inilah deklarasi seorg konglomerat yg hidupnya takut akan Tuhan.

Yabes mgkin memiliki pengalaman pahit di masa lalu, dlm permintaannya, dia ingin dilindungi Tuhan dr yg jahat spya hatinya tdk sedih dan pilu. Tdk tahu apa yg terjd pd masa lalu Yabes krna tdk dikisahkan dlm Alkitab, namun Yabes tdk ingin kembali mengalami kesedihan. Ini pendapat saya berdasarkan logika: yg plg menyedihkan adalah orgtua ditinggal mati oleh anaknya, mgkin krna sebuah penyakit ganas. Mgkin Yabes mengalami hal spt itu, hatinya sedih krna sesuatu yg jahat telah merenggut nyawa anaknya. Ini hanya pikiran logika saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Doa Yabes

Bukan Doa Yabes

DI 31102018

1 Tawarikh 4:10 KJV
And Jabez called on the God of Israel, saying, Oh that thou wouldest bless me indeed, and enlarge my coast, and that thine hand might be with me, and that thou wouldest keep me from evil, that it may not grieve me! And God granted him that which he requested.

  • Dan Yabes berseru pada Tuhan Israel, berkata: “Oh bahwa Engkau sesungguhnya akan memberkati aku, dan memperluas wilayahku, dan bahwa tangan-Mu boleh menyertai aku, dan bahwa Engkau akan menjagaku dari yang jahat, supaya itu tidak menyedihkan hatiku! Dan Tuhan mengabulkan dia apa yang dia minta.

Sebenarnya ini sebuah permintaan, bkn doa, jd tdk tepat dikatakan sbg ‘doa Yabes’, walaupun mgkin saja permintaan dinaikkan ketika berdoa, tp tdk selalu kita berdoa saat meminta sesuatu pd Tuhan.

Dlm bhsa aslinya, kata memanggil atau berseru adalah ‘qârâ’ yg jg memiliki arti proclaim yaitu mengumumkan sebuah pernyataan spya diketahui, kalau dlm bhsa profetik dikenal sbg ‘deklarasi iman’. Jd sbnarnya yg Yabes lakukan adalah sebuah tindakan iman yaitu mengumumkan apa yg dia yakini Tuhan akan lakukan dalam hidupnya. Dasar imannya adalah apa yg sdh Tuhan lakukan sblmnya yaitu membuat dia lebih dihormati di antara saudara-saudaranya. Jd deklarasi ini bkn ketika keadaan Yabes sdg susah, tp justru ketika dia sdh sangat mapan dan diberkati. Kalau boleh meminjam istilah skrg, inilah deklarasi seorg konglomerat yg hidupnya takut akan Tuhan.

Yabes mgkin memiliki pengalaman pahit di masa lalu, dlm permintaannya, dia ingin dilindungi Tuhan dr yg jahat spya hatinya tdk sedih dan pilu. Tdk tahu apa yg terjd pd masa lalu Yabes krna tdk dikisahkan dlm Alkitab, namun Yabes tdk ingin kembali mengalami kesedihan. Ini pendapat saya berdasarkan logika: yg plg menyedihkan adalah orgtua ditinggal mati oleh anaknya, mgkin krna sebuah penyakit ganas. Mgkin Yabes mengalami hal spt itu, hatinya sedih krna sesuatu yg jahat telah merenggut nyawa anaknya. Ini hanya pikiran logika saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Doa Yabes

Bukan Doa Yabes

DI 31102018

1 Tawarikh 4:10 KJV
And Jabez called on the God of Israel, saying, Oh that thou wouldest bless me indeed, and enlarge my coast, and that thine hand might be with me, and that thou wouldest keep me from evil, that it may not grieve me! And God granted him that which he requested.

  • Dan Yabes berseru pada Tuhan Israel, berkata: “Oh bahwa Engkau sesungguhnya akan memberkati aku, dan memperluas wilayahku, dan bahwa tangan-Mu boleh menyertai aku, dan bahwa Engkau akan menjagaku dari yang jahat, supaya itu tidak menyedihkan hatiku! Dan Tuhan mengabulkan dia apa yang dia minta.

Sebenarnya ini sebuah permintaan, bkn doa, jd tdk tepat dikatakan sbg ‘doa Yabes’, walaupun mgkin saja permintaan dinaikkan ketika berdoa, tp tdk selalu kita berdoa saat meminta sesuatu pd Tuhan.

Dlm bhsa aslinya, kata memanggil atau berseru adalah ‘qârâ’ yg jg memiliki arti proclaim yaitu mengumumkan sebuah pernyataan spya diketahui, kalau dlm bhsa profetik dikenal sbg ‘deklarasi iman’. Jd sbnarnya yg Yabes lakukan adalah sebuah tindakan iman yaitu mengumumkan apa yg dia yakini Tuhan akan lakukan dalam hidupnya. Dasar imannya adalah apa yg sdh Tuhan lakukan sblmnya yaitu membuat dia lebih dihormati di antara saudara-saudaranya. Jd deklarasi ini bkn ketika keadaan Yabes sdg susah, tp justru ketika dia sdh sangat mapan dan diberkati. Kalau boleh meminjam istilah skrg, inilah deklarasi seorg konglomerat yg hidupnya takut akan Tuhan.

Yabes mgkin memiliki pengalaman pahit di masa lalu, dlm permintaannya, dia ingin dilindungi Tuhan dr yg jahat spya hatinya tdk sedih dan pilu. Tdk tahu apa yg terjd pd masa lalu Yabes krna tdk dikisahkan dlm Alkitab, namun Yabes tdk ingin kembali mengalami kesedihan. Ini pendapat saya berdasarkan logika: yg plg menyedihkan adalah orgtua ditinggal mati oleh anaknya, mgkin krna sebuah penyakit ganas. Mgkin Yabes mengalami hal spt itu, hatinya sedih krna sesuatu yg jahat telah merenggut nyawa anaknya. Ini hanya pikiran logika saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Doa Yabes

Sesuai Rencana

DI 30102018

Matius 12:16 (lKJV
And charged them that they should not make him known:

  • Dan meminta mereka supaya mereka jangan membuat diri-Nya diketahui

Situasi saat itu tdk menguntungkan bagi Yesus krna kelompok org Farisi sdg berunding bgmna caranya utk membinasakan Yesus, Dia pergi dr situ namun org bnyk mengikutinya.

Kalau kita di posisi Yesus saat itu, apa yg akan kita lakukan? Sengaja pasang badan sambil menantang? Bisa saja Yesus menyuruh malaikat utk berbuat sesuatu terhadap mrka, namun justru Dia memilih menyingkir. Knpa demikian?

Yesus tahu bhw final dr semuanya bknlah di saat itu, namun nanti saat Dia ditangkap dan disalibkan di Golgota. Spya itu tergenapi maka Dia tdk boleh ditangkap atau dibunuh saat itu, Dia memilih menyingkir. Namun Yesus berpesan spya diri-Nya jgn sampai dikenali atau diketahui oleh kelompok org Farisi krna tentu saja bs menyebabkan diri-Nya ditangkap dg tuduhan palsu.

Tdk semua org senang dg kekristenan, krna jika ada org yg bertobat bs menimbulkan kehebohan di pihak lain yg pny kepentingan tertentu. Itulah sebabnya ada petobat baru yg memang sengaja tdk segera mengumumkan pertobatannya, bs dimaklumi krna menunggu saat yg tepat. Ada yg hrs membayar pertobatannya dg ancaman dibunuh, kehilangan hak dlm keluarga hingga diusir dr tempat tinggalnya. Ketika mrka siap, barulah pertobatannya diumumkan. Jd bkn tdk berani, tp menunggu wkt yg tepat. Yesuspun memilih menghindar, spya rencana Tuhan digenapi di Golgota.

Ada saatnya kita hrs menghindar meskipun kita mgkin berani utk menghadapinya, jgn sampai rencana besar digagalkan oleh sesuatu yg kecil. Kita hrs bijaksana menyikapi situasi yg sdg terjd, jgn cm modal berani saja tp perhitungkan sgla sesuatunya dg tepat. Korbankan sesuatu yg kecil demi mendpt sesuatu yg lebih besar, walaupun mgkin kita diejek dan diremehkan. Bertanyalah pd Tuhan apa yg hrs kita perbuat, dan lakukanlah dg segenap hati. Rencana Tuhan hrs tergenapi, jgn sampai musuh bs menggagalkannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Sesuai Rencana

Penginjilan Yang Efektif

DI 29102018

Lukas 3:18 KJV
And many other things in his exhortation preached he unto the people.

  • Dan banyak hal-hal lain di dalam nasehatnya dikhotbahkan dia pada orang-orang itu

Yohanes Pembaptis sdg menyampaikan pesan ttg pengampunan dosa, tetapi bkn cuma sekedar menyampaikan, tetapi jg melakukan spt ‘konseling’ bagi mrka yg bertanya kepadanya.

Khotbah tdk selalu bs dipahami 100% oleh para pendengarnya, krna yg mendengar terdiri dr berbagai golongan yg berbeda: beda usia, jenjang pendidikan, status sosial, kualitas kerohanian, dsbnya. Daya tangkap dlm mendengar khotbah mgkin saja cuma sebesar 15-20%, itulah sebabnya jika disuruh menceritakan kembali isi khotbah, hanya bs diceritakan garis besar saja. Utk org-org tertentu, mgkin masih bs menceritakan kembali di atas 50%.

Apa yg Yohanes Pembaptis lakukan mgkin patut ditiru, dlm memberitakan Injil, perlu disertai dg penyediaan layanan konseling, krna tentu saja bnyk pertanyaan yg diajukan ttg Injil dan keselamatan. Blm lg bila yg diinjili sdg mengalami masalah besar, mrka butuh jalan keluar dan dukungan. Bgmna mrka bs memahami Injil jika perut mrka lapar, hati mrka kuatir, takut, dan pikiran mrka sdg pusing memikirkan situasi yg mrka alami? Konseling dibutuhkan spya mrka bs menemukan rasa nyaman dan tdk merasa sendirian dlm hidup ini.

Yesuspun sering mengadakan konseling pribadi, misalnya dg perempuan Samaria (Yohanes 4:1-27), Yesus jg meladeni org yg ingin mengetahui ttg kebenaran, misalnya dg Nikodemus (Yohanes 3:1-21). Penginjilan melalui KKR mgkin saja efektif, tp jiwa-jiwa yg benar-benar bertobat dan menerima Injil itu sulit dipastikan. Misalnya yg maju didoakan 200 org, blm tentu yg memberi dirinya dibaptis jg 200 org. Jd sangat perlu kita memberikan nasehat pd org yg sdg kita injili, bantu mrka bs mengatasi masalah yg sdg dihadapi, di situlah mrka melihat kuasa Tuhan bekerja dan menjd percaya. Dlm penginjilan kita hrs membuat mrka merasa nyaman, tdk merasa dipaksa.

Posted in Renungan | Comments Off on Penginjilan Yang Efektif

Mengenal Tuhan

DI 27102018

Hosea 6:6 KJV
For I desired mercy, and not sacrifice; and the knowledge of God more than burnt offerings.

  • Karena Aku menginginkan belas kasihan, dan bukan persembahan, dan pengetahuan akan Tuhan lebih daripada korban bakaran.

Tuhan bkn sekedar ingin kita beragama, tp ingin kita dg Dia memiliki hubungan yg dekat dan intim, krna itulah Dia lebih menghargai pengenalan akan Tuhan drpd tindakan keagamaan.

Sejak awal diciptakannya manusia, Tuhan sangat menginginkan adanya komunikasi yg baik dg manusia. Di Taman Eden Tuhan bergaul dg Adam, bahkan saat Adam dan Hawa jatuh dlm dosa, Tuhan mencari mrka. Walaupun pd akhirnya manusia diusir dr Taman Eden, Tuhan tetap menginginkan manusia berkomunikasi dg Dia.

Memberi berbagai jenis persembahan dan korban bakaran adalah sebagian dr ketaatan akan hukum Tuhan, namun Tuhan jg melihat hati manusia, Dia ingin manusia memiliki belas kasihan, artinya memiliki kepedulian dg keadaan sesamanya, tdk cuma kelihatan spt org yg sangat rohani, tp memang perbuatannya mencerminksn kualitas kerohaniannya yg dibuktikan dg membangun hubungan yg baik dg sesamanya.

Kemudian Tuhan ingin kita memiliki pengetahuan akan Tuhan, lebih dlm mengenal Dia. Artinya selalu ada usaha yg dilakukan utk lebih memahami karakter dan sifat Tuhan, memahami apa yg menjd kesukaan dan kehendak-Nya, tdk berhenti dlm membangun hubungan yg intim dg Tuhan. Tuhan rindu kita dg Dia spt Adam yg sblum jatuh dlm dosa, ada sebuah ‘persahabatan’ dan ‘kemitraan’ yg baik dan menyenangkan. Semua jenis persembahan dan korban bakaran berhubungan dg cara utk pengampunan dosa, itulah alasan mengapa Tuhan ingin dosa tdk menghalangi manusia bergaul dg Dia. Kita hrs giat dlm berusaha utk mengenal Tuhan lebih lagi, tdk berhenti sekedar beragama tp memiliki kualitas hubungan yg intim dg Tuhan.

Kenali Tuhan dan kita pasti kagum dg apa yg ada dlm diri Tuhan. Bergaul dg Tuhan berarti membuka diri kita utk pengaruh Tuhan yg positif mempengaruhi hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengenal Tuhan