Kualitas Daud

DI 16112018

Mazmur 78:72 KJV
So he fed them according to the integrity of his heart; and guided them by the skilfulness of his hands.

  • Demikianlah dia menggembalakan mereka menurut integritas hatinya, dan menunjukkan jalan mereka dengan keterampilan tangannya

Daud semasa mudanya memang seorg gembala domba, ketika dia menjd raja atas Israel, dia tetap menggunakan metode penggembalaannya dlm memerintah rakyatnya.

Keadaan zaman ini justru bnyk yg terbalik, bnyk gembala gereja berubah menjd ‘raja’, shga grja berubah menjd ‘kerajaan kecil’ bagi si gembala grja, sungguh memprihatinkan.

Kata menggembalakan dlm ayat ini dlm bhsa aslinya adalah ‘râ‛âh’ yg artinya menggembalakan, membiarkan ternak merumput (to pasture), merawat, menjaga (to tend), menyediakan makanan (to feed). Arti selanjutnya jg menarik yaitu berpartner dengan (to associate with), menjd teman spesial (be a special friend). Jd Daud dlm memerintah sbg raja memperlakukan rakyatnya bkn sbg obyek kekuasaan, tp justru berpartner atau bersama rakyat membangun kerajaan Israel yg takut akan Tuhan dan besar. Dia menggembalakan dan tdk otoriter.

Dlm menggembalakan bangsa Israel, Daud memiliki 2 hal penting yaitu integritas hati dan keterampilan tangannya. Kata integritas dlm bhsa aslinya adalah ‘tôm’ yg artinya kelengkapan (completeness), kesempurnaan (fulness), ketulusan hati (simplicity), kemurnian (innocence). Sederhananya integritas itu adalah yg dlm hati sm dg yg dikatakan dan diperbuat. Kualitas hati seorg raja ternyata ada pd hati Daud, setelah melewati bnyk proses dlm hidupnya, Daud terbentuk menjd seorg yg pny integritas dlm dirinya. Menggembalakan perlu integritas, hati yg murni dan tulus.

Kata skillfulness dlm bhsa aslinya adalah ‘tâbûn tebûnâh tôbûnâh’ yg berarti pengertian (understanding), kecerdasan (intelligence), keahlian (skill). Menjd gembala dan pemimpin tdk boleh bodoh dan tdk memiliki pengertian dlm otak dan hatinya. Tulus dan cerdik spt yg Tuhan katakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kualitas Daud

Diuji Tuhan

DI 15112018

Ayub 7:17-18
Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan,

  • dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?

Ayub dlm kesengsaraannya masih mengingat apa yg Dia yakini ttg Tuhan, spt ayat di atas, Ayub ingat bhw Tuhan menguji manusia setiap saat, bkn di saat-saat tertentu saja.

Kata menguji dlm bhsa aslinya adalah ‘bâchan’ yg memiliki arti antara lain memeriksa dengan detail (to examine), membuktikan (prove). Bentuk ujian ini bs bermacam-macam, misalnya dlm bentuk pengujian, Tuhan memberikan sebuah situasi krna ingin melihat sikap dan reaksi kita, bs jg dlm bentuk pencobaan yaitu mengizinkan iblis utk mencobai, spt yg dialami Ayub dan Yesus sndri di padang gurun. Bnyk hal bs Tuhan pakai utk menguji kita dan menemukan siapa sbnarnya kita.

Tuhan menguji kita setiap saat, berarti bkn hanya saat kita dlm masalah atau penderitaan, tp jg dlm saat sukses, menang, bahagia, berkelimpahan. Seringkali Tuhan menggunakan sesuatu yg mnrut kita itu berkat, namun ternyata bknlah berkat, tp sesuatu yg mampu menggoyahkan iman dan melencengkan hati kita dr Tuhan. Seringkali bnyk org tdk menyadarinya, pdhal yg dia alami dan terima justru sebuah ujian yg baru, mengira bhw kalau keadaan baik-baik saja berarti semuanya sdh selesai. Justru ujian Tuhan dtg di saat yg tdk kita duga, Tuhan tak perlu minta izin kita dahulu ketika ingin menguji kita.

Tuhan memeriksa kita scra detail, spt dlm dunia medis, check up seluruh badan, spya ditemukan sebisa mgkin penyebab dr sakitnya, dan bs menemukan bibit-bibit penyakit yg nantinya bs tumbuh lebih parah, shga bs diobati sedini mgkin. Ujian Tuhan bs terjd di mana saja, apakah di jalan, rumah, kantor, sekolah, bahkan di gereja. Dia bs pakai pengamen, pengemis, bos, karyawan, pembantu, teman, dsbnya, krna itulah kita perlu waspada, krna kita tdk tahu apakah itu ujian dr Tuhan ataukah bkn.

Tuhan ingin kita lulus dr ujian-Nya, Dia beri kita Penolong yaitu Roh Kudus dlm diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Diuji Tuhan

Dendam Membara

DI 14112018

2 Samuel 3:27

  • Ketika Abner kembali ke Hebron, maka Yoab membawanya sebentar ke samping di tengah-tengah pintu gerbang itu, seakan-akan hendak berbicara dengan dia dengan diam-diam; kemudian ditikamnyalah dia di sana pada perutnya, sehingga mati, membalas darah Asael, adiknya.

Dendam membuat Yoab membunuh Abner yg memang sblumnya telah membunuh Asael, adik Yoab. Betapa sangat mengerikan pengaruh dr dendam yg ada dlm hati seseorg.

Hukum dan budaya yg berlaku dlm hubungan antar manusia adalah ‘mata ganti mata, gigi ganti gigi’, ini membuka celah bagi setiap org utk berhak membalas, apakah itu membalas dendam atau membayar rugi dg mengganti sesuai yg dirugikan. Semenjak Kain membunuh Habel, adiknya sndri, maka dendam mulai bs merasuki hati setiap org yg merasa dirugikan dan tersakiti. Manusia menganggap membalaskan dendam sbg sesuatu yg adalah hak tiap org, bahkan membalas dendam dlm bbrpa budaya dinilai sbg sebuah bukti ‘bakti’ bagi org yg masih dlm hubungan sedarah. Misalnya anak membalas kematian orgtuanya yg mati dibunuh, jg dlm kisah ayat di atas, Yoab membunuh Abner demi kematian Asael, adiknya.

Bgmna Firman Tuhan menyikapi ttg dendam?

Imamat 19:18
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Ulangan 32:35
Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.

Jd jelas bhw serahkanlah pembalasan pd Tuhan, jgn menyimpan dendam, justru kita hrs mengasihi pd siapa kita pernah menaruh dendam padanya. Bkn hal yg mudah membuang dendam dr hati kita, tp pikirkanlah dg tenang, dampak dr mendendam tdklah baik utk hidup kita. Jgn sampai dendam memancing kita akhirnya berbuat dosa yg justru mendtgkan murka Tuhan. Tinggallah dlm proteksi damai sejahtera dr Tuhan, berikan pengampunan sepenuhnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Dendam Membara

Peperangan Ini Milik Tuhan

DI 13112018

1 Samuel 17:47 KJV
And all this assembly shall know that the LORD saveth not with sword and spear: for the battle is the LORD’S, and he will give you into our hands.

  • Dan seluruh kumpulan ini akan tahu bahwa TUHAN menyelamatkan tidak dengan pedang dan tombak, karena petempuran ini milik TUHAN, dan Dia akan memberimu ke dalam tangan kami

Petempuran Daud dg Goliat mewakili petempuran antara bangsa Israel melawan Filistin, namun itu dlm pandangan manusia, sesunguhnya pertarungan ini adalah antara Tuhan melawan Goliat, ayat ini berkata bhw pertempuran ini adalah milik Tuhan.

Inilah fakta yg seringkali luput dr pemahaman rohani kita, sbg org Kristen tentu saja tdk semua org menghormati iman kita pd Kristus, ada yg trs menerus menghina Tuhan Yesus dan menantang berdebat. Dlm situasi spt ini, Tuhan lgsg yg ditantang, kita jgn bertindak sendiri, krna ‘pertempuran ini milik Tuhan’. Sdh bnyk bukti bhw Tuhan menyelamatkan org-org yg dulunya menghina Dia, skrg justru menjd alat kemuliaan-Nya.

Bgmna kita tahu spt Daud tahu bhw pertempuran bangsa Israel melawan Filistin adalah pertempuran milik Tuhan? Jika ada indikasi sesuatu yg sdg kita alami itu ada unsur ‘menantang’ Tuhan, itulah jwbannya. Jika ada org yg menghina, meragukan kuasa Tuhan, merendahkan umat-Nya, sdh dipastikan Tuhan sndri yg akan bertindak. Tuhan cuma butuh sekian detik saja utk mengalahkan musuh-Nya, cara-Nyapun seringkali di luar perkiraan kita, mudahnya spt membalikkan telapak tangan. Tentu saja kemenangan di pihak Tuhan dan umat-Nya.

Butuh kesabaran utk menang bersama Tuhan, bangsa Israel diteror 40 hr dg perkataan Goliat, barulah Dia memakai Daud utk mengalahkan org Filistin. 40 hari bkn wkt yg singkat, ketakutan yg ditimbulkannya sangat dlm, membuat org Israel menderita scra mental. Wkt Tuhan itu tdk selalu sama dg wkt kita, mengapa hrs 40 hari, sebulan, setahun, bahkan bertahun-tahun? Itu misteri Tuhan, namun percayalah bhw Tuhan tdk diam.

Posted in Renungan | Comments Off on Peperangan Ini Milik Tuhan

Apakah Anda Normal?

DI 12112018

2 Petrus 2:8 KJV
(For that righteous man dwelling among them, in seeing and hearing, vexed his righteous soul from day to day with their unlawful deeds;

  • Karena orang benar itu menetap di antara mereka, dalam melihat dan mendengar, jiwa benarnya tersiksa dari hari ke hari dengan perbuatan melanggar hukum mereka.

Lot tinggal di dekat kota Sodom dan Gomora stlah dia memilih sesuai dg tawaran Abraham, pamannya, mengenai daerah yg ingin ditinggali. Meskipun scra geografis daerahnya bagus, namun ternyata penduduknya bermoral buruk, Lot tersiksa jiwanya.

Misalkan kita sdg berpuasa, kemudian ada org yg mkn di hadapan kita, scra bergantian dtg 20 org mkn di hadapan kita, bgmna emosi kita? Plg mgkin terjd adalah timbul keinginan utk batal puasa dan mkn. Lot setiap hari melihat kelakuan buruk penduduk Sodom dan Gomora, ada kemungkinan diapun tergoda melakukan hal yg sama, namun di mata Tuhan, Lot disebut org benar, artinya dia mampu menjaga dirinya tetap hidup kudus dan pny moral yg baik, shga dia diselamatkan saat Tuhan menghukum Sodom dan Gomora.

Bgmna dg kita? Apa yg kita rasakan melihat perbuatan yg melanggar hukum di dpn mata kita trs menerus? Atau justru kita sdh mati rasa dan berlagak ‘buta’ dan ‘tuli’ seolah-olah semua itu hal yg wajar? Lebih parah lg malah kita ikut-ikutan jg melakukannya krna menganggap itu ‘dosa berjamaah’, bnyk yg lakukan tp tdk bs dihukum? Jgn sampai hati dan pikiran kita sampai dibutakan dg dosa yg dianggap hal yg wajar. Ingat bhw di akhir zaman akan ada cawan murka Tuhan spt yg tertulis dlm Kitab Wahyu, ada hari penghakiman Tuhan utk kejahatan yg dilakukan manusia. Gunanya hidup kudus adalah diselamatkan dr murka Tuhan bila hari itu tiba. Jgn anggap sepele ttg kekudusan.

Jgn teracuni oleh tindakan amoral di sekitar kita, ataupun tindakan yg melawan hukum yg ada, baik hukum Tuhan ataupun hukum yg dibuat oleh manusia. Setiap org bertanggung jwb atas perbuatannya masing-masing. Jaga moral kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Apakah Anda Normal?

Nilai Sebuah Ketenangan

DI 10112018

Pengkhotbah 4:6 KJV
Better is an handful with quietness, than both the hands full with travail and vexation of spirit.

  • Adalah lebih baik sebuah tangan yg penuh dengan ketenangan daripada kedua tangan penuh dengan penderitaan dan kekesalan roh.

Penulis ayat ini ingin menyampaikan pesan ttg apa yg paling berharga dr semua yg telah kita lakukan utk tetap bertahan hidup. Org bekerja keras utk mendptkan apa?

Nilai sebuah ketenangan ternyata sangat berharga. Tenang krna kebutuhan hidup tercukupi, tdk ada musuh, menang atas masalah, dsbnya. Meskipun yg kita dpt hanya ‘segenggam’ tangan kita, artinya hanya sebuah tangan saja yg terisi penuh genggamannya, jika yg kita genggam itu sebuah ketenangan, maka itu cukup buat hidup kita.

Perbandingannya adalah dg kedua genggaman tangan kita terisi penuh, artinya lebih bnyk yg kita hasilkan dan dapatkan, namun jika yg kita alami selanjutnya hanya penderitaan dan kekesalan roh, itu tdk ada gunanya. Apa maksudnya? Mgkin seseorg bs mendpt sejumlah besar kekayaan, tp justru hidupnya tdk tenang, menderita scra jiwa dan roh dan mgkin jg fisiknya, frustrasi dan malah kuatir, ini tdklah baik bagi kehidupan.

Ada org yg makin kaya justru hidupnya tdk tenang, mulai melindungi dirinya dg senjata, rumahnya dilindungi dg anti peluru, kalau berlibur tdk boleh pergi bersamaan dlm sebuah kendaraan krna bila terjd kecelakaan diharapkan masih ada yg hidup krna beda kendaraan, pusing memikirkan hutang yg semakin besar, takut dikhianati, dsbnya. Pesan utk kita melalui ayat ini adalah spya kita jgn serakah, kita bekerja keras utk memperoleh apa? Coba kita renungkan, jika yg kita peroleh jumlahnya besar tp justru tdk membuat kita hidup tenang, apalah gunanya itu? Bekerja memang utk mendptkan harta, tp jgn kebahagiaan hidup kita bergantung pd jumlah harta yg kita miliki. Blm tentu bnyk harta bs membuat kita bahagia. Kita lihat bnyk org kaya justru hidupnya menderita, penuh masalah. Hiduplah dlm ketenangan.

Posted in Renungan | Comments Off on Nilai Sebuah Ketenangan

Tuhan Dengar

DI 09112018

Bilangan 12:2

  • Kata mereka: “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?” Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.

Sadar atau tdk, perkataan yg kita perbincangkan dg org lain itu Tuhan mendengarnya. Apalg jika obyek pembicaraannya ttg seorg yg dipilih Tuhan utk suatu tugas tertentu.

Tentu bkn berarti tdk boleh sama sekali memperbincangkan hamba Tuhan atau para rohaniwan, keliru jika kita mengartikannya demikian, mrka tetap manusia, bs buat kesalahan dan tdk super kudus. Kita hrs lihat konteks crta ini dr sudut pandang Tuhan.

Musa itu org pilihan Tuhan, bkn Musa yg mau jd pemimpin bangsa Israel wkt itu. Apakah Musa perlu dihukum dan diganti atau tdk, sekalipun memang Musa berbuat kesalahan, hak itu tetap ada di tangan Tuhan. Miryam merasa dia pantas menggantikan Musa krna dia jg dipakai Tuhan utk berbicara pd bangsa Israel, inilah yg membuat Tuhan murka: Miryam melangkahi Tuhan dlm hal menghakimi Musa.

Kita mgkin jg pernah bgtu, melihat org lain keliru, ceroboh, salah, lgsg menghakimi dan seolah-olah Tuhanpun setuju dg pemikiran kita. Ini bahaya sekali, dan akibatnya spt yg dialami Miryam, kita bs kena ‘tulah’ dr Tuhan. Ketika kita ‘disidang’ oleh Tuhan, semua akan terbuka dan hukuman Tuhan tdk ditunda, lgsg terjd. Jgn bicara sembarangan ttg seseorg krna mgkin saja dia itu pilihan Tuhan. Bs jd dia itu jemaat biasa, bawahan kita, para rohaniwan, ya bs siapa saja.

Tegurlah sesuai dg cara yg sdh Tuhan atur: bertemu berdua, kemudian panggil org lain sbg saksi, bw ke ranah yg berwajib, dstnya, jgn lgsg menghakimi krna penghakiman itu wewenang Tuhan. Sampaikan pd para pemimpin, biarkan mrka yg menentukan. Tuhan dengar yg kita perbincangkan, jgn sampai kita salah dlm mengomentari org lain dlm sebuah kasus. Memang nikmat mengomentari sesuatu, tp komentar kita dinilai oleh Tuhan.

Kalau kita yg dibicarakan, jgn cepat bereaksi, bawa ke hadapan Tuhan spya Dia mengadilinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Dengar

Tak Perlu Kuatir

DI 08112018

Matius 6:31

  • Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Kalau sesuatu itu dibilang ‘jangan’, artinya tdk boleh dilakukan walaupun br sekedar niat. Ada akibatnya jika itu dilakukan, dan biasanya akibatnya buruk atau negatif.

Jgn kuatir apa yg akan kita makan, minum, pakai, krna Tuhan tahu kita memerlukan semuanya itu. Namun sbnarnya bkn sekedar tahu, tp ada sebuah kewajiban di dlmnya. Kita lihat ayat berikut :

Keluaran 23:25
Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu

Jd ini adalah sebuah perjanjian antara Tuhan dg umat-Nya yaitu jika kita beribadah atau menjd hamba yg melayani Tuhan (bkn pengertian ttg seorg hamba Tuhan), maka bagian Tuhan adalah memberkati makanan dan minuman kita serta menyingkirkan penyakit dlm hidup dan lingkungan kita. Jd inilah alasan tdk perlu kuatir, sm spt jika kita tdk melanggar hukum, tak perlu takut masuk penjara. Kuatir ttg mknan, minuman dan pakaian adalah kekuatiran yg tdk berdasar, mgkinkah Tuhan mengingkari janji-Nya? Terlalu sulitkah bagi Tuhan utk menyediakan kebutuhan yg kita perlukan?

Mulailah berpikir utk sesuatu yg lebih penting yaitu bgmna ibadah kita terhadap Tuhan? Apakah kita sdh menjd hamba yg melayani Tuhan? Majikan yg baik pasti berlaku mulia terhadap para pembantunya, selama pembantunya taat dan membuat majikan puas dg plynan yg diberikan. Kalau ibadah kita ini kualutasnya buruk, pasti ada pengaruhnya terhadap pemenuhan kebutuhan hidup kita oleh Tuhan. Tuhan sdh sediakan, kita tdk perlu kuatir, namun jgn sampai kita lalai dlm penghambaan kita kpd Tuhan.

Ibadah bkn sekedar ibadah di gereja, tp penundukkan diri kita pd Tuhan dlm hidup sehari-hari. Tuhan menilai semua yg kita perbuat, krna itu jgn sembarang bertindak dan berkata-kata. Dlm segala hal ingatlah akan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tak Perlu Kuatir

Kalah Perhatian

DI 07112018

Lukas 16:8 KJV
And the lord commended the unjust steward, because he had done wisely: for the children of this world are in their generation wiser than the children of light.

  • Dan tuan itu memuji pengelola yang tidak adil itu, karena dia telah melakukanya dengan bijaksana, karena anak-anak dunia ini dalam generasinya lebih bijak daripada anak-anak terang.

Kisah perumpamaan ttg pengelola yg tdk adil ini hrs kita pahami dg benar. Bkn fokusnya pd cara si pengelola menyelamatkan dirinya dr rencana pemecatan, tp Tuhan ingin tunjukkan sesuatu yg penting. Apa itu?

Kita lihat kata ‘wiser’ dlm bhsa aslinya yaitu ‘phronimos’ yg pny arti cerdas, bijak, berpikir utk masa depan dan sadar/memikirkan minat/keuntungan org lain. Jd sbnarnya yg ingin Tuhan beritahukan pd kita adalah bhw anak-anak dunia lebih pandai mengerti minat sesamanya shga berusaha dg cara apapun utk membuatnya senang dan untung. Tentu saja cara yg digunakan bs saja cara yg baik atau jahat.

Kita sbg anak-anak terang bkn saja hrs menyadari dan mengetahui apa yg sesama kita butuhkan, tp hrs cerdas dlm memahami apa yg hrs kita lakukan utk memberi keuntungan bagi Tuhan. Tuhan tdk butuh harta, yg paling Dia sukai adalah bgmna spya lebih bnyk org berdosa yg diselamatkan. Kemudian bgmna kita menggunakan hidup kita dan semua yg Tuhan percayakan utk membw keuntungan bagi Tuhan. Hrs cerdas, tdk boleh bodoh, itu yg Tuhan kehendaki atas kita.

Dlm melakukannya, kita perlu tetap menggunakan cara-cara yg mulia, jgn sampai tdk memuliakan nama Tuhan. Tdk boleh membuat org tdk suka dg Tuhan tp bkn berarti menuruti apa yg mrka inginkan. Pertobatan hrs lahir dr kesadaran utk butuh Tuhan dan pengampunan dosa. Jgn dipaksa atau berdebat, biarkan Tuhan bekerja dlm hati org itu.

Sudahkah hidup ini kita gunakan utk kemuliaan Tuhan? Apa keuntungan yg sdh kita hasilkan utk Tuhan? Jika belum, mulailah utk memahami apa yg menjd minat Tuhan dlm hidup kita. Bangun hubungan dg Tuhan, bergaul dg Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Kalah Perhatian

Buktikan Perkataanmu

DI 06112018

Hakim-Hakim 10:16 KJV
And they put away the strange gods from among them, and served the LORD: and his soul was grieved for the misery of Israel.

  • Dan mereka menyingkirkan berhala-berhala asing dari antara mereka, dan melayani TUHAN, dan jiwa-Nya bersedih karena kesengsaraan orang Israel.

Kisah dlm ayat ini berlatar blkg ttg bangsa Israel yg tdk lg beribadah pd Tuhan tp pd berhala-berhala bangsa lain dan membuat Tuhan menjadikan mrka hamba bagi bangsa Filistin dan Amon selama 18 tahun lamanya.

Kita hrs sadar bhw ketika tdk lg seseorg beribadah pd Tuhan, itu sama saja dg penyembahan berhala, berzinah scra rohani, meskipun org itu seorg atheis, dirinya sndri menjd ‘tuhan’ bagi dirinya. Kita hrs peduli dg org-org Kristen yg tdk lg beribadah ke gereja, walaupun mrka tdk pindah agama, tetapi di mata Tuhan, ini sama dg penyembahan berhala. Hidup org spt ini akan sengsara pd akhirnya dan penderitaan kekal menanti apabila tdk jg bertobat dan beribadah pd Tuhan.

Org Israel pd akhirnya bertobat dg bukti mrka menyingkirkan semua berhala yg sblumnya mrka sembah. Pertobatan itu hrs ada buktinya, bukti pertobatanlah yg pd akhirnya menyurutkan murka Tuhan dan membuat Tuhan bersedih krna kesengsaraan yg dialami bangsa Israel. 18 tahun mrka dikuasai bangsa lain, ini akibat penyembahan berhala.

Mgkin kita melihat mrka yg tdk lg beribadah pd Tuhan koq hidupnya tenang-tenang saja? Tuhan msh menantikan pertobatannya sampai batas wkt kesabaran-Nya, stlah dilihat tdk ada penyesalan, barulah murka Tuhan turun atas org itu. Melihat hidup seseorg hrs sampai akhir hidupnya, mgkin skrg baik-baik saja, tp sekian wkt ke dpn, sesuatu bs saja terjd. Evaluasi diri apakah kita memiliki berhala dlm hidup kita? Berhala itu sesuatu yg lebih bernilai drpd Tuhan di mata kita, bs jd itu keluarga kita, hobby, pekerjaan, harta bahkan plynan yg kita lakukan. Jika ada, segera bertobat dan buktikan dg perbuatan kita.

Mulailah hidup serius dlm hal ibadah kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Buktikan Perkataanmu