Hidup Tanpa Tuhan

DI 06072015

Yohanes 14:18
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Ayat ini adalah janji Tuhan mengenai kebangkitan-Nya, sejak kematian Yesus, para murid-Nya hidup dlm kebingungan, spt hidup seorg anak yatim piatu. Setelah Dia bangkit, Dia menemui para murid-Nya.

Yatim piatu termasuk dlm kategori mrka yg wajib diperhatikan nasibnya oleh sesama org Israel selain para janda miskin. Tdk ber-bapa dan ber-ibu tentu saja suatu hal yg menyedihkan bagi si yatim piatu, kerabat terdekat wajib memeliharanya.

Hidup kita tanpa Tuhan sama halnya dg hidup anak kecil tanpa ayah dan ibu. Yang paling terasa adalah kejiwaan dan mental kita. Mgkin secara fisik kita masih punya orgtua, hidup tak kekurangan, pny keluarga, dsbnya, tp rohani kita tanpa Tuhan akan terasa ‘kering’, punya segalanya tp tdk membuat kita bahagia sepenuhnya.

Org yg hidup sederhana dan punya hubungan baik dg Tuhan akan merasa hidup lebih berarti dibandingkan mrka yg hidup mewah tapi tanpa kehadiran Tuhan dlm hidup mrka. Tak jarang kita dgr kasus bunuh diri mrka yg scra harta sangat berlimpah, namun terjerat dlm narkoba, kuasa gelap dan kekosongan hati. Sampai di satu titik : harta tak bs membahagiakannya lagi.

Bersama Tuhan, kita tdk akan larut dlm kebingungan dan kehampaan. Keberadaan orgtua scra kejiwaan membuat anak-anak pny keberanian dan bermental lebih kuat, demikian jg dg kehadiran Tuhan dlm hidup kita, apapun yg kita hadapi, kita bs melewatinya dg iman yg teguh dan keberanian yg cukup. Ketakutan adalah bentuk kecemasan kita akan tdk adanya Tuhan dlm hidup kita. Namun sebagian org memilih utk hidup tanpa Tuhan hingga suatu saat hidupnya berakhir dlm kehampaan dan kehancuran.

Tuhan berperan sbg ‘orgtua’ bagi kita, Dia memelihara, mendidik dan menyiapkan masa depan yg baik, bersyukurlah kita krna memiliki Tuhan dlm hidup ini, kita tdk sendirian, ada Tuhan yg mendengar seruan doa kita, ada Tuhan yg menolong.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.