Hidup Harus Berguna

DI 07072015

Yohanes 15:6
Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Kalau kita coba berpikir: mengapa Tuhan ciptakan kita sbg manusia, bkn jd hewan atau tumbuh-tumbuhan? Kalau tanaman dan hewan saja bs memberi bnyk manfaat dr dirinya, apalg kita yg diciptakan sbg manusia, seharusnya bs memberi bnyk manfaat bagi dunia ini.

Sebagian org memilih utk hidup bagi dirinya sndri. Pny harta bnyk utk dinikmati sndri, pny keahlian khusus tdk digunakan utk kemanusiaan, yg penting dirinya baik-baik saja, tdk merugikan org lain.

Ranting yg berbuah tentu tdk akan dipatahkan dan dibuang. Sadarilah bhw hidup kita adalah ‘investasi’ dr Tuhan, di mana Tuhan menginginkan bnyk manfaat atau ‘buah’ yg dihasilkan melalui hidup kita. Dia menaruh bakat dan potensi dlm diri kita, memberi kita keahlian dan pendidikan yg baik, semuanya bkn hanya utk menunjang masa depan hidup kita saja, tp jg utk memberi dampak positif di manapun kita beraktivitas.

Kebahagiaan yg sesungguhnya adalah bkn ketika kita menikmatinya sendirian, tapi ketika kita berbagi dg org lain, kita bahagia bkn krna bs memberi, tp krna Tuhan beri kesempatan utk memberi. Bahagia yg berlimpah adalah bahagia yg bs turut dinikmati org lain di sekitar kita.

Maksimalkan keahlian yg kita miliki, nantinya itu Tuhan pakai utk kita memberkati bnyk org, menolong yg membutuhkan bahkan mgkin menyelamatkan nyawa seseorg. Dimulai dr apa yg kita punya dan yg kita bs lakukan, walaupun itu sederhana saja, di tangan Tuhan itu bs menjd sesuatu yg luar biasa. Kita yg mendoakan, Tuhan yg bertindak. Bkn krna kehebatan kita, tp Tuhan yg bekerja melalui kita.

Mulailah berdampak positif di lingkungan keluarga kita dahulu, kemudian meluas hingga ke lingkungan sekitar kita. Jadilah ranting yg ‘berbuah’, caranya adalah tinggal di dlm Tuhan, tetap terhubung dg Tuhan setiap hari.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.