DI 10072015
2 Samuel 24:25
Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Maka TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel.
Dlm terjemahan lainnya, kalimat ‘maka Tuhan mengabulkan doa’ digunakan kata ‘Tuhan dengan sangat dimohon’, artinya Daud ingin secepat mgkin Tuhan bertindak menghentikan tulah yg sdg terjd.
Ada situasi di mana kita ingin Tuhan bertindak cepat, dlm kisah Daud ini, sdh bnyk org yg mati akibat tulah yg Tuhan timpakan krna kesalahan bangsa itu, maka dia membangun mezbah dan mempersembahkan 2 jenis korban: korban bakaran dan korban keselamatan. Sptnya kita ‘mendesak’ Tuhan utk bertindak dg segera, namun hrs dg cara yg sesuai dg ketentuan Tuhan.
Pertobatan itu selalu membuka ‘jalan’ yg ‘tertutup’, dan mempercepat diakhirinya hukuman Tuhan. Jgn kita merasa diri benar, koreksi diri saat situasi yg kita alami tdk normal, mgkin itu disebabkan oleh kesalahan yg kita buat. Jika memang ada, segera bertobat dan adakan pendamaian dg Tuhan spya dosa tdk menjd penghalang antara kita dg Tuhan.
Bolehkah kita ‘mendesak’ Tuhan melalui doa? Jika memang situasinya genting dan dalurat, bs dilakukan, tp tetap mengikuti prosedur yg telah Tuhan tetapkan, namun sebatas ‘mendesak’ saja, tidak ‘memaksa’ Tuhan.
Berdoa dan kembali lakukan Firman Tuhan, ini yg disebut ‘kembali ke jalan Tuhan’. Ibarat salah jalan, jgn teruskan berjalan makin jauh, segera berjalan di jalan yg berlawanan dr arah sebelumnya, dulu lakukan yg salah, skrg lakukan yg benar. Ini yg bs menggerakkan hati Tuhan utk mengampuni dan memulihkan keadaan kita. Pemulihan selalu diawali dg pertobatan yg sungguh-sungguh. Kita tdk boleh berpura-pura, jgn mempermainkan kasih Tuhan. Tuhan tahu isi hati dan pikiran kita, kita tdk mgkin bs membohongi Tuhan.
Hiduplah selalu dlm pertobatan setiap hari, menjd pelaku Firman Tuhan dan membangun hubungan yg baik dg Tuhan.