DI 11072015
1 Tesalonika 4:18
Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.
Mungkin kata-kata penghiburan lebih dimengerti di saat ada yg berdukacita krna kematian seseorg, memang itu benar, namun bkn hanya di saat spt itu saja.
Kapan seseorg butuh dihibur? Biasanya saat berduka, sedih, kehilangan sesuatu, mengalami musibah, mengalami aniaya fisik atau jiwa, dsbnya. Di saat hilang kekuatan dan imannya goyah, kata-kata penghiburan pny peran penting, tentu saja bkn kata-kata yg ‘kosong’ atau ‘harapan palsu’, tp benar-benar kata yg menguatkan dan membuka pikiran seseorg ttg sesuatu yg sblumnya tdk disadari.
Hiburan dibutuhkan ketika seseorg mengalami kelelahan dan putus asa, saat kenyataan berbeda dg harapan, saat pikiran ‘buntu’ dan jiwa tawar hati, kurang atau kehilangan semangat, kata penghiburan menjd sebuah tambahan ‘energi’ utk mewujudkan visi yg ingin dicapai. Perjuangan hidup memang berat dan tdk sederhana, perlu saling menguatkan dan menghibur satu sama lain. Rasa senasib dan sepenanggungan bs memotivasi seseorg utk trs melangkah dan mengalami kemenangan.
Wujud dr kata-kata penghiburan bs berupa nasehat yg didasari kasih dan hikmat, kata-kata yg disertai perbuatan nyata dan penawaran solusi. Bs jg berupa kata-kata yg berisi pengharapan akan sesuatu, berupa janji dan ‘upah’ ketika mencapai ‘garis finish’. Sekali lg bkn janji palsu, tp janji yg akan ditepati.
Belajar utk memahami situasi yg sdg dialami seseorg sblum kita menghibur mereka. Jauh lebih baik jika kita telah melewati situasi yg sama, kita bs bersaksi ttg apa yg kita lakukan, ini bs menginspirasi org lain utk menjalani dan menang atas masalah yg dihadapi. Kesaksian itu sebuah ‘penghiburan’ bagi org yg membutuhkannya.
Gunakan ayat-ayat Firman Tuhan sbg dasar ketika kita menghibur org lain dg perkataan kita. Selalu ingatkan akan janji Tuhan dan kasih Tuhan yg tak pernah berakhir. Ketika mrka kecewa pd Tuhan, hiburlah