Menjadi Kaya

DI 28112015

Mazmur 49:16-17
Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,
sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

Jgn takut bila menjd kaya, kedengarannya aneh, kalau ditanya apa semua org ingin kaya, pasti jwbannya sama: ingin kaya. Tp mengapa ayat ini berkata jgn takut bila menjd kaya?

Alasannya adalah krna uang tdk dibawa ketika kita nantinya meninggal. Jd urusan uang hanya selama kita hidup di dunia, setelah kita meninggal, ada urusan lain selain uang. Jd ada yg jauh lebih penting dibandingkan uang, apa itu?

Di depan tahta pengadilan Tuhan, yg kita bawa bkn kekayaan kita, tp perbuatan kita selama hidup di dunia. Apa yg kita kerjakan, kita buat, kita katakan, kita kelola, dsbnya, semuanya akan kita pertanggung jwbkan di hadapan Tuhan. Uang hanya penunjang kehidupan, hidup itu sndri yg nantinya akan dinilai Tuhan.

Jgn takut bila menjd kaya, tp takutlah bila krna kekayaan itu, justru membw kita menjauh dr Tuhan dan surga, hingga nantinya justru kita melangkah ke arah neraka. Kekayaan jika dikelola dg benar justru bs membuat kualitas hidup kita meningkat dan melayani Tuhan dg kekayaan itu. Menjd kaya adalah sebuah kesempatan utk bnyk memberkati lingkungan dan sesama kita yg membutuhkan.

Yg perlu kita perhatikan adalah saat kita telah menjd kaya, apakah posisi Tuhan tergeser oleh kekayaan yg kita miliki. Kita mgkin tdk menyadarinya krna itu terjd perlahan-lahan, kita mulai tdk punya wkt utk Tuhan, ibadah dan doa. Semua waktu hanya utk uang dan kesenangan diri sndri. Mulai tdk mengandalkan Tuhan, tp mengandalkan kekayaan kita. Semua diukur dg uang, ini yg berbahaya bagi hidup kita.

Tuhan ingin kita hidup berkelimpahan, lebih dr cukup. Dia memberkati pekerjaaan dan bisnis kita. Yg Tuhan inginkan adalah kita melayani Dia dg kekayaan yg Dia percayakan utk kita kelola dan nikmati hasilnya

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.