DI 27112015
Ayub 42:7
Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Téman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
Tuhan marah krna 3 sahabat Ayub berkata yg tdk benar ttg Tuhan. 3 sahabat Ayub sdg mengomentari apa yg sdg Ayub alami, dan dlm pembicaraan ini, nama Tuhan dibawa-bawa dan kemudian mrka terlibat dlm perdebatan.
Blm lama ini Kapolri mengeluarkan surat edaran yg isinya mengatur ttg isi pembicaraan baik yg lisan maupun tertulis, jika berisi konten yg dianggap menghina atau merugikan, bs dipidanakan. Sbnarnya ini jg yg hrs kita pahami bhw jika kita mengomentari sesuatu atau seseorg, ada ‘pihak berwajib’ yg mengawasi kita, bkn polisi, tp Tuhan sndri. Kalau ada isi perkataan kita yg salah bahkan salah ttg Tuhan, jgn heran jika Tuhan murka.
Kalau org lain mengalami sesuatu, jgn jd org yg menghakimi, jadilah org yg menghibur dan menguatkan. Jgn juga menuduh atau memfitnah tanpa dasar dan bukti serta saksi. Kalau ternyata yg dialami org itu adalah proses seizin Tuhan, kita bisa kena murka Tuhan. Apa yg kita ingin mempermalukan org lain di depan umum, justru nanti kitalah yg dipermalukan di dpn bnyk org. Kalau seseorg tdk pantas dihakimi, penghakiman itu akan kembali pd kita. Tuhan yg jadi perisai bagi org-org benar.
Kalau kita sdh menuduh org dan ternyata tdk terbukti, jgn segan dan jgn gengsi utk meminta maaf. Mgkin org itu sdh memaafkan kita, tp urusan kita dg Tuhan blm selesai. Segera berdamai dan minta maaf, spya jgn kita dimurkai Tuhan dan iblis mengambil kesempatan men-teror kita dg dakwaannya setiap saat.
Pengampunan tdk bs sebatas dlm hati, tp hrs nyata dlm perbuatan. Spt Tuhan menyuruh Ayub mendoakan 3 sahabatnya dg doa pendamaian pd Tuhan, doakanlah org yg sdh meminta maaf dr kita. Pengampunan kita terbukti ada ketika kita mampu mendoakan dan memberkati mrka dg tulus