DI 07122015
Mazmur 62:4
Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela
Istilah ‘mulut manis’ sbnarnya bermakna positif, artinya perkataan yg enak didengar dan menyukakan hati org yg mendengarnya. Namun ternyata sering kali ‘mulut manis’ tapi hatinya ‘pahit’, shga mulutnya memberkati tp dlm hatinya mengutuki.
Ada org yg pandai bicara dan tulus, ada jg yg pandai bicara tp punya niat terselubung yg mengarah pd yg jahat. Di dpn org lain kelihatannya bersahabat, memberi semangat, namun dlm hatinya ternyata pny rencana utk menjatuhkan kita. Seorg ‘penjilat’ pasti pny niat tersembunyi. Jgn terlena oleh sanjungan dan pujian, nanti kita kecewa setelah tahu bhw dia mengkhianati kita.
Pengkhianat tdk terdeteksi pd awalnya, malah kita terkecoh oleh kemampuan dia berbicara, shga kita menaruh kepercayaan terhadapnya. Sampai kita berani menaruh simpati dan rasa nyaman berada di dekatnya, baru kemudian perlahan-lahan dia menjalankan rencana jahatnya dan akhirnya kita terjerat dan jd korban tipuannya. Penyesalan dtg belakangan dan kadang sdh terlambat.
Org yg mendendam biasanya pandai bersandiwara, sptnya tdk mempermasalahkan apapun, namun ternyata menyimpan dendam dlm hati. Bisa sabar dan menjalankan rencana jahatnya langkah demi langkah. Kita hrs waspada, ujilah segala sesuatu dg tdk tergesa-gesa. Jgn mudah percaya pd org yg pandai bcra.
Diri kitapun jgn hanya bermulut manis, tp bebas dr niat jahat terhadap org lain. Jgn simpan dendam dan kepahitan, buang semua kepalsuan yg ada. Biarlah mulut dan hati kita berisi hal yg sama, yg baik dan berdampak positif terhadap org lain. Mudahlah utk mengampuni dan pny kesadaran utk menjaga hati tetap bersih senantiasa. Jgn jd ‘penjilat dan org munafik’ apalg berkhianat terhadap org yg telah mempercayai kita. Semua itu tindakan tdk memuliakan nama Tuhan