DI 10062016
Lukas 7:47 NKJV
Therefore I say to you, her sins, which are many, are forgiven, for she loved much. But to whom little is forgiven, the same loves little.”
Karena itu Aku berkata kepadamu: “Dosanya, yang jumlahnya banyak, diampuni, karena dia banyak mengasihi. Tapi siapa sedikit diampuni, sedikit juga mengasihi.”
Membaca pernyataan Tuhan Yesus ini memang tdk bs langsung sekali dua kali direnungkan bs kita mengerti. Kalau kita salah memahaminya maka kita akan salah juga dlm cara hidup kita.
Contohnya pemikiran kekiru spt ini: banyak dosa yg diampuni maka banyak mengasihi, sedikit dosa yg diampuni, sedikit jg mengasihi, jd kalau mau lebih mengasihi, lebih bnyklah berbuat dosa, jd tinggal minta pengampunan dan otomatis kita bs lebih bnyk mengasihi. Jadi buatlah dosa sebanyak-banyaknya.
Kelirunya di mana? Fokus pemahamannya sbnarnya bkn sedikit atau bnyknya jumlah dosa seseorg yg diperbuatnya, tp kesadaran bhw dirinya bnyk berbuat dosa tp Tuhan masih memberi pengampunan, membuatnya mengekspresikan kasihnya pd Tuhan dg ekspresi yg istimewa, mau melakukan apapun utk Tuhan meskipun itu membuat dirinya dipandang hina oleh bnyk org.
Logikanya spt ini: lebih bersyukur mana, saat hutang seseorg 2 juta dibayari org lain atau hutang seseorg 200 juta dianggap lunas, tdk perlu bayar lg? Pasti yg hutangnya 200 juta bersyukurnya lebih.
Perenungan saya pribadi dr ayat ini adalah ternyata ada pengampunan Tuhan yg sesuai dg kedaulatan kehendak-Nya pribadi. Jika seseorg berbuat 200 dosa misalnya, terserah Tuhan mau mengampuni seluruh atau sebagian dosanya, krna dlm ayat ini ada kata ‘banyak dan sedikit’, ini bs 2 arti: ada org yg bnyk dosanya dan ada yg sedikit dosanya, kemudian 2 org dosanya bnyk, yg satu bnyk dosanya diampuni, yg lainnya sedikit dosanya yg diampuni. Saya pribadi merujuk pd pemahaman pertama, org yg sadar dirinya bnyk dosa, saat dosanya yg bnyk diampuni, dia sangat bersyukur dan ingin mengasihi Tuhan lebih