Dampak Iman

DI 11062016

Lukas 7:50 NKJV
Then He said to the woman, “Your faith has saved you. Go in peace.”

Dan Dia berkata kepada wanita itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dalam damai sejahtera.”

Banyak pengajaran yg tdk tepat menjabarkan ttg iman, pengharapan, dan kasih. Kasih mendpt porsi yg lebih diperhatikan dibandingkan iman dan pengharapan.

Tuhan ajar saya spt ini: “Kalau hampir semua anggota tubuh seseorg lengkap, tapi matanya buta sebelah, bknlah dia itu tdk sempurna alias cacat?”

Kalimat ini saya pahami demikian, org boleh punya kasih dlm hidupnya, mgkin menebar bnyk kebaikan di sana-sini, selalu mengampuni, tp kalau imannya ‘kecil’ atau tdk kokoh, itu sama saja dg dia memiliki ‘cacat’ dlm hidup kerohaniannya. Itulah sebabnya bnyk org baik sekalupun dia tdk percaya Tuhan. Bnyk org menjd konselor yg baik bagi org lain, namun ketika dia sndri menghadapi masalah, imannya goyah dan tdk menjd pemenang.

Iman itu berdampak menyelamatkan, berarti iman tdk boleh kita anggap sesuatu yg kurang berarti. Iman bekerja bersama dg pengharapan dan kasih, sama spt mata bekerja bersama indera yg lain utk bs menangkap suatu peristiwa dg utuh. Menonton siaran televisi tp tdk mendengar suara siarannya tentu cukup mengganggu, hanya melihat tp tdk mendengar, itu persis spt kasih dan pengharapan tanpa iman.

Jgn terjebak dg perbandingan antara yg terbesar dan yg besar, kasih memang yg terbesar, bkn berarti pengharapan dan iman itu bkn hal yg besar jg. Kita jg hrs memahami perkataan rasul Paulus, tingkatan levelnya berbeda dg Firman yg Tuhan ucapkan langsung. Saya pribadi menganggap 3 hal itu sebagai satu kesatuan yg utuh, kita beriman krna dlm Tuhan ada pengharapan yg Dia janjikan krna Dia mengasihi kita. Tdk bs dipisah, itu sebuah kesatuan.

Bgmna kondisi iman kita? Apakah saat menghadapi sebuah situasi yg ‘berat’, kita tetap percaya pd Firman Tuhan dan yakin Dia selalu menyertai kita? Iman kita menyelamatkan kita

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.