Nafsu Makan Berlebihan

DI 13062016

Amsal 23:1-2 NKJV
When you sit down to eat with a ruler, Consider carefully what is before you;
And put a knife to your throat If you are a man given to appetite.

Ketika kamu duduk untuk makan bersama dengan seorang penguasa, pertimbangkan dengan hati-hati apa yang ada di hadapanmu,
Dan taruhlah sebuah pisau pada tenggorokanmu jika kamu adalah seorang yang memberi diri pada nafsu makan.

Nafsu makan itu bagian dr ciptaan Tuhan dlm diri kita, namun jika dlm takaran yg kurang atau berlebih, bs berpengaruh terhadap kesehatan seseorg.

Tentu sangat terhormat menjd tamu undangan mkn bersama dg seorg penguasa, misalkan saja diundang mkn gubernur, apalg hidangan yg tersedia itu termasuk mknan favorit, senangnya ‘dobel’, tp yg hrs jd perhatian kita adalah bgmna cara kita makan, ini seringkali jd penilaian org terhadap karakter kita.

Ayat ini mengingatkan kita agar tahu ‘sopan santun’ atau ‘etika’ makan dg org lain, terlebih dg para penguasa. Contohnya, jgn ambil hidangan sblum dipersilahkan, jgn ambil sblm tuan rumah mengambil duluan. Walaupun sdh lapar, tp tahan diri. Ambillah porsi yg wajar, jgn bnyk bicara saat sdg makan.

Menaruh pisau di tenggorokan itu sebuah kata perlambang utk kita jgn biarkan diri kita dikuasai oleh nafsu rakus utk makan. Ada org yg tdk dpt berhenti menyantap mknan kesukaannya sampai semuanya habis, org lain tdk kebagian. Rakus selalu dinilai negatif oleh bnyk org. Rakus makan justru bs membuat perut sakit dan terganggu pencernaan. Jgn biarkan rakus makan itu menguasai diri kita.

Diundang penguasa bs jd kita ingin dipromosikan, tp jgn sampai krna salah beretika dlm mkn bersama, promosi itu bs dibatalkan. Cara kita mkn dlm sebagian kalangan dianggap sbg gambaran sifat dan karakter, misalnya menghabiskan mknan dg ‘bersih’ dianggap cerminan menyelesaikan sesuatu hingga tuntas. Meletakkan perlengkapan mkn di atas piringpun bs jd penilaian org lain.

Makanlah secukupnya dan beretika

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.