Tuhan Yang Membalas 

DI 15072016 
2 Timotius 4:14 

  • Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 

Rasul Paulus bkn cuma pandai menasehati tp jg mempraktekkan apa yg dinasehatkannya terhadap org lain, dlm hal ini ttg tdk membalas kejahatan org lain tp menyerahkannya pd Tuhan. 
Tiap org punya batas kesabaran dan maklumnya, artinya tdk selalu bs sabar dan memaklumi perbuatan org lain yg efeknya negatif. Ttg Tuhan Alkitab mencatat bhw Tuhan itu panjang sabar, tdk mahasabar (Nahum 1:3), artinya Tuhan menunggu pertobatan, jika tdk bertobat maka hukuman diberlakukan. 
Tdk mudah utk berserah pd Tuhan dlm kondisi kita sebenarnya sangat mampu membalas kejahatan org lain terhadap kita. Namun jika membalasnya dg kejahatan jg, apa bedanya kita dg org itu? Sama-sama jahat dan nantinya kita akan ‘menuai’ perbuatan jahat yg lebih besar lagi. Dendam membuat kehidupan seseorg menjd sengsara, sekalipun org itu bkn pelaku tp korban perbuatan jahat org lain, jd sulit tidur, hati terluka dan pedih, makan tdk bs menikmati, pikiran tdk tenang dan pasti hubungan dg Tuhan jg terganggu. Menyimpan dendam sama spt memasang ‘bom bunuh diri’ di tubuh kita, sangat membahayakan kesehatan fisik, jiwa dan roh kita. Pribadi kita bs berubah menjd kejam, tak berperasaan hingga menjd seorg psikopat misalnya. 
Buanglah dendam dan serahkanlah hak utk membalas pd Tuhan, balasan Tuhan selalu menawarkan pertobatan dan pemulihan terhadap pelaku kejahatan, memang tergantung pd org itu apakah menerima atau menolak tawaran pertobatan dr Tuhan, tetapi kita bebas dr dendam dan hati kitapun jd tenang. Damai sejahtera Tuhan tdk bs dibeli dg uang, tp dg kita mengampuni dan berserah pd Tuhan, kita sdg membuka pintu pertobatan bg org yg menjahati kita, secara kasih bencilah perbuatan jahatnya dan doakanlah orgnya spya mau bertobat. Tuhanpun ingin org itu bertobat dan diselamatkan, kita sbg pengikut Kristus jg hrs begitu

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.