Tidak Ada Yang Baru 

DI 26072016 
Pengkhotbah 1:10 

  • Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. 

Memahami ayat ini rasanya bertentangan dg pikiran kita, bukankah perkembangan teknologi itu bukti bhw bnyk hal yg baru di dunia ini? Knpa ayat ini berkata bhw tdk ada yg baru? 
Misalnya saja ttg teknologi gadget atau hp kita, bisakah kita menciptakan alat teknologi utk berkomunikasi dg Tuhan? Yg baru bs diciptakan adalah alat komunikasi antar manusia di seluruh belahan dunia. Tuhan ciptakan doa sbg akses kita dg surga dan Tuhan, lebih canggih mana? Misalnya lagi ttg ‘cctv’ yg sanggup merekam dan memantau situasi di mana daya tangkap cctv itu ada, bukankah nanti di pengadilan Tuhan akan terbuka seluruh hidup manusia sejak dlm kandungan hingga dia mati? Lebih canggih mana? 
Tentu saja jika bcra ttg benda atau materi, terjd perkembangan pesat dlm teknologi, namun pelaku kehidupan di dunia ini tetaplah sama, di bumi hanya ada Tuhan, manusia dan iblis beserta anak buahnya. Dari generasi ke generasi mulai dr zaman Adam hingga hari ini, terjd ‘pertandingan’ antara manusia dg iblis, iblis dg segala cara berusaha merusak hubungan manusia dg Tuhan, mulai dg cara menggoda, menawarkan kemewahan dan kenikmatan dunia, menciptakan bencana dan kecelakaan, hingga teror kematian. Setiap saat iblis berusaha membunuh manusia, menyesatkan manusia dan menjadikannya budak. 
Perkembangan teknologi menjd sarana bagi iblis utk merusak manusia. Manusia mulai lebih menyukai ‘hobby’ mrka dibandingkan mengasihi Tuhan. Lihat saja saat ibadah di gereja, saat Firman Tuhan dikhotbahkan, bnyk jemaat yg sibuk dg handphonenya masing-masing. Dulu jemaat bnyk yg ‘ngantuk’, skrg bnyk yg ‘nge-chat dan nge-game’. 
Tdk ada yg baru di dunia ini, rasul Yohanes di pulau Patmos diberi penglihatan ttg situasi akhir zaman, jd apa yg terjd skrg telah diperlihatkan kurang lebih 2000 thn lalu. Spt ada pola yg berulang.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.