Sendirian Dengan Tuhan

DI 30072016 
2 Raja-raja 4:33 

  • Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN. 

Mengapa nabi Elisa hrs menutup pintu dan sndrian berdoa pd Tuhan? Tentu ada alasannya. 
Kecenderungan yg bnyk terjd skrg ini adalah bnyk org yg berdoa ‘sengaja’ mempertontonkan dirinya spya org bnyk melihat apa yg terjd akibat doa yg dikatakannya pd Tuhan. Bnyk org senang dipuji dan dianggap ‘sakti’, berdoa bkn lg menjd bagian dr plynannya malah menjd bahan ‘iklan’ agar dirinya terkenal dan menerima bnyk permintaan plynan. 
Elisa menutup pintu lalu berdoa. Ada saatnya kita hanya sndrian dg Tuhan. Satu sisi kita diajar ttg doa sepakat, tentu saja perlu org lain, tp ada saatnya kita sndrian dg Tuhan. Bahkan Elisa tdk mengajak si ibu dr anak yg mati ini utk ikut berdoa bersamanya. Gejazi yg adalah ‘asisten’ Elisapun tdk diajak masuk. 
Membangkitkan org mati tdk semudah menyembuhkan org sakit. Org sakit nyawanya masih ada, tp membuat org mati hidup kembali itu perlu kuasa Tuhan yg ajaib. Ada saatnya ketika menghadapi sebuah tekanan dan kemustahilan, kita tdk minta didoakan hamba Tuhan, tp langsung berperkara dg Tuhan. Setiap kita diberi otoritas dr Tuhan sesuai dg kapasitas kita masing-masing, otoritas ini bkn utk dipajang, tp diaktifkan saat diperlukan. Biasakan utk tdk meminta dukungan doa krna kita tdk akan pernah bertumbuh dlm iman dan pengharapan jika selalu bergantung pd org lain. 
Apa yg sdg kita alami akan memunculkan komentar beragam dr bnyk org, ini yg kadang-kadang bs melemahkan iman kita, sdgkan utk sebuah kemustahilan, fungsi iman memegang peranan penting. Abaikan perkataan yg melemahkan iman, berperkaralah langsung dg Tuhan, jgn selalu mengharapkan dukungan doa. 
Setiap doa kita didengar Tuhan, terima dg sukacita apapun jwban Tuhan, jgn protes jika tdk sesuai dg harapan kita. Tuhan selalu merencanakan semua yg mendtgkan kebaikan utk hidup kita 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.