Harus Mati Dahulu

DI 26082016 
1 Korintus 15:36 KJV 

Thou fool, that which thou sowest is not quickened, except it die: 

  • Kamu bodoh, bahwa apa yang kamu tabur itu tidak dipercepat/dihidupkan, kecuali itu mati. 

Rasul Paulus menggunakan gambaran ttg benih tanaman yg ditabur, bgmna nantinya benih itu akhirnya menjd sebuah tanaman yg tumbuh dan berbuah, salah satu fase yg hrs dilewati adalah benih itu hrs mati dahulu. 
Mengapa hrs mati dahulu? Supaya apa yg ada dlm benih itu bs keluar, mulai memunculkan akar ke bawah dan badan tumbuhan ke atas, akar hrs menerobos ke dlm tanah mencari sumber air dan zat yg diperlukan, badan tanaman hrs menerobos ke atas lapisan tanah sehingga bs bertumbuh dan menyerap sinar matahari. 
Hidup setiap kita itu spt ‘benih’ yg Tuhan miliki, spya nantinya hidup kita menjd hidup yg Tuhan inginkan, maka kita dibuat ‘mati’ terlebih dahulu. Jgn heran jika ternyata kita masuk dlm proses Tuhan yg membuat grafik hidup kita itu ke arah menurun bahkan minus. Tujuannya spya potensi apa yg ada dlm diri kita itu ‘menerobos’ keluar, ke bawah yaitu pondasi hidup kita diperdalam, pengenalan akan Tuhan dibuat makin dalam lewat peristiwa demi peristiwa yg terjd dlm hidup kita, shga hidup kita ‘berakar’ di dlm Tuhan, kemudian menerobos ke atas, kita mulai menunjukkan kedewasaan baik kerohanian dan karakter kita, hingga nantinya hidup kita berbuah lebat. 
Benih kelihatannya mati dr luar, pdhal di dlm benih itu ada potensi kehidupan. Mgkin kita melihat bbrpa area dlm hidup kita sptnya ‘mati’, sadari bhw sbnarnya ada ‘kehidupan’ di dlmnya. Itulah sebabnya pengharapan dlm Tuhan itu tdk mengecewakan, krna tdk mgkin Tuhan ‘mematikan’ hidup kita, tp justru Dia ‘menghidupkan’ kita, asalkan kita mengerti bhw semua yg sedang kita jalani skrg ini adalah proses menuju hidup yg lebih baik. Jgn bersungut-sungut, jalani dg sukacita dan bersemangat, percaya bhw nantinya hidup kita akan terus bertumbuh dan berbuah lebat, menjd berkat bagi bnyk org 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.