DI 29082016
1 Korintus 4:3 NKJV
But with me it is a very small thing that I should be judged by you or by a human court. In fact, I do not even judge myself.
- Tetapi dengan aku, itu adalah sebuah hal yang sangat kecil bahwa aku harus dihakimi olehmu atau pengadilan manusia. Dalam kenyataannya, aku bahkan tidak menghakimi diriku sendiri.
Hidup kita tdk terlepas dr penilaian org lain, kalau bagus kita dipuji, kalau buruk kita dikritik hingga dicaci maki, bahkan ada saja org yg menghakimi kita.
Setiap org punya kelemahan, tp berhak kah kita berkata bhw seseorg pasti gagal krna kelemahan yg dimilikinya? Blm terjd tp kita sdh spt Tuhan, menentukan hasil akhir dr perbuatan seseorg. Bgmna jika sbnarnya org itu bs berhasil namun krna perkataan kita yg ‘menusuk’ hati dan pikirannya bhw dia tdk mgkin berhasil, dia akhirnya tdk berjuang dan memang gagal pd akhirnya?
Rasul Paulus bkn termasuk dr 12 murid Yesus yg kemudian menjd rasul-rasul, tentu bnyk komentar ttg masa lalunya dan jg plynannya, namun ayat ini mencatat bhw rasul Paulus tdk peduli dg penghakiman org lain dan jg dia tdk menghakimi dirinya sndri. Rasul Paulus menyerahkan penghakiman pd Tuhan.
Pd kenyataan hidup ini, tdk semua org senang melihat kita sukses dan hidup bahagia, ada saja usaha mrka utk membuat kita tertekan dan marah, respon kita yg benar adalah tdk perlu meladeni penghakiman org lain, terserah mrka mau blg apa, kita tetap andalkan Tuhan dan lakukan yg terbaik. Perkataan org yg tdk membangun, kita hrs buang, jika tdk kita buang, itu bs berubah menjd perkataan yg menghakimi diri kita sndri. Kita lebih percaya apa kata org drpd potensi yg kita miliki, hingga akhirnya kita ‘melumpuhkan’ kemampuan kita dan tdk berjuang utk berhasil.
Jgn mengasihani diri sndri, sekalipun kita pny kelemahan dan kekurangan, di dlm Tuhan tetap ada kesempatan utk berhasil. Tuhan memproses kelemahan kita diubah menjd sebuah kekuatan yg luar biasa. Tetap semangat