Memurnikan Diri

DI 07092016 
1 Yohanes 3:3 NKJV 

And everyone who has this hope in Him purifies himself, just as He is pure. 
Dan setiap orang yang mempunyai harapan ini di dalam Dia, memurnikan dirinya sendiri, sebagaimana Dia adalah murni. 
Murni berarti hanya satu, tak ada yg lain, tdk ditambahi unsur apapun, menunjukkan sebuah kualitas. Sedikit berbeda maknanya dg kudus, murni itu menjelaskan ttg apa yg terkandung dlm sesuatu. 
Ternyata org yg memiliki pengharapan di dlm Tuhan tdk berdiam diri sekedar menunggu pengharapan itu akan jd kenyataan. Janji Tuhan selalu berlaku 2 pihak dan ada syaratnya. Org yg berharap pd Tuhan, dia memurnikan dirinya sndri, artinya mengusahakan diri hanya 1 saja yg menggerakkan hidupnya, yaitu Tuhan. Memurnikan berarti memisahkan semua hal yg bs membuat sesuatu menjd kotor, terpolusi hingga mengubah identitas. Apa saja yg hrs dipisahkan? 
Tabiat yg jelek dan buruk, ketdk percayaan, mendua hati, ketakutan berlebihan, kebiasaan buruk, ikatan dg kuasa gelap, tdk mampu menguasai diri, dan yg lainnya, ini hrs dipisahkan dr diri kita. Harus punya kesadaran utk mau menjd murni, hanya Tuhan yg pegang kendali atas hidup kita, bkn kedagingan bahkan iblis. Ini tdk mudah, butuh waktu dan proses, perjuangan, penyangkalan diri hingga tunduk dan taat hanya pd Tuhan Yesus. Cepat atau lambatnya bergantung pada tekad kita, serius tdk mau disempurnakan Tuhan. 
Berharap dan memurnikan diri, ini hrs sejalan, proses demi proses hrs dijalani dg sukacita. Hrs mematikan keegoan kita, kesombongan dan kebanggaan. Spt Yesus, kita hrs mengosongkan diri, hanya boleh ada 1 pribadi yg berkuasa atas hidup kita, yaitu Tuhan seorg. Ketika Tuhan memproses kita, memang tdk enak dan tdk nyaman, serasa kehilangan daya dan ‘buntu’. Semuanya utk memurnikan kita, jalani dg penuh sukacita. Mulai koreksi diri, terima teguran, minta petunjuk Tuhan, rendah hati, lengkapi diri dg bnyk pengetahuan serta punya hubungan yg intim dg Tuhan. Berjuang 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.