Singkirkan Berhala Kita

DI 23092016 
Hakim-hakim 10:16 

  • Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah mereka, lalu mereka beribadah kepada TUHAN. Maka TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka. 

Bertobat tanpa bukti tindakan patut diragukan kesungguhannya, kalau memang benar bertobat pasti ada buktinya dan tindakan kembali pd Tuhan. 
Bangsa Israel menyadari dosa mrka pd Tuhan, kemudian mrka menyingkirkan para berhala yg pernah mrka sembah, dan kembali beribadah pd Tuhan, inilah yg membuat hati Tuhan tersentuh dan kemudian bertindak membebaskan bangsa Israel dr bani Amon. 
Setiap dr kita pasti pernah berbuat dosa pd Tuhan, ada 2 hal yg hrs kita bereskan di hadapan Tuhan, pertama, bereskan status ‘keberdosaan’ kita dg mengakui dosa dan memohon pengampunan dr Tuhan, dr pendosa berubah menjd org yg dibenarkan Tuhan. Kedua, bereskan hal-hal yg menyebabkan kita berbuat dosa. 
Bnyk org cuma melakukan yg pertama, pengakuan dosa, tp lalai melakukan pemberesan penyebab kita berdosa. Dlm hal ibadah misalnya, jgn ada patung, jimat, dan yg berkaitan dg berhala, di dlm rumah dan hidup kita hrs bersih dr berhala dan perlengkapannya. Dlm hal kedagingan, pelajari kelemahan kita dan tingkatkan pengendalian diri. Dlm hal perkataan, berhenti mengucapkan kata-kata yg tdk baik, yg menyakiti hati org lain, penuhi janji yg pernah kita ucapkan namun blm kita tepati. Bergantung pd kasusnya, kita hrs sungguh-sungguh menunjukkan bukti pertobatan kita, bkn hanya di mulut saja. 
Hobby dan kebiasaan tertentu bs jd faktor pendorong kita berbuat dosa. Walaupun mgkin tdk merugikan org lain, tp mendukakan hati Tuhan. Bukan ttg salah atau benarnya, tp apakah semua itu membuat kita menjauh dr Tuhan atau tdk. Apakah semuanya itu membuat waktu pribadi kita dg Tuhan menjd berkurang porsi dan kualitasnya? Harus berani berkorban demi menyenangkan hati Tuhan. 
Apakah kasih kita pd Tuhan sdh mulai ‘dingin’? Ini jg hal penting yg hrs jd perhatian kita

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.