DI 22092016
Yakobus 3:2
- Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Dlm terjemahan lain, kata ‘bersalah’ digunakan kata yg artinya ‘tersandung’ dan ‘menyinggung perasaan’. Dlm bnyk hal, kita tersandung dan menyinggung perasaan, dan ternyata ini mengenai perkataan.
Hal tersulit dlm hal pengendalian diri ternyata bkn melawan godaan nafsu duniawi, tp bgmna seseorg mengendalikan perkataannya shga dia tdk menyinggung perasaan dg org lain atau tersandung oleh perkataannya sndri.
Kisah Yefta ini menjd contoh bgmna seseorg hrs membayar nazarnya sesuai perkataannya di hadapan Tuhan:
Hakim-hakim 11:30-31, 34, 38
Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.”
Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
Jawab Yefta: “Pergilah,” dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
Jgn sembarangan berjanji pd Tuhan, pikirkan dulu saat ingin bernazar pd Tuhan, jgn terbawa oleh emosi atau krna gengsi. Jgn jg kita melukai perasaan org lain krna perkataan kita. Pernyataan atau jg jawaban yg kita berikan hendaknya merupakan hasil kesepakatan hati dg pikiran. Jgn berkata hal yg sia-sia, Tuhan mengingat semuanya dan akan mengadili kita.
Bisa mengendalikan perkataan berarti bs mengendalikan seluruh tubuh kita, perhatikan apa yg kita katakan, gunakan kosa kata yg baik dan positif.