Kenapa Tidak Dihukum?

DI 05102016 
Yohanes 8:11 

  • Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” 

Hukum dibuat utk mengatur kehidupan menjd baik dan teratur, namun dlm bbrpa kesempatan Tuhan Yesus semasa hidup di dunia sptnya tdk memperdulikan hukum yg ada, dlm kisah perempuan yg kedapatan berzinah, justru Tuhan Yesus tdk melakukan sesuai hukum yg telah ada. 
Kalau seseorg berdosa, kemudian sakit, kita mgkin bs memahami saat Tuhan Yesus berkata dosa seseorg diampuni, maka penyakitnya jg sembuh. Kesembuhan terjd krna dosanya diampuni. Namun dlm kisah ini, tdk dikatakan bhw dosa perempuan ini diampuni, tp Tuhan Yesus tdk menghukumnya. 
Adalah kedaulatan Tuhan utk membuat hukum dan memberlakukannya pd manusia. Namun Tuhan itu adil, siapa yg salah pasti dihukum, tp knpa perempuan ini bebas? Bkn berarti Tuhan Yesus tdk menghormati hukum, justru Dia memakai hukum itu dg sebuah keadilan. 
Sesuai hukum Taurat, setiap org yg berzinah, akan dihukum rajam dg batu, artinya bkn Tuhan yg melakukan rajam, tp sesama manusia. Itulah sebabnya Dia menantang para ahli Taurat dan Farisi merajam perempuan itu, tp demi keadilan, perempuan ini dihakimi, maka para ahli Taurat dan Farisi jg hrs dihakimi, krna Tuhan Yesus tahu dosa-dosa mrka. Ini yg dimaksud dg jgn kita menghakimi krna kita sndripun akan dihakimi Tuhan. 
Sering kita menghakimi org lain, secara langsung melalui ucapan kutuk, ancaman, intimidasi fisik dan jiwa, maupun scra halus melalui komentar yg isinya berisi kata-kata sindiran maupun umpatan. Tanpa sadar kita mulai berperan sbg ‘Tuhan’, dan ternyata kita tanpa sadar membw diri masuk dlm pengadilan Tuhan, Tuhan membongkar dosa kita di depan umum, ingat tabur-tuai, mempermalukan org lain akan menuai dipermalukan Tuhan dan manusia. 
Menemukan kebodohan dan kesalahan org lain memang mengundang niat utk berkomentar, jgn sampai kita bersalah dlm perkataan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.