Mencari Kesalahan

DI 04102016 
Yohanes 8:6 NKJV 

This they said, testing Him, that they might have something of which to accuse Him. But Jesus stooped down and wrote on the ground with His finger, as though He did not hear. 

  • Ini mereka katakan, menguji Dia, supaya mereka mungkin memiliki sesuatu untuk menyalahkan Dia. Tapi Yesus membungkuk dan menulis di atas tanah, seolah-olah Dia tidak mendengar. 

Kisah ttg para ahli Taurat dan Farisi yg membawa seorg perempuan yg kedapatan berzinah pd Yesus, memberi kita bnyk pelajaran ttg bgmna menyikapi ‘serangan’ org-org yg tdk menyukai kita. 
Membaca media sosial tentu penuh dg crta ttg calon gubernur yg satu menyerang calon gubernur yg lain, tujuannya utk menjatuhkan lawan politiknya. Mulai dr cara yg ‘santun’ hingga kasar. Mgkin kita pun pernah mengalami hal yg serupa, ada saja org yg ingin menjatuhkan kita, merebut posisi kita, ingin reputasi kita hancur, ingin membuat kita salah berucap dan bertindak, lalu bgmna kita menyikapinya? 
Ayat ini mencatat Yesus bersikap seolah-olah tdk mendengarnya. Tentu tdk mudah bersikap demikian, kita tdk pedulipun, ada saja rumor atau tudingan itu sampai ke telinga kita. Apakah kita mau ikuti emosi atau berpikir dg jernih? 
Dlm sebuah pertempuran, jgn biarkan diri kita terseret oleh jebakan strategi lawan, tentu kita hrs mampu ‘membaca’ strategi lawan, dan menemukan cara yg tepat utk mengatasinya. Dan ini membutuhkan hikmat yg dr Tuhan. Jgn biarkan sesuatu yg negatif membuat kita stress dan mencuri damai sejahtera dr hidup kita. Jgn cepat berkomentar, pikirkan dulu sblum memberi jwban. Segala sesuatunya hrs kita pertimbangkan, nama baik kita hrs tetap dijaga, jgn dikuasai oleh amarah dan dendam, tetapi mulailah siap mengampuni. 
Kalau kita memang benar, Tuhan pasti membela kita, jgn takut dan hilang pengendalian diri. Yg org itu inginkan adalah kita membuat kesalahan sndri dan membungkam aktivitas kita, krna mrka merasa dirugikan oleh apa yg kita kerjakan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.