Bersukacita Selalu

DI 31102016 
1 Tesalonika 5:16 

  • Bersukacitalah senantiasa. 

Mengutip sebuah penjabaran ttg apa itu sukacita: Sukacita adalah perasaan bahagia bercampur perasaan diberkati. Bersukacita berarti telah mengalami kebahagiaan dan menikmati berkat. 
Knpa rasul Paulus memberi nasehat spya trs bersukacita? Kalau menurut pikiran logika, mana mgkin sedang menderita bisa bersukacita? Bukankah penderitaan itu bukti kita tdk bahagia dan diberkati? Kalau mengikuti jln pikiran logika memang tdk akan masuk akal. 
Dlm sukacita ada unsur bahagia dan berkat. Contohnya, ketika ada anggota keluarga yg meninggal, misalkan sang ibu meninggal di usia 46 tahun krna sakit kanker, keluarga mgkin berkata knpa ibu meninggal dlm usia yg masih terbilang muda. Pdhal di keluarga lain, ada anak yg kehilangan ibunya saat dia masih bayi, bahkan saat dia dilahirkan, ibunya meninggal. Kalau direnungkan, bknkah lebih bahagia keluarga yg ibunya meninggal di usia 46 thn dibanding keluarga lain yg ibunya meninggal saat melahirkan? Sang ibu sdh terbebas dr rasa sakit, bebas dr masalah hidup di dunia, dia bahagia bersama Tuhan. Jd hrs sedih atau bersukacita? 
Org yg hidupnya ‘datar’ kelihatannya hidup enak, tdk mengalami goncangan finansial, tdk mengalami proses kehidupan, tdk mengalami hambatan berarti dlm hidupnya, tp sbnarnya tdk ada sesuatu yg bs membuat dia bersukacita, ya krna hidupnya ‘datar’ saja, beda dg org yg hidupnya penuh dinamika, diperhadapkan dg masalah besar, tp di situ dia melihat bgmna Tuhan bekerja dlm hidupnya, dia bnyk belajar ttg hal-hal baru shga dirinya ter-upgrade menjd lebih bijak, bnyk pengetahuan dan imannya makin teguh dlm Tuhan. Dia pny alasan utk bersukacita, dia bahagia merasa dikasihi Tuhan dan dia menikmati berkat sbg ‘upah’ dr menang atas masalah yg dialami. 
Wkt menjalaninya memang tdk enak, rasanya ingin meledakkan amarah krna trs ditindas, tergantung respon kita, apakah mau jalani trs dan melihat Tuhan itu nyata dlm hidup kita? 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.