Dia Bukan Musuh

DI 01112016 
2 Tesalonika 3:15 

  • tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara. 

Latar blkg ayat ini adalah dlm jemaat Tesalonika ada sebagian yg tdk mau mendengar nasehat rasul Paulus mengenai hidup yg tertib. Dan respon rasul Paulus sangat bijak. 
Rasul Paulus tdk sakit hati ataupun mengumpat, nasehatnya diabaikan tp dia masih punya niat utk menegur, walaupun kali ini melalui jemaat yg masih setia dg pengajaran para rasul. Rasul Paulus tetap memandang mrka sbg sdr dlm Tuhan dan tdk memusuhinya. 
Saya pribadi memang dikenal sbg pengkritik yg ‘sadis’, yg mendengar bs saja tdk terima atau sakit hati. Prinsip saya adalah memberi cara pandang lain yg mgkin tdk terpikirkan dan bs saja membuat bnyk celah utk mengalami gagal atau salah memahami. Saya mengkritik ‘sengaja’ dg nada yg ‘tinggi’, bkn krna tdk suka atau benci, tp dg perkataan yg bernada tinggi biasanya akan terekam lebih lama di pikiran org yg mendengarnya. Kalau mengkritik dg nada lembut, biasanya ‘numpang lewat’ di telinga, tdk masuk ke otak apalg masuk dlm hati. 
Resikonya saya akan dipandang sbg org yg selalu ‘kontra’ dg apapun yg dilakukan org itu, pdhal semuanya utk kebaikan. Spt rasul Paulus, ada saja jemaat yg tdk bgtu suka dg nasehatnya, itulah ‘seni’nya mengasihi, krna dikasihi makanya dikritik, sama spt Tuhan yg sering mengkritik dan menegur org yg dikasihi-Nya. 
Kalau kita yg dikritik bgmna? Selama yg dikatakan org lain itu benar, akui dan terimalah dg sukacita. Kita memang hrs punya prinsip, tp bkn berarti prinsip kita sdh sempurna. Kerendahan hati berarti membuka diri utk ditegur dan dinasehati, berterimakasih sdh diperhatikan dan ditunjukkan apa yg salah dan kurang. Memang tdk mudah, saya sndri msh berusaha utk itu, kadang egois msh lebih dominan drpd akal sehat, namun saat direnungkan kembali, saya temukan ada bbrpa hal yg dikatakan memang benar. Butuh wkt utk merenungkan nasehat yg kita terima 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.