DI 04112016
Amsal 12:25 KJV
Heaviness in the heart of man maketh it stoop: but a good word maketh it glad.
- Depresi dalam hati seseorang membuatnya bungkuk, tapi sebuah kata yang baik menbuatnya senang
Suasana hati ternyata berhubungan dg fisik seseorg, misalnya org yg putus asa biasanya merasa fisiknya lemah, tak bertenaga.
Bgmna supaya hati kita mengalami kegembiraan? Ternyata bergantung pd perkataan yg kita ucapkan. Ayat ini berkata bhw perkataan yg baik membuat hati senang. Apa yg kita tabur itu jg yg akan kita tuai, termasuk jg dlm hal perkataan. Menabur perkataan yg baik misalnya memberi nasehat, menghibur hati, dsbnya, maka kita jg akan menuai bnyk nasehat, dihibur saat letih dan berduka, dsbnya. Itu semua kita alami kalau kita bnyk memberkati org melalui perkataan yg kita ucapkan.
Memperkatan yg baik itu butuh kesadaran penuh dlm diri seseorg, kemudian menjd sebuah kebiasaan dan pd akhirnya menjd bagian dr karakter. Faktor pergaulan jg sangat besar dlm membentuk karakter seseorg, salah bergaul sdkit bnyk akan mempengaruhi cara seseorg berkata-kata. Bergaul dg org yg cerewet, kitapun tanpa sadar bs ikut cerewet. Apalg dlm sebuah kelompok/komunitas, salah berkata-kata bs memicu pertengkaran bahkan konflik bingga bs menjd sebuah pembunuhan. Karenanya berpikirlah sblm kita mengucapkan sesuatu, apalg di forum yg resmi.
Dlm wawancara utk bekerja di sebuah perusahaan, si pelamar akan sangat hati-hati dlm menjwb aetiap perkataan yg diajukan. Jika ada jawaban yg tdk sesuai dg yg diharapkan, bs saja lamaran kerja seseorg ditolak. Perkataan yg tdk jelas maksudnya bs membuat miskomunikasi, artinya salah mengerti maksud dr perkataan itu, tentu ini sangat merugikan. Perkataan bs membuat seseorg bersemangat atau malah sebaliknya, menjd putus asa dan berpikir negatif.
Kendalikan lidah kita saat berkata, jgn menceritakan aib seseorg pd org lain, apalg membocorkan rahasia, kita akan menjd org yg diacuhkan dan dijauhi