Dimulai Dari Keluarga

DI 03112016 
1 Timotius 3:5 NKJV 

(for if a man does not know how to rule his own house, how will he take care of the church of God?); 

  • karena jika seorang pria tidak tahu bagaimana untuk mengatur rumahnya sendiri, bagaimana akan dia mengurus gereja Tuhan? 

Wajarnya, kalau mampu menangani yg besar, pasti bs menangani yg kecil. Tolak ukur seseorg layak utk bnyk berperan dlm pengelolaan gereja adalah bgmna dia sukses mengatur keluarganya sndri. 
Knpa keluarga? Tentunya bkn krna jumlahnya sdkit, tp kalau dg org terdekat kita punya kesaksian hidup yg baik, maka org yg ‘tdk dekat’ punya dasar utk bs mempercayai kita mengelola sesuatu. Keluarga seringkali digambarkan sbg ‘gereja kecil’, di mana punya kemiripan dg gereja. Misalnya, dlm sebuah keluarga, Tuhan menjd pusat/kepala, bgmna seorg pria menjalani fungsinya sbg kepala keluarga, sbg suami yg takut akan Tuhan, jika dia mampu dan berhasil, maka dia dinilai layak utk mengurusi gereja Tuhan. 
Kenyataannya di zaman ini bnyk hamba Tuhan yg ‘sukses’ mengelola gerejanya tp ‘gagal’ dlm mengelola keluarganya. Ada saja anak hamba Tuhan yg terlibat narkoba, salah bergaul, nakal, dsbnya. Tentu ini tdk menjd teladan yg baik. Keluarganya berebut jabatan dlm gereja, istri tdk hormat pd si hamba Tuhan krna dinilai tdk peduli dg kondisi keluarga, lebih mementingkan kebutuhan jemaat drpd keluarganya. Ada saja pengerja grja yg rumah tangganya terpaksa berakhir dg perceraian, org-org yg bnyk menghabiskan waktunya utk mengurusi gereja tapi mengabaikan kebutuhan suami/istri dan anak-anaknya, tentu tdk memuliakan nama Tuhan karenanya. 
Hidup org Kristen memang hrs melayani, tp jgn sampai plynan justru menggeser posisi keluarga dlm prioritas hidup. Ambillah porsi plynan yg sesuai dg kemampuan kita membagi wkt, dana dan perhatian kita. Jadilah teladan dlm keluarga kita, dlm gereja org bs memakai ‘topeng’ malaikat, tp dlm keluarga karakter aslinya akan terlihat jelas

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.