DI 11112016
Pengkhotbah 9:17
- Perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang, lebih baik dari pada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh.
Sebagian org senang utk belajar pd org bijaksana, dan yg dilakukan biasanya adalah menyediakan wkt yg cukup utk berbincang-bincang atau sekedar mendengar perkataannya dg seksama.
Bgmana spya perkataan yg bijak itu bs masuk dlm pikiran dan hati kita? Jwbannya adalah saat kita menguasai diri kita dlm ketenangan. Kalau tdk tenang, apapun yg kita dengar pasti sulit utk kita terima, apalg utk dipahami. Misalkan kita dlm keadaan marah, susah utk dinasehati, dlm keadaan sedih, susah utk diberi nasehat, sdg kuatir atau takut berlebihan, sulit utk percaya akan Firman Tuhan. Yg hrs bs kita lakukan adalah berusaha menjd tenang spya kita bs mendengar perkataan yg memberi kekuatan, penghiburan dan solusi.
Tekanan dan masalah yg berat seringkali membuat kita sulit utk bersemangat dan beriman, di situasi spt ini scra manusiawi, kita memilih utk berharap dan bergantung pd org-org yg kita kenal. Kita berpikir bhw Tuhan cuma melihat dan tdk bertindak, minta nasehat jwbannya sdh kita duga: terus berdoa, percaya pd janji Tuhan. Kita inginnya Tuhan langsung menyelesaikan masalah yg besar ini, kita berpikir kalau masalah selesai maka kita bs tenang, tentu ini sesuai logika, tp percaya Tuhan justru kita hrs tenang dulu, barulah kita bs menyelesaikan masalah.
Percaya bhw Tuhan ada bersama kita, inilah awal dr ketenangan, kita hrs ‘bunuh’ rasa kuatir dan takut yg berlebihan, jika dibiarkan maka kita tdk bs tenang dan justru semakin kuatir dan takut. Tuhan itu nyata, walau tdk terlihat oleh mata jasmani, tp karya-Nya itu nyata, Dia melindungi kita dr bahaya, Dia menyembuhkan sakit kita, Dia beri kita kekuatan. Kadang solusi tdk lgsg terjd, tp lewat perkataan org yg bijak, Tuhan pakai perkataan itu utk memberi kita petunjuk spya bs menyelesaikan masalah yg ada. Asal kita dengar dg tenang