Tuhan Lebih Berharga

DI 02122016 
Lukas 19:8 NKJV 

Then Zacchaeus stood and said to the Lord, “Look, Lord, I give half of my goods to the poor; and if I have taken anything from anyone by false accusation, I restore fourfold.” 

  • Kemudian Zakheus berdiri dan berkata pada Tuhan: “Lihat, Tuhan, aku berikan setengah dari barang-barangku pada orang miskin, dan jika aku telah mengambil apapun dari siapapun dengan dakwaan palsu, aku kembalikan 4 kali lipat.” 

Yang Zakheus lakukan ini sangat ekstrim, bertemu Tuhan lalu banyak mengeluarkan harta bendanya, jika dihitung harta kekayaannya, sudah dipastikan lebih dari setengah hartanya berkurang, diberikan pd org miskin dan mengganti 4x lipat kerugian org yg pernah dia rugikan dg dakwaan palsu. Bertemu Tuhan malah harta berkurang. 
Sebagian org yg ikut Tuhan ada yg mengeluh: ikut Tuhan koq malah ‘turun’ bukan ‘naik’, dulu sblum ikut Tuhan Yesus, bisnis maju, harta banyak, skrg malah berkurang. Kalau kita bandingkan dg Zakheus, apa bedanya? 
Zakheus dahulu pasti ‘cinta uang’, tidak beramal bahkan menambah kekayaan dg mendakwa org lain dg dakwaan palsu, begitu mengenal Yesus, cinta uangnya lepas, berganti dg cinta Tuhan. 
Apakah setelah mengenal Tuhan Yesus, sifat cinta uang seseorg itu bisa lepas atau tetap cinta uang, bergantung pd bgmna cara tiap-tiap orang mengasihi Tuhannya. Pengaruh uang memang besar dlm kehidupan semua org, namun apakah pengaruh Tuhan dlm hidup setiap org lebih besar drpd pengaruh uang? 
Uang nomor 1, Tuhan cadangan saja. Kalau uang tdk bs menbantu lg, baru cari Tuhan, memangnya bayar ini itu tdk pakai uang? Jgn lupa, kalau Tuhan tdk izinkan kita memiliki uang, sia-sia usaha kita utk mencari uang. 
Jgn cinta uang, tp cinta Tuhan, jaminan Tuhan bagi umat-Nya, salah satunya dlm hal keuangan, tdk berkekurangan bahkan berlebih. Kalau keuangan kita tdk meningkat, koreksi diri, apakah memang Tuhan sdg memproses keuangan kita ataukah kita salah mengelolanya 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.