Berurusan Dengan Tuhan 

DI 05122016 
Kejadian 22:19, 

Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba. 
Kejadian 23:19

  • Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan. 

Di mana Ishak saat setelah dia ‘batal’ dijadikan korban bakaran utk Tuhan oleh ayahnya, Abraham, saat ibunya yaitu Sara meninggalpun, tercatat hanya Abraham yg menguburnya? 
Krna tdk tercatat dlm Alkitab, sulit utk mengetahui scra detail apa yg terjd dg Ishak wkt itu. Abraham turun dan pergi beserta kedua bujangnya, berarti Ishak tdk ikut turun bersama ayahnya. Berarti Ishak ada di gunung itu, lalu apa yg dia alami? 
Ini pendpt pribadi saya, ada kemungkinan bhw Ishak mengalami ‘kesendirian’ dg Tuhan. Abraham sblumnya terlibat dlm bbrpa kali dialog dg Tuhan, kalau kita ‘maju’ ke zaman Yakub, diapun mengalami bbrpa kali dialog dg Tuhan. Brpa lama persisnya, kita tdk tahu, apa yg Tuhan lakukan pd Ishak, kita jg tdk tahu. Ishak kembali ‘muncul’ saat ayahnya mencarikan jodoh utknya. 
Ada waktu-waktu tertentu dlm hidup kita, mengalami ‘kesendirian’ dg Tuhan. Mgkin kita tdk ada di sebuah tempat sepi, lalu berdoa puasa, dsbnya. Wujudnya bs beda, misalnya kita diperhadapkan pd situasi sulit, org lain bahkan keluarga tdk bs menolong, seakan Tuhan ‘sengaja’ menjauhkan semua org dr kita, di saat inilah kita merasa sndrian dan hanya tinggal Tuhan saja yg ada. Masalah dan ujian membuat kita dewasa jika kita bs menyikapinya dg benar. Dlm kesendirian bersama Tuhan, Dia mengajar bnyk hal pd kita. 
Org tua suatu saat pasti meninggalkan kita lebih dahulu, keluarga suatu saat ada dlm situasi yg ‘dingin’, masing-masing sibuk dg urusan dan masalahnya, kerabat tdk lagi dekat hubungannya, sahabat dan teman kadang tdk bs mengerti apa yg sdg kita alami, jalan buntu di dpn kita, org yg pernah kita tolong malah tdk peduli dg kita 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.